News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Biogas Dalam Kantung Ban Dalam Mobil

Monday, November 29, 2010 / No Comments
Krisis energi yang melanda negri tercinta kita ini akhir-akhir ini mestinya kita siasati dengan berbagai cara, sebenarnya banyak cara mendapatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, artinya tidak merusak lingkungan seperti pemakaian kayu bakar untuk bahan bakar. Dari sederet alternatif yang ada, salah satunya yang diterapkan oleh Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yang berternak Sapi Bali sebagai proyek percontohan pertanian terpadu atau sistem pertanian terintegrasi yang mana di bali dikenal dengan istilah SIMANTRI dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara adalah Biogas merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang dapat kita jadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM. Nah Jika anda belum mengenal biogas bisa click disini.

Kelompok Tani Ternak Pucak Manik berternak Sapi Bali sebagai proyek percontohan pertanian terpadu atau sistem pertanian terintegrasi yang mana di bali dikenal dengan istilah SIMANTRI dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara Dari Reaktor Biogas/digester yang ada di peternakan biasanya gas disalurkan melalui pipa PVC menuju Kompor atau Lampu Petromax atau menuju Genset Biogas, Nah bila rumah kita jauh dari peternakan kita kita pake apa nyalurinya...? beli pipa...! boleh juga, tapi jika pipa kita tiba-tiba bocor akibat kena pacul/dicangkul orang, maka gas terbuang sia-sia, kasian kan rugi dah belepotan ngisi kotoran ternak ke reaktor biogas tiba gasnya terbuang sia-sia.
Sebenarnya produsen Biogas telah menyediakan kantong biogas yang bisa isi gas dan  gas dari biogas bisa kita dibawa pulang dan kompor dirumah pun bisa dinyalakan, tanpa khawatir pipa gas kita bocor akibat kena cangkul, akan tetapi harganya ya lumayan sih...!  biasanya penjualannya include sama pompa gasnya, namun kalo kita masih bisa membuat sendiri dengan kantong dengan memodifikasi ban dalam mobil atau ban dalam truck kenapa tidak...? kalo isi dompet lagi tipis pake aja ban dalam bekas, kemudian tambal bolong-bolongnya gitu..! oke langsung aja kita praktekkan caranya :
Sediakan :
  1. Ban dalam truk/mobil baik yang baru atau bekas boleh aja
  2. Alat pembuka Klep ventilasi ban dalam
  3. Selang Kecil
  4. Keran gas
Apabila bahan-bahan tersebut telah tersedia maka tinggal kita praktekkan pembuatannya, sebagai berikut :
  1. Buka ventilasi ban dalam dengan alat pembuka ventil ban
  2. Pasang Selang kecil pada ban dalam ingat jangan sampai ada yang bocor
  3. Pasang keran gas pada ujung selang tersebut diatas
Sekarang tinggal mengisi ban dalam tadi dengan biogas, jika sudah penuh silahkan gasnya dibawa pulang dan langsung dipasang pada kompor, langsung bisa dipake untuk memasak. SELAMAT MENCOBA

Mengubah Kencing Sapi Jadi Uang

Sunday, November 7, 2010 / No Comments
Bagi Kami pada awal-awal pendirian Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Propensi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara, sebelumnya kami tidak mengenal istilah Bio-Urine, apalagi memanfaatkan kencing / urine sapi sebagai pupuk dan bio-pestisida, hal itu sangat jauh dari pikiran kami. Beruntung sekali kelompok kami dipercaya oleh pemerintah Kabupaten Buleleng dan Propensi Bali untuk melaksanakan program SIMANTRI ini.

Mengingat sejalan dengan program pemerintah propinsi Bali dalam mewujudkan  Bali Organik, Bali Clean, dan isu global  "Back To Nature" maka sebagai konsekuensi perlu dukungan adanya pupuk organik dan bio pestisida, serta berbagai permasalahan yang sering dihadapi petani, seperti kalangkaan  Pupuk dan harga pupuk pabrikan yang semakin hari semakin melambung tinggi, maka sangat diperlukan kemandirian petani dalam mengatasi permasalahannya dengan tidak lagi bergantung pada pupuk pabrikan, melainkan harus bisa memanfaatkan sumber daya lokal yang ada untuk memenuhi kebutuhan petani.
Melalui ini kami berbagi berdasarkan pengetahuan yang kami miliki dalam proses pengolahan limbah ternak khususnya dari Air Kencing/Urine Sapi sebagai BIO Urine. Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut :
Dalam memproses kencing sapi menjadi bio urine, maka bahan-bahan yang perlu kiranya di sediakan adalah sebagai berikut :
1. Air Kencing/Urine Sapi yang ditampung dalam Bak Penampungan
2. Fermentor RB (Rummino Bacillus) dan AZBA (Azotobacter)
3. Pompa
4.
Aerator Bio Urine

Teknik Produksinya :
1. Tampung Urine (Air Kencing) ternak sapi di dalam Bak Penampungan
2. Masukkan Fermentor (RB dan AZBA) kedalam bak penampungan Urine, dengan Takaran Untuk 800 Liter urine di fermentasi dengan RB : 1 Liter dan AZBA : 1 Liter
3. Diaduk dengan Aerator selama 3 sampai dengan 4 Jam 

4. Setelah proses pengadukan selesai, Bak ditutup dengan penutup seperti plastik atau triplek, untuk proses Fermentasi, diamkan hingga 7 hari. 
5. Pada hari ke-8, urine diputar dengan pompa menuju tangga aerasi selama 6 sampai dengan 7 jam dengan tujuan untuk penipisan, untuk mengurangi kandungan gas ammonia yang berbahaya bagi tanaman. 
6. Urine bisa diambil dan dikemas dalam wadah untuk selanjutnya digunakan atau disimpan .