News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Kegiatan Kelompok"

Pakan Alternatif Ternak Sapi di Musim Kemarau

Monday, January 21, 2013 / No Comments
Di negara negara dengan iklim tropis seperti indonesia memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan bila kita lihat setiap daerah akan memiliki topografi yang berbeda, ada desa dengan topografi berbukit dengan cuca yang sejuk, ada daerah dengan topografi yang landai dan ada juga daerah dengan topografi berbukit dan landai bagitu juga dengan ketersediaan air untuk pertaniannya.

Desa kami di Desa Lokapaksa tepatnya di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Kelompok  kami berdiri di Banjar Dinas Bukit Sakti berada pada wilayah perbukitan dimana masyarakatnya bergelut di sektor pertanian dan peternakan dengan pola pertanian tegalan/tadah hujan. Ketika di musim hujan mereka aktif mengolah lahan mereka dengan ditanami beragam jenis tanaman pangan dan perkebunan dan ketika musim kemarau datang para peternak akan mengalami kesulitan penyediaan pakan ternak untuk ternak sapi merka.

Kesulitan pakan di musim kemarau ini mungkin hampir dialami oleh peternak di indonesia terutama daerah kering yang jauh dari sumber mata air. Para petani ternak harus cerdas menyiasati permasalahan tersebut baik dengan jalan menabung pakan ternak disaat musim pakan berlimpah (musim hujan) baik berupa rumput gajah, rumput lapangan dan rerumputan lainnya (Strata I) dengan pola pengawetan fermentasi Silase, menampung limbah pertanian sebagaimana konsep Simantri 022 ini baik berupa jerami padi, jerami kacang dan lain sebagainya (Strata II) dalam bentuk HAY, serta penanaman Hijauan Pakan Ternak/Kebun HMT di Lahan Kering yang bersumber dari tanaman keras yang tahan terhadap musim kemarau/kekeringan seperti Lamtoro, turi, waru dan pohon gamal, daun Intaran/Mimba, daun Gamelina, daun Sonekeling dllnya dan yang terakhir adalah pemanfaatan limbah perkebunan seperti batang dan daun pisang, daun dan pelepah kelapa, Buah Jambu Mente/jambu monyet. Untuk itu mari kita bahas satu persatu.

1. Pohon Pisang
Siapa yang tidak kenal nama pisang ini, pohon yang berasal dari suku Musaceae,  Pohon pisang menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pohon Pisang adalah tanaman yang sangat tahan terhadap musim kemarau, limbah dari perkebunan pisang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dikala musim kemarau baik itu pakan ternak sapi maupun babi.
Pemanfaatan limbah perkebunan pisang ini untuk pakan mulai dari bonggol pisang, batang pisang, jantung pisang, tandan pisang, pelepah dan daun pisang.

2. Daun dan Pelepah Pohon Kelapa
Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, mulai dari akar, batang, hingga daun dan pelepahnya. Dibalik berbagai manfaat dari tanaman ini ternyata pada bagian Pelepah dan daunnya dapat kita gunakan sebagai alternatif pakan ternak sapi disaat musim pacekelik pakan terutama pada musim kemarau yang panjang. daunnya bisa langsung diberikan pada ternak sapi namun pada bagian pelepahnya harus dikupas kulit pelindungnya yang keras baru kemudian pada bagian dalam kulit tersebut diberikan pada ternak sapi.

3. Buah Jambu Mente/Jambu Monyet
Jambu monyet atau jambu mente (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mente adalah kacang mente , kacang mente bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan.

Setelah diambil bijinya biasanya daging buahnya dibuang begitu saja seolah-olah tak berguna, padahal di beberapa daerah buah mente dapat dijadikan sebagai sirop, abon mente.
Daging buah yang berserakan di bawah pohon mente dapat dijadikan alternatif pakan ternak di musim kemarau, baik secara langsung diberikan kepada ternak atau dengan melalui fermentasi dengan menggunakan aspergillus nigger sehingga dapat disimpan dan tahan lebih lama.

Pompa Air Baru Kami Ketinggian 100 M Tanpa Over

/ No Comments

Kami telah memposting artikel sebelumnya yang berjudul Sistem Pompanisasi Harapan Baru Bagi Anggota setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 januari 2012, akhirnya setelah setahun pompa tersebut beroprasi kehawatiram kami terbukti diantaranya : Kerusakan pada bagian generator yang berfungsi untuk menghasilkan listrik 3 phase, dimana pada bagian tersebut mengalami penurunan kemampuan untuk menghasilkan listrik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin, sementara pada bagian mesin diesel juga mengalami berbagai kendala dan yang menjadi kendala selama ini bagi kelompok diantaranya : Mahalnya biaya oprasional BBM (Bahan Bakar Minyak) baik premiun dan solar yang ditanggung kelompok mengingat sistem yang dibangun dalam pompanisasi tersebut adalah dengan menggunakan 2 (dua) pompa, dimana pompa pertama dengan mesin genset dengan bahan bakar premium hanya mampu mengangkat air sejauh 300 meter dengan ketinggian vertikal kurang lebih 20 meter, sementara untuk mengangkat air dari sungai menuju kelompok dengan jauh 800 meter dengan ketinggian mencapai 96 meter tentu dalam hal ini diperlukan pompa pembantu yang jauh lebih kuat, pompa ke dua ini menggunakan mesin diesel untuk menggerakkan generator 3 pahse ini lah yang kerjanya paling berat, yang paling penting dengan pengoprasian ke 2 (dua) mesin tersebut (mesin diesel dan mesin genset)  Biaya oprasional yang ditanggung oleh kelompok sangat mahal.
 

Air yang diangkat oleh kelompok akan ditampung pada sebuah cubang dengan diameter 3 meter, dan kedalaman 4 meter dengan volume macapai 50,24 meter kubik, untuk mengisi cubang/bak air tersebut dengan pompa berjenis Centrifugal yang digerakkan oleh motor listrik tersebut menghabiskan waktu 18 Jam dengan biaya oprasional BBM (Bahan Bakar Minyak) baik solar maupun premium kurang lebih mencapai Rp. 100.000,- 

Dari berbagai permasalahan tersebuat diatas yang dialami oleh kelompok, akhirnya kami berembug bersama seluruh anggota dan telah disepakati oleh anggota kelompok untuk mengganti pompa tersebut dengan pompa yang mampu mengangkat air dari sungai tanpa mesti melalui proses over dan biaya oprasional yang lebih murah dengan sember dana sepenuhnya menggunakan anggaran Kelompok Tani Ternak Pucak Manik. 


Akhirnya kami dari pengurus berusaha mencari pompa tersebut, mulai dari belajar dari petani lainnya yang  menggunakan pompa air sungai untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya seperti petani jeruk, petani cengkeh dan kelompok tani munduk sari desa ularan serta menanyakan langsung kepada penjual pompa air. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump dengan merk Sanchin SCN 45.

Pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump dengan merk Sanchin SCN 45 ini dengan kemampuan 22 ~ 59 L/min, dengan tekanan maksimal mencapai 50 Kg/cm2 akhirnya kami beli dan untuk menggerakkan pompa tersebut kami menggunakan mesin diesel 4 Langkah berpendingin air dengan kemampuan 8,5 PK dengan merk Yanmar (Yanmar series TF 85 MR-di).

Bagaimana Perhitungannya....?
Dari Sisi Pompa Air
Dengan perhitungan jika pompa ini diputar dengan kecepatan rata-rata akan mampu memompa air dengan kapasitas 50 liter/menit untuk memenuhi cubang dengan kapasitas 50,24 meter kubik atau jika di conversi kedalam liter dengan volume 50.240 liter dibutuhkan waktu  selama 1004,8 menit atau 16,7 jam. 

Dari Sisi Mesin Penggerak
Jika mesin diesel Yanmar series TF 85 MR-di dengan daya Maksimal 8,5 PK(HP) dan daya kontinyu 7,5 PK(HP), dengan Keperluan Bahan Bakar 0,15 liter/HP.Jam, dengan Faktor Oprasional Daya mulai dari pemanasan 20 detik hingga pemakaian selama 1 jam sebesar 0,521 maka kebutuhan  solar sebanyak 0,586125/Jam.   jika dihidupkan selama 16 jam untuk memenuhi cubang maka akan dibutuhkan solar sejumlah 9,378 liter dengan biaya oprasional pembelian BBM Solar jika per liter solar dengan harga Rp. 4.500,-/liter akan mencapai Rp.42.201,-

Dari Sisi Efisiensi

Jika dibandingkan dengan pemakaian awal konsumsi bahan bakar pada mesin diesel dan mesin premium yang menggerakkan ke dua Pompa Centrifugal yang menghabiskan biaya oprasional BBM Rp. 100.000,- dibandingkan dengan perhitungan penggunaan 1 (satu) mesin diesel diatas dengan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump menghabiskan biaya oprasional BBM sejumlah Rp.42.201,- akan jauh lebih irit.

Kelemahan :
Kelemahan Penggunaan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump ini yakni pada penambahan biaya perawatan rutin setiap 300 jam yakni pembelian OLI sebayak 1,5 Liter untuk melumasi ke tiga piston pompa. 

Kesimpulan :
Penggunaan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump ini mampu mengangkat air dari sungai menuju kelompok dengan jarak 800 meter dengan ketinggian mencapai 96 meter tanpa Over dan dengan biaya yang relatif murah.

Saran-Saran:

1. Kepada Konsultan Analisis hendaknya mempertimbangkan setiap bantuan yang diberikan kepada petani baik dari sisi efisiensi dan kwalitas, sehingga betul-betul dirasakan manfaatnya dan tidak membebani di kemudian hari.
2. Kelompok Tani Ternak Pucak Manik selaku pemanfaat hendaknya memanfaatkan, menjaga dan merawat dengan baik setiap aset yang dimilikinya sehingga. 

Vidio Conference Dengan Gubernur Bali

Tuesday, December 4, 2012 / No Comments

Pada Tanggal 22 Nopember 2012 Diadakan siaran Langsung Teleconference/Vidio Conference antara Gubernur Bali dengan Masyarakat Desa Lokpakasa, dalam agenda teleconference tersebut diadakan pada 3 titik yakni Desa Lokapaksa, desa kantun dan gedung jaya sabha dan di siarkan langsung di TVRI.
Agenda teleconference ini bertujuan untuk menyarap aspirasi masyarakat secara langsung oleh pemangku kebijakan yakni gubernur bali.

Apakah yang dimaksud video conference? Video conference adalah sarana interaktif yang real time untuk perusahaan, mahasiswa dan individu untuk berkomunikasi melalui audio, video dan teknologi komputer di zona waktu yang sama namun lokasi yang berbeda. Pada prinsipnya, ini merupakan koneksi langsung antara orang-orang di lokasi yang terpisah yang menyediakan gambar video full-motion dan audio berkualitas tinggi.

Peserta rapat melihat dan mendengar satu sama lain selama konferensi, dan dapat berkonsentrasi pada gambar dan interaksi antara para peserta. Teknologi video conference biasanya termasuk akses ke jaringan (ISDN dan IP adalah yang paling umum), konferensi peralatan (monitor, kamera, mikrofon dan speaker), sistem audio, dan codec (singkatan dari coder / decoder). Melalui perangkat ini, video, audio dan sinyal data tersalur secara kompresi selama transmisi.

Manfaat dari video conference sangat banyak. Video conferencing menghemat waktu perjalanan dan uang, mendesak peserta untuk mencapai keputusan yang mungkin tidak datang dengan mudah dalam pertemuan tatap muka, dan memberikan peserta kesempatan untuk melihat bahasa tubuh orang lain dan ekspresi wajah, yang merupakan faktor penting untuk penjualan atau rapat dewan.

Video conferencing memainkan peran membantu peserta berkomunikasi sepenuhnya dengan peserta jarak jauh dan memberikan akses kepada para peserta yang dibatasi oleh lokasi fisik mereka. Teknologi ini menghubungkan kelompok dengan ide-ide mereka, dan itu bermanfaat bagi bottom line perusahaan, atau tujuan pendidikan universitas atau sarana pendekatan antara pemerintah dengan masyarakatnya.



Sebelum agenda ini dilaksanakan berbagai persiapan dilaksanakan baik oleh TVRI sendiri, pemerintah dan aparat desa lokapasa berserta masyarakat. Dalam kegiatan ini masyarakat desa lokapaksa menyambut hangat dengan sorak dan tepuk tangan yang meriah, bebrapa permasalahan penting yang disampaikan oleh masyarakat desa lokapaksa diantaranya : peningkatan program bedah rumah, program JKBM serta yang menjadi point penting bagi kelompok pelaksana SIMANTRI adalah kelompok mengharapkan bantuan Jalan Produksi Pertanian yang sangat dibutuhkan bagi kelompok dan kelompok mengharapkan produk-produk kelompok pelaksana simantri dapat dibantu baik dari segi uji lab kandungan pupuk dan bio urine hasil produksi kelompok serta dari sisi pemasaran produk simantri itu sendiri.

Melalui kesempatan ini, kami kelompok pelaksana simantri Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Desa Lokapaksa mengucapkan terimakasih kepada gubernur bali dan kami berharap program-program yang pro rakyat yang menyentuh masyarakat miskin secara langsung dapat terus dijalankan secara berkelanjutan.

Selaraskan Hubungan Manusia VS Sang Pencipta

Monday, October 22, 2012 / No Comments
Sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yakni :
VISI : “Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Dengan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana”
MISI : "Meningkatkan Seradha Bhakti Kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, dengan dilandasi oleh semangat rasa persaudaraan antar anggota kelompok, didalam menggali segenap potensi diri dan alam sekitar kita dengan konsep berwawasan lingkungan, dalam mencapai kesejahteraan bersama".

Dari Visi dan Misi tersebut diatas terdapat penyelarasan hubungan manusia dengan sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa). Ini Point Pertama, walaupun hal ini tidak tampak real namun bila di hayati dengan baik akan mampu menjadikan sebuah spirit POSITIF dalam sebuah pengembangan pembangunan kelompok.

Dari tetua kami di bali mempercayai sebuah konsep keselarasan hubungan antara Manusia, Sang Pencipta dan Alam, yang mana konsep inilah yang di sebut dengan "Tri Hita Karana", sebagaimana yang menjadi landasan visi dan misi kelompok Kami.

Tepatnya Pada tanggal :25 April 2012 kami Kelompok Tani Ternak Pucak Manik melakukan sebuah upacara keagamaan di lingkungan kelompok kami yakni Upacara Pemelaspasan Bangunan Pelinggih Penunggu Karang dan Bangunan Cubang/Bak air beserta Tempat Mesin.
Upacara ini dilakukan bersama dengan seluruh anggota kelompok kami dengan penuh suka cita, penuh kegotong-royongan dan kebersamaan.

Adapun Tujuan dari Upacara Pemelaspasan ini adalah untuk menyucikan bangunan Pelinggih Penunggu Karang dan bangunan Cubang/Bak Air yang baru selesai di bangun di lingkungan kelompok kami, sehingga kedepan dengan tersucikannya bangunan-bangunan diharapkan mampu memberikan sebuah fibrasi positif dan manfaat yang positif bagi Anggota Kelompok kami dalam menjalankan sebuah usaha berbasis kelompok ini.

Adapun Agenda Kegiatan dalam prosesi ini adalah sebagai Berikut :
1. Pembersihan Lingkungan sekitar Kandang
2. Pemasangan Busana Pelinggih
3. Penataan Banten
4. Upacara Pecaruan
5. Upacara Penyapsap
6. Upacara Pemendak
7. Upaca Ngelinggihang
8. Persembahyangan Bersama

Upacara ini dilakukan seharian penuh dari pagi hingga sore hari dengan di puput oleh Pemangku adat desa lokapaksa.

Kami Berharap Semoga energi fositif datang dari segala penjuru, usaha peternakan sapi kami mendatangkan keuntungan dan yang lebih penting persatuan dan persaudaraan antar anggota kami selalu terjalin dengan baik.

F1 Lahir di Kandang Koloni Kami

Sunday, October 21, 2012 / No Comments
Selamat Pagi para blogger, sebelumnya kami mohon maaf karena baru bisa posting sebuah artikel, mengingat kegiatan admin akhir-akhir ini begitu padat. 

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah proggres perkembangan kelompok kami terkait usaha pembibitan sapi bali yang kami lakukan, yang mana tulisan ini terkait dengan artikel kami sebelunya yang berjudul "Awalnya Ragu, Akhirnya Ketagihan di Suntik" mengenai hasil Inseminasi buatan (IB) atau yang lebih dikenal dengan Kawin Suntik.

Pada tulisan kami sebelunya mengangkat mengenai keragu-raguan petani dalam melakukan IB pada ternak mereka dan setelah melihat hasilnya berupa kelahiran Pedet/Godel sapi bali hasil IB akhirnya para petani ketagihan untuk meng IB sapi mereka.

Terkait dengan postingan kali ini F1 Lahir di Kandang Koloni Kami, ini sebagai tanda bahwa sebagian besar bibit sapi yang kami pelihara dari Pertengahan Tahun 2010 kini telah rata-rata melahirkan anak yang ke 2, dimana pada perkawinan yang pertama tidak menggunakan IB melainkan melalui kawin alami, dan pada perkawinan yang ke 2 ini seluruh sapi-sapi kami telah di IB dan hasilnya sebuah F1 bibit sapi bali.

Anakan F1 hasil IB sapi kami ini telah lahir dengan hasil yang menggembirakan. Dengan kasat mata kami bisa membedakan perbedaan yang jauh lebih baik apabila menggunakan IB dibandingkan dengan Kawin alami.

Perbedaan yang kelihatan jelas diantaranya : Bobot dan ukuran kelahiran yang jauh berat dan besar dibandingkan kawin alami, Bentuk Postur Tubuh yang  jauh lebih baik, saat baru lahir bulunya lebih merah dan lebih tebal.

Anakan Sapi-sapi kami yang Hasil IB yang pertama kali ini Kami sebut F1, kenapa F1..?, dimana F adalah Filial yang dalam istilah Genetika bila diterjemahkan berarti anak, dimana anakan ini di hitung berdasarkan hasil dari proses IB, dengan mengasumsikan induknya adalah bibit Bukan Hasil IB, sehingga induknya kami sebut F0, dan selanjutnya bila F1 ini nanti dikawinkan dengan pola IB dan melahirkan anak yang kami sebut F2 dan seterusnya.

Jadi dalam Hal ini kami baru memiliki F1 hasil IB, dan mulai saat ini pengkodingan data sapi-sapi kami akan kami lakukan dengan baik sehingga kedepan kami bisa memiliki sebuah database berupa Silsilah keturunan Sapi yang jelas produksi kelompok kami.

Komitmen kami adalah bila anakan hasil IB ini Betina tidak akan pernak kami jual dan akan kami kembangkan untuk menghasilkan Filial (F selanjutnya) sehingga kedepan kami akan mampu memproduksi bibit sapi bali yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang.

Kedepan apabila F0 ini kami pelihara dengan masa produktif sampai 6 kali beranak, dengan asumsi setiap 14 bulan sapi bali produktif melahirkan anak, dan dengan asumsi anak yang dilahirkan betina maka dalam kurun waktu 7 Tahun kedepan kami memiliki 5 ekor F1 dari se ekor induk F0, 3 ekor F2 dari seekor F1, dan 1 ekor F3 dari sekor F2, maka dalam kurun waktu 6 tahun kedepan dengan total bibit unggul sejumlah 9 ekor. 
Pencapaian ini bukan tidak mungkin, mengingat jumlah F0 di kandang koloni kami saat ini sejumlah 24 ekor.

Cita-Cita kami kedepan dalam upaya mencapai F5 nantinya kami akan membangun sebuah sistem informasi  Recording Sapi Bali berbasis Komputerisasi, sistem ini nantinya identik dengan SISDUK (Sistem Informasi Kependudukan), dan kami saat ini dalam proses Perancangan Sistem baik itu ERD (Entitas Relationship Diagram), DFD (Data Flow Diagram) dan Flowchart serta software pengembangan sistem ini kemungkinan terbesar menggunakan VB.Net dengan database SQL.

Setelah sistem kami berhasil nanti kami akan share kembali di sini, akhir tulisan ini kami berharap semoga tidak ada halangan dan hambatan yang berarti dan cita-cita kami tercapai. Salam Sukses untuk Kita Semua dan Petani Indonesia Sejahtera

(Admin : Prince_ER)

Kunjungan Gubernur Bali Ke SIMANTRI Lokapaksa

Tuesday, August 21, 2012 / No Comments
Kelompok Tani Ternak Pucak Manik merupakan salah satu kelompok inti sektor peternakan dalam program SIMANTRI Tahun 2010 Gapoktan Tri Loka Amertha desa Lokapaksa. Kelompok ini telah menjalankan program SIMANTRI dari tahun 2010 dan hingga kini telah berhasil menjalankan program ini mulai dari pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak, memproduksi pupuk organik baik pupuk organik kompos maupun pupuk organik cair dari urine sapi yang disebut dengan Bio urine, pupuk organik ini dengan bahan dasar dari limbah perternakan yang kemudian di olah melalui proses fermentasi mikroba. Hasil produksi pupuk organik tersebuat telah berhasil diserap oleh para petani untuk di aplikasikan pada lahan pertanian mereka. 

Pengelolaan di sektor peternakan, anggota kelompok ini sampai saat ini memelihara sapi di kandang koloni milik kelompok sebanyak 24 ekor sapi bibit betina dan kini sudah rata-rata beranak dan bunting yang kedua kalinya dan 10 ekor sapi jantan penggemukan, sedangkan populasi pada masing-masing anggota rata-rata telah memelihara 5 ekor sapi baik di kandang koloni milik kelompok maupun di masing-masing rumah anggota kelompok. 
Kegiatan kelompok ini berjalan dengan baik mulai dari hulu hingga hilir dan kini kelompok ini telah berhasil mengembangkan sebuah lembaga keuangan KOPERASI TANI yang di beri nama KOPTAN Werdhi Sadhana. Keanggotaan koperasi ini sudah berkembang sangat pesat dan kini mampu mewadahi beberapa Kelompok Tani baik yang ada di lingkungan desa maupun sampai keluar Desa Lokapaksa. 

Kunjungan Gubernur Bali ke lokasi Simantri 022 Desa Lokapaksa ini disambut hangat oleh pengurus dan anggota kelompok, kunjungan ini mamberikan sebuah spirit moril dalam membangun kebersamaan, membangun keutuhan dan membangun perekonomian dalam kegiatan usaha berkelompok di kelompok kami. 

Keberadaan kami tidak ada apa-apanya jika tidak di dorong oleh semua pemangku kebijakan/pemerintah, untuk itu kami Kelompok Tani Ternak Pucak Manik menghaturkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Bali, Dinas Pertanian Propinsi bali, Dinas Peternakan Propinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, dan semua pihak yang telah membantu kami hingga kami menjadi seperti sekarang ini. Besar harapan kami kedepan untuk lebih diperhatikan keberadaan kami melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kami dengan melihat kondisi kami yang masih membutuhkan perhatian atas kekurangan yang ada pada kami.

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali

Thursday, June 14, 2012 / No Comments

selayaknya usaha penggemukan sapi bali pada pembahasan artikel sebelumnya, maka dalam dunia usaha pembibitan sapi bali sangatlah perlu juga dilakukan sebuah analisis sebagai bentuk kajian terhadap sebuah usaha pembibitan sapi bali, apakah kiranya usaha tersebut akan mendatangkan keuntungan atau malah impas atau bahkan menelan pil pahit sebuah kerugian yang nilainya amat besar...!, untuk itu kami kelompok tani ternak pucak manik berusaha melakukan sebuah analisis usaha, selayaknya metode yang telah dibahas sebelumnya dalam artikel Metode Analisis Usaha.

KONSEP USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Konsep Usaha yang akan dikembangkan adalah usaha pembibitan sapi bali, dengan berbasis usaha kelompok dengan menggunakan sample dari program SIMANTRI, dimana dalam program tersebut kelompok mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam pengembangan usaha, dalam hal ini semua bentuk bansos dari pemerintah kepada kelompok akan tetap dihitung sebagai modal kelompok, dan pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama anggota kelompok dengan di koordinir oleh pengurus kelompok, dengan pola bagi hasil sesuai dengan aturan (awig) yang telah di tetapkan bersama.

ASUMSI-ASUMSI USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Pembibitan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bibit yang dipelihara sebanyak 20 ekor jenis bibit Sapi Bali dengan harga awal Rp. 4.000.000/ekor dan sapi sudah bunting atau siap kawin, dipakai sebagai bibit selama 5 tahun atau 5x beranak dengan asumsi sapi dipelihara selama 1 tahun dan menghasilkan 1 ekor pedet.
3. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 25.000.000,00 dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.
4. Biaya Pembangunan Gudang Pakan Sebesar Rp. 8.000.000,00
5. Biaya Pembangunan Gudang Kompos Sebesar Rp. 8.000.000,00
6. Biaya Pembangunan Unit Bio Urine Sebesar Rp. 8.500.000,00
7. Peralatan usaha dibutuhkan sebesar Rp 250.000/tahun,
8. Jasa Petugas IB Rp. 50.000,-/Straw dengan asumsi sekali IB langsung Bunting, dengan prosentase mortalitas kelahiran pedet jantan dan betina = 50:50 (%)
9. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 10.000/ekor/Bulan
10. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 kg kering dengan harga Rp. 1000/kg
11. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 Liter dengan harga Rp. 500/Liter
12. Diberi Pakan Tambahan berupa mineral : 1 kg x 20kor x 12 bulan dengan harga Rp. 5.000/Kg
13. Tidak membebankan biaya pakaan, mengingat pakan diberikan langsung oleh anggota yang memelihara sapi tersebut.

14. Biaya pembangunan biogas tidak dihitung.
15. Biaya-biaya investasi diperoleh dari bantuan program pemerintah sebagai modal awal dengan asumsi tanpa pengembalian baik pokok dan bunga modal.
16. Biaya-biaya investasi ditaksir dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.


ASPEK TEKSIS USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha Pembibitan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :



A. Populasi Awal Pembibitan
20
Ekor

B. Harga Beli Bibit Sapi Bali
4.000.000
Rp/Ekor
2
Periode Pembibitan :



A. Jumlah Bulan Pembibitan
12
Bulan

B. Jumlah Hari Pembibitan
360
Hari
3
Produksi Sapi Pembibitan :



A. Penjualan Pedet Umur 6 Bulan
3.000.000
Rp/Ekor

B. Harga Jual Induk Sapi Setelah 5x Beranak
5.000.000
Rp/Ekor
4
Produksi Pupuk :



A. Produksi Kotoran Basah (60% Pakan Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari

B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari

C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg

E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari

F. Harga Bio Urine Sapi
500
Rp/Liter
5
Biaya Penyusutan Usia Ekonomis 5 tahun



A. Peny. Bangunan Kandang (10%/Tahun)
2.500.000
Rp/Th

B. Peny. Bangunan Gudang Pakan Ternak (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th

C. Peny. Bangunan Gudang Kompos (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th

D. Peny. Bangunan Bio urine (10%/Tahun)
850.000
Rp/Th

E. Peny. Peralatan Kandang (100%)
250.000
Rp/Th
6
Pakan, Obat, Vaksin dan Vitamin :



A. Konsumsi HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari

B. Konsumsi Mineral (1kg/ekor/bulan)
1
Kg/Ekor/Bln

C. Harga HMT
500
Rp/Kg

D. Harga Mineral
5.000
Rp/Kg

E. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/Ekor/Bln

F. Biaya JASA IB
50.000
Rp/Ekor/Thn
7
Biaya Lain-Lain :



A. Kebutuhan Listrik
0,2
Kwh/Hari

B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh

C. Kebutuhan Air
20
M3/Bln

D. Biaya Air
5.000
Rp/M3

ANALISIS KEUANGAN USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari Pembbibitan sapi bali adalah sebagai berikut :
ANALISIS PEMBIBITAN SAPI BALI
( PERIODE 1 Tahun Pembibitan)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI

1. Bangunan Kandang (Kap. 20)
1
Unit
25.000.000
25.000.000

2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
8.000.000
8.000.000

3. Bangunan Gudang Kompos
1
Unit
8.000.000
8.000.000

4. Bangunan Pengolah Bio-Urine
1
Unit
8.500.000
8.500.000

5. Peralatan Kandang
1
Paket
250.000
250.000

TOTAL BIAYA INVESTASI
49.750.000
2.
BIAYA VARIABEL

1. Pembelian Bibit Sapi Siap Bunting
20
Ekor
4.000.000
80.000.000

2. Biaya HMT
250
Kg
288.000


3. Mineral
20
Kg
5.000
100.000

4. Vitamin dan Obat-obatan
12
Bulan
20.000
240.000

5. Biaya Listrik
72
Kwh
1.000
72.000

6. Biaya Air
240
M3
2.500
600.000

7. Jasa Petugas IB
20
ekor
50.000
1.000.000

TOTAL BIAYA VARIABEL
82.012.000
3.
BIAYA TETAP

1. Penyusutan Kandang
10%
%/thn
25.000.000
2.500.000

2. Penyusutan Gudang Pakan
10%
%/thn
8.000.000
800.000

3. Penyusutan Gudang Kompos
10%
%/thn
8.000.000
800.000

4. Penyusutan Bio Urine
10%
%/thn
8.500.000
850.000

5. Penyusutan Peralatan Usaha
100%
%/thn
250.000
250.000

TOTAL BIAYA TETAP
5.200.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
136.962.000
B. PENERIMAAN





1. Penjualan Pedet Usia 5 Bulan
20
ekor
3.500.000
70.000.000

2. Penjualan Induk Setelah 5x Beranak
20
ekor
6.000.000
120.000.000

2. Penjualan Pupuk Kompos
36.000
Kg
1.000
36.000.000

3. Penjualan Bio Urine
36.000
Liter
1.000
36.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
262.000.000
D. KEUNTUNGAN
125.038.000
E. B/C RASIO
1,912939355

ANALISI CASHFLOW USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Analisis cashflow ini menggambarkan nilai investasi yang telah dilakukan berikut keuntungan/kerugian yang telah diperoleh oleh kelompok
No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
III
IV
V
I
PENDAPATAN





1
Penjualan Induk
0
0
0
0
120.000.000
2
Penjualan Pedet
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
2
Penjualan Pupuk
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000

TOTAL PENDAPATAN
142.000.000
142.000.000
142.000.000
142.000.000
262.000.000
II
PENGELUARAN





A
BIAYA INVESTASI





1
Bangunan Kandang Koloni
25.000.000
0
0
0
0
2
Bangunan G. Pakan
8.000.000
0
0
0
0
3
Bangunan G. Kompos
8.000.000
0
0
0
0
4
Bangunan Bio Urine
8.500.000
0
0
0
0
5
Peralatan Kandangan
250.000
0
0
0
0
B
BIAYA TETAP





1
Pembelian Bibit Sapi
80.000.000
0
0
0
0
3
Penyusutan Kandang
0
2.500.000
2.500.000
2.500.000
2.500.000
4
Penyusutan G. Pakan
0
800.000
800.000
800.000
800.000
5
Penyusutan G. Kompos
0
800.000
800.000
800.000
800.000
6
Penyusutan Bio Urine
0
850.000
850.000
850.000
850.000
7
Penyusutan Peralatan
0
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL





1
HMT
0
0
0
0
0
2
Mineral
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
3
Jasa Petugas IB
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
240.000
240.000
240.000
240.000
240.000
5
Biaya Listrik
72.000
72.000
72.000
72.000
72.000
6
Biaya Air
600.000
600.000
600.000
600.000
600.000

TOTAL PENGELUARAN
131.762.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
IV
KEUNTUNGAN PER TAHUN
10.238.000
134.788.000
134.788.000
134.788.000
254.788.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
0,7117
0,6355
0,5672
2
Nilai Sekarang (PV)
9.140.486
107.439.515
95.928.620
85.657.774
144.515.754
3
(B/C) Ratio
0,07
0,95
0,95
0,95
0,97
4
NPV
442.766.440
KESIMPULAN
Bahwa dalam usaha pembibitan sapi bali apabila dilakukan dalam skup kelompok akan diperoleh nilai keuntungan yang besar dengan B/C Ratio di tahun pertama 0,07 mengingat biaya investasi di tahun pertama yang sangat besar dan pada tahun-tahun berikutnya akan diperoleh B/C Ratio sebesar 0,95.
Akan tetapi jika kita membebankan biaya HMT pada modal selayaknya skala usaha yang bukan berbasis kelompok maka pada tahun I (Pertama) akan mengalami kerugian, dan di tahun ke berikutnya baru memperoleh keuntungan dengan.
Dengan tetap memperhitungkan Bansos sebagai modal dingin dengan perhitungan penyusutan maka pada usia kelompok yang ke 10 tahun, maka kelompok sudah bisa mengembangkan lagi usahanya 2x lipat dengan asusmsi mengabaikan keuntungan tahun-tahun sebelumnya sebagai modal. 

Sudah selayaknya kelompok usaha pembibitan sapi bali memperoleh sebuah INSENTIF baik berupa insentif sapi betina produktif dari pemerintah, mengingat Program Penyelamatan Sapi baik dalam mendukung penyelamatan Plasmanutfah genetik sapi bali maupun mendukung swasembada daging sapi 2014 mendatang, mengingat nilai keuntungan di tahun I (pertama) yang sangat kecil dibandingkan usaha jasa contohnya usaha jasa pembuatan web desingn, usaha jasa service computer, usaha jasa cleaning service maka tidak heran para generasi muda kita meninggalkan pertanian di kampung halamannya.