News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Catatan & Renungan Akhir Tahun 2010

Thursday, December 30, 2010 / No Comments
Kami Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan Visi Bali Organik, Bali Clean, Bali Green dan Bali Mandara, setiap akhir tahun berkewajiban memberikan gambaran pembangunan kelompok kepada anggota kelompok sesuai dengan amanat AD/ART kelompok berupa Catatan Pembangunan Kelompok dan laporan Pertanggung jawaban Tahunan Kelompok.

Rapat Anggota Tahunan ini disamping sebagai wujud tanggung jawab pengurus juga sebagai bentuk transparansi pengurus kepada anggota kelompok serta sebagai ajang menyerap informasi, kritik dan saran dalam pembangunan kelompok kedepan yang akan dituangkan dalam Program Kerja Kelompok baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Sebagai Tanggung Jawab Pengurus dalam moment RAT kali ini kami melaporkan berbagai aspek tidak hanya dari sisi keuangan kelompok, diantaranya :
1. Laporan Aset dan Kekayaan Kelompok
2. Pelaksanaan Program dan Pencapaian Program Pembangunan Kelompok
3. Deraf Rencana Pembangunan Kelompok
4. Catatan-catatan Pelaksanaan Kelompok 


Dalam pelaksanaan Pembangunan Dikelompok pada tahun ini jelas tercapai peningkatan pembangunan, hal ini terlihat nyata dari sisi aset kelompok yang semakin meningkat, penyempurnaan beberapa Administrasi dan System Administrasi Kelompok baik buku keuangan maupun Non keuangan, ketersediaan aturan dasar AD/ART, dan keberhasilan penyusunan Awig dalam kelompok, secara managgerial dan administrasi akan terus ditingkatkan kedepan, sejalan dengan pembangunan Maind Set dan SDM pengurus.
Dari sisi Pengetahuan Anggota Kelompok / SDM anggota kelompok terus meningkat, hal ini terbukti dengan Bintek yang telah diberikan dari berbagai pihak terkait, pemahaman konsep pertanian dengan teknologi tepat guna. disamping SDM kesejahteraan petani sudah semakin dirasakan oleh anggota kelompok walaupun belum begitu besar, namun gambaran perekonomian kedepan sudah dirasakan akan semakin meningkat, terbukti dengan penadapatan dari pupuk organik padat, dan pupuk organik cair dari BIO-URINE sapi-sapi mereka, tersedianya energi alternatif dari BIO GAS.
Dulu petani menjual Kotoran sapi mentah/belum di fermentasi dengan harga Rp. 2500/Kampil dengan berat kira-kira 25 kg, kini petani menjual kotoran yang di fermentasi dengan harga Rp. 1000/Kg atau Rp. 25.000/Kampil berat 25kg.
Dulu petani tidak mengenal BIO-Urine, kini BIO-Urine dari sapi bali dikumpulkan dan dijadikan pupuk organik cair, dijual dengan harga Rp. 1000/liter (curah/belum termasuk kemasan).
Dulu petani tidak mengenal BIOGAS, kini petani telah mengenal Biogas dan merasakan manfaatnya langsung untuk memasak dan lampu penerangan. petani tidak lagi ikut-ikutan membabat hutan untuk kayu bakar dapur mereka. Hebat bukan...! INILAH SIMANTRI.
Mungkin banyak lagi cerita yang belum bisa kami sampaikan, dengan ini kami mengharapkan kedatangan pembaca ke kelompok kami dan mendengarkan langsung cerita-cerita dari petani tua di desa kami.

Sebagai Bahan Renungan, kami kutip sebuah kalimat penuh makna dari seorang penulis yang bernama "GEORGE CARLIN" berikut :

Paradox of Our Time
The paradox of our time in history is that we have taller buildings but
shorter tempers, wider freeways, but narrower viewpoints. We spend more, but  have less, we buy more, but enjoy less. We have bigger houses and smaller families, more conveniences, but less time. We have more degrees but less sense, more knowledge, but less judgment, more experts, yet more problems, more medicine, but less wellness.
We drink too much, smoke too much, spend too recklessly, laugh too little,
drive too fast, get too angry, stay up too late, get up too tired, read too
little, watch TV too much, and pray too seldom.
We have multiplied our possessions, but reduced our values. We talk too
much, love too seldom, and hate too often. We’ve learned how to make a
living, but not a life. We’ve added years to life not life to years. We’ve
been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street
to meet a new neighbour. We conquered outer space but not inner space. We’ve
done larger things, but not better things. We’ve cleaned up the air, but
polluted the soul. We’ve conquered the atom, but not our prejudice. We write
more, but learn less. We plan more, but accomplish less. We’ve learned to
rush, but not to wait. We build more computers to hold more information, to
produce more copies than ever, but we communicate less and less.
These are the times of fast foods, and slow digestion, big men and small
character, steep profits and shallow relationships. These are the days of
two incomes but more divorce, fancier houses, but broken homes. These are
days of quick trips, disposable diapers, throwaway morality, one night
stands, overweight bodies, and pills that do everything from cheer, to
quiet, to kill. It is a time when there is much in the showroom window and
nothing in the stockroom. A time when technology can bring this letter to
you, and a time when you can choose either to share this insight, or to just
hit delete.
Remember, spend some time with your loved ones, because they are not going
to be around forever. Remember, say a kind word to someone who looks up to
you in awe, because that little person soon will grow up and leave your
side. Remember, to give a warm hug to the one next to you, because that is
the only treasure you can give with your heart and it doesn’t cost a cent.
Remember, to say, “I love you” to your partner and your loved ones, but
most of all mean it. A kiss and an embrace will mend hurt when it comes from
deep inside of you. Remember to hold hands and cherish the moment for
someday that person will not be there again. Give time to love, give time to
speak, and give time to share the precious thoughts in your mind.
Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moments that take our breath away.

Awig Simpan Pinjam Kelompok

Saturday, December 18, 2010 / No Comments
Didalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali pada umumnya tidak terlepas dari konsep "Tri Hita Karana", Pengertian Tri Hita Karana adalah tiga hal pokok yang menyebabkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Konsep ini muncul berkaitan erat dengan keberadaan hidup bermasyarakat di Bali yang mana keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan antar sesama manusia itu sendiri. Perpaduan tiga unsur itu secara harmonis sebagai landasan untuk terciptanya rasa hidup yang nyaman, tenteram dan damai secara lahiriah maupun bathiniah. Seperti inilah gambaran kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali yang berpolakan Tri Hita Karana.

Didalam  kelompok keberadaan Awig sangatlah diperlukan sebagai salah satu landasan hukum tertulis yang ada di dalam sebuah kelompok.  dalam penyusunan awig hendaknya mengacu pada aturan dasar dalam sebuah negara dan tidak bertentangan dengan hirarki aturan perundang-undangan dasar yang telah ada, falsafah negara, nilai-nilai agama, norma dan AD/ART kelompok yang telah ada.
Dengan mengacu kepada amanat visi dan misi kelompok yakni :
VISI :
“Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Dengan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana”
MISI :
Meningkatkan Seradha Bhakti Kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, dengan dilandasi oleh semangat rasa persaudaraan antar anggota kelompok, didalam menggali segenap potensi diri dan alam sekitar kita dengan konsep berwawasan lingkungan, dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Maka yang menjadi salah satu program pembangunan kesejahteraan bersama kelompok adalah pembangunan ekonomi kelompok dan anggota kelompok sangatlah penting tercapai, untuk itu Kami Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan Visi Bali Organik, Bali Clean dan Bali Mandara, telah berhasil menelorkan Awig Tentang Simpan Pinjam.
Keberadaan awig ini sesuai dengan amanat Visi dan Misi Kelompok, nantinya akan menjadi cikal bakal pembangunan ekonomi kerakyataan yang berbasis pertanian di Desa Lokapaksa dalam bentuk Koperasi Tani kedepan.

Beternak Sapi Bali

Monday, December 13, 2010 / No Comments
Pemerintah Departemen Pertanian Mencanangkan Program Swasembada daging, khusus daging sapi dicanangkan pada tahun 2005. Di Bali Kami Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara. 
Bali sebagai salah satu pemasok daging sapi secara nasional, menjadikan komoditi Sapi Bali sebagai komoditi penting bagi daerah lain, disamping bali sendiri mempertahankan Sapi Bali sebagai Plasma Nutfah Asli Indonesia dan menjaga kelestarian sapi bali.
Dalam mempertahankan populasi sapi bali dengan mengupayakan pengendalian pemotongan sapi betina produktif dan pemeliharaan sapi secara intensif dengan memasukkan teknologi tepat guna dan tetap berpedoman pada Sapta Usaha Peternakan.

1. PEMILIHAN BIBIT
Yang harus diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah :
- Kondisi Sehat dan kuat
- Badan Lebar dan Dalam
- Pedagingnya Padat dan bentuk badannya kompak
- Ambingnya besar dan simetris, bila diraba terasa lunak
- Puting susunya cukup besar dan letaknya simetris
- Letak kaki belakang lebar dan kuat
- Bulu : bersih mata bercahaya
- Temperamennya aktif, tapi lembut

2. KANDANG

Adapun  Syarat kandang yang baik adalah :
- Cukup mendapat sinar matahari
- Mempunyai saluran pembuangan dan tempat penampungan kotoran yang memadai
- Terbuat dari bahan yang cukup kuat dan tahan lama
- Bila memungkinkan lantai kandang disemen dan diberi alas dengan jerami supaya hangat
- Kandang dilengkapi dengan tempat pakan dan air minum
- Lantai diusahakan agak miring kearah pantat sapi dan usahakan agar selalu kering dan hangat.
- Ukuran Kandang : Untuk 1 ekor Induk : 2 X 1,5 M

3. PAKAN 
Jenis Bahan Pakan yang diperlukan adalah :

pakan Hijauan, yakni bahan yang banyak mengandung serat kasar dengan nilai cerna yang rendah dan cukup protein seperti : Rumput gajah, rumput raja, bengala, setaria, dll. jenis-jenis legum seperti : gamal, turi, serta jenis daun-daunan dan jerami

Pakan hijauan diberikan 10% dari berat badan perhari, hijauan yang diberikan merupakan campuran antara rumput dan kacang-kacangan dengan perbandingan 2/3 bagian rumput, dengan 1/3 bagian kacang-kacangan, diberikan 2-3 kali sehari. 
Pakan penguat/pakan tambahan (kosentrat) yaitu campuran bahan yang disusun sedemikian rupa dan berfungsi untuk melengkapi kekurangan zat-zat makanan lainnya dalam pakan hijauan.
Jerami olahan yaitu jerami yang sudah difermentasi sehingga kadar proteinnya tinggi, cara pengolahan nya :
campurkan bahan-bahan sebagai berikut :
  • Jerami 1 ton dengan kadar air 60%
  • Dedak 6 kg
  • Urea
  • Fermentor Star Bio 2 Kg
Jerami dibeberkan dalam ruangan yang tidak kena sinar matahari langsung setebal 40 cm,  lalu taburi campuran diatas, lakukan berulang sampai jerami dan campuran habis kemudian ditutup dengan terpal. diamkan selama 2 minggu, setelah 2 minggu bongkar dan angin-anginkan, kemudian bisa diberikan pada ternak sapi sebagai pengganti rumput.
contoh pakan penguat tambahan seperti : dedak padi, jagung, bungkil kelapa, sisa sagu, dll. jumlah pemberian 1 % dari berat badan sapi /ekor per hari.

4. PEMELIHARAAN
Metode pemeliharaan sapi berdasarkan tujuan pemeliharaannya yaitu : sapi potong pembibitan, sapi potong kereman, sapi untuk ternak kerja.

4.1 PEMELIHARAAN SAPI POTONG PEMBIBITAN
Selain pemberian pakan yang baik pemeliharaan kesehatan dalam pemeliharaan sapi induk perlu juga diperhatikan sistem perkawinannya sehingga induk dapat melahirkan setiap 12 - 18 bulan.
Pemeliharaan sapi induk bunting faktor pakan dan pemeliharaan sapi harus diperhatikan dengan baik, berikan pakan penguat sebanyak 2-3 kg/ekor/hari + mineral, tempatkan sapi dikandang tersendiri agar sapi merasa tenang, pelihara kebersihan kandang alasi lantainya dengan jerami rumput kering.
Pemeliharaan anakan sapi :
- Setelah anak sapi lahir, segera bersihkan lendir yang menempel pada tubuhnya, terutama bagian hidung dan mulut.
- Potong tali pusarnya dan olesi dengan yodium
- Biarkan anak sapi menyusu pada induknya sampai 4 bulan
- Mulai diperkenalkan dengan kosentrat pada umur 3 bulan

4.2 PEMELIHARAAN SAPI POTONG KEREMAN
Yang perlu mendapat perhatian dalam pemeliharaan sapi potong kereman adalah : memilih sapi untuk dikerem, ada 4 patokan dalam memilih sapi untuk dikerem, diantaranya :
  1. Sapi yang berumur kurang dari satu tahun yang akan diperlukan masa kerem selama 8-12 bulan
  2. Sapi yang berumur 1-2 tahun dengan masa kerem 6-8 bulan
  3. Sapi yang berumur 3 tahun keatas dengan masa kerem maksimal 4 bulan.
Selain dari segi umur, juga perlu dipertimbangkan dari bentuk tubuh sapi yang akan dikerem dapat dipilih sapi kurus tapi bukan karena penyakit, kurus dalam arti kurang makan dan perawatan. berat ideal sapi yang akan dikerem minimal 200kg.
Pemberian Kosentrat berupa dedak padi, UMMB sebanyak 1 Kg/hari akan memberikan pertambahan berat badan rata-rata 500-600 gram/hari.
4.3 PEMELIHARAAN SAPI POTONG UNTUK KERJA
Pada model pemeliharaan ini hendaknya perlu diperhatikan :
Ternak sapi tidak dikerjakan pada waktu tertentu sebagai berikut :
  • Satu Bulan Setelah dikawinkan
  • Dua Bulan Sebelum Melahirkan
  • Satu Bulan Setelah Melahirkan
  • Pengelolaan Reproduksi
Kawainkan sapi betina pertama kali pada umur 15-20 bulan, sedangkan yang jantan pada umur 15-24 bulan.
Bila sapi menunjukkan tanda-tanda birahi, kawinkan sapi dalam rentang waktu 12-18 Jam. perkawinan dinyatakan berhasil bila sapi memperlihatkan tanda-tanda : Tidak muncul birahi pada periode berikutnya, sapi kelihatan lebih tenang, nafsu makan dan minum bertambah, rongga perut bertambah besar.
kebuntingan sapi rata-rata berlangsung selama 283 hari.
 
5. PENGENDALIAN PENYAKIT
Beberapa Jenis Penyakit Yang perlu diwaspadai dalam pengelolaan ternak sapi diantaranya :
5.1. NGOROK ( SE)
Gejala-Gejala :
  1. Demam Tinggi badan lemah dan gemetar 
  2. Banyak Keluar Air Liur
  3. Pembengkakan di leher, pundak kaki depan, dan lidah
  4. penyempitan saluran pernafasan sehingga sulit bernafas.
Pencegahan dengan pemberian Vaksin SE
Pengobatan dengan menggunakan anti biotik dan sulfa

5.2. RADANG KUKU (FOOT ROT)
Gejala-Gejala : 
Pembengkakan pada kuku dan sekitarnya, tumit kuku mengelupas dan timbul bisul, ternak pincang, dan bisa lumpuh
Pencegahan :
lantai kandang harus selalu kering, kuku yang membusuk harus dipotong, dibersihkan dengan larutan betadine dan dibalut, hal ini diulang setiap minggu.

5.3. PERUT KEMBUNG / BLOAT (TYMPANY)
Gejala-Gejala :
Lambung bagian kiri membesar, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, sapi gelisah, sesak nafas, bila berbaring susah berdiri.
Pencegahan :
jangan terlalu banyak memberikan hijauan yang mengandung air, beri pakan kasar dan jerami kering untuk mengeluarkan gas diberikan larutan gula dan air asam

6. PEMASARAN
Sukses Produksi harus diikuti dengan sukses pemasaran, untuk pemasaran sangat dipengaruhi oleh situasi pasar terutama kebutuhan daging sapi pada menjelang hari-hari raya.


7. PENANGANAN PASCA PANEN
Ada beberapa prinsip teknis yang harus diperhatikan dalam pemotongan sapi agar diperoleh hasil pemotongan yang baik, yaitu:
1. Ternak sapi harus diistirahatkan sebelum pemotongan
2. Ternak sapi harus bersih, bebas dari tanah dan kotoran lain yang dapat mencemari daging.
3. Pemotongan ternak harus dilakukan secepat mungkin, dan rasa sakit yang diderita ternak diusahakansekecil mungkin dan darah harus keluar secara tuntas.
4. Semua proses yang digunakan harus dirancang untuk mengurangi jumlah dan jenis mikroorganisme pencemarseminimal mungkin.
 

PRODUK TAMBAHAN DARI PUPUK
Dalam peternakan sapi, seperti sudah disinggung pada bagian terdahulu, selain daging sebagai main product, dapat juga dihasilkan pupuk sebagai produk sampingan (by-product) nya, yang dapat berupa pupuk cair dan pupuk padat. Kedua jenis pupuk ini dapat digolingkan kepada jenis pupuk organik. Berbagai kelebihan diperoleh dari pupuk organik antara lain :
1. Karena bentuknya cair, aplikasinya lebih mudah, karena bisa dilakukan dengan penyemprotan, dan pada tanaman pohon tidak harus membuat lubang pada tanah.
2. Bahan baku pupuk organik bisa bertambah tidak hanya dari kotoran (faeces) tapi juga dari kencing ternak.
3. Volume penggunaanya lebih hemat dibandingkan pupuk kompos. Untuk tanaman padi, jika pupuk kompos (padat) perhektar memerlukan 2,5 - 5 ton, maka dengan pupuk cair hanya memerlukan 1,2 ton permusim.
Satu ekor sapi memproduksi rata-rata 5 liter urin setiap hari, sehingga instalasi bio urin yang berisi 10 ekor sapi menghasilkan pupuk organik cair sebanyak 500 liter per sekali proses (satu kali proses butuh waktu 10 hari). Dampak aplikasi pupuk organik ini cukup menggembirakan pada tanaman bawang merah. Pada proses produksi pupuk organik cair ini, menggunakan fermentor RB dan Azba produksi BPTP Bali. Demikian halnya dengan kotoran sapi. Untuk menjadi pupuk organik siap pakai secara alami membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Untuk mempercepat proses pengomposan diperlukan fermentor dan tempat fermentasi seperti untuk menghindarkan kompos yang dihasilkan terkena air hujan dan terkena sinar matahari langsung.

Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali