News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Lingkungan"

Pakan Alternatif Ternak Sapi di Musim Kemarau

Monday, January 21, 2013 / No Comments
Di negara negara dengan iklim tropis seperti indonesia memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan bila kita lihat setiap daerah akan memiliki topografi yang berbeda, ada desa dengan topografi berbukit dengan cuca yang sejuk, ada daerah dengan topografi yang landai dan ada juga daerah dengan topografi berbukit dan landai bagitu juga dengan ketersediaan air untuk pertaniannya.

Desa kami di Desa Lokapaksa tepatnya di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Kelompok  kami berdiri di Banjar Dinas Bukit Sakti berada pada wilayah perbukitan dimana masyarakatnya bergelut di sektor pertanian dan peternakan dengan pola pertanian tegalan/tadah hujan. Ketika di musim hujan mereka aktif mengolah lahan mereka dengan ditanami beragam jenis tanaman pangan dan perkebunan dan ketika musim kemarau datang para peternak akan mengalami kesulitan penyediaan pakan ternak untuk ternak sapi merka.

Kesulitan pakan di musim kemarau ini mungkin hampir dialami oleh peternak di indonesia terutama daerah kering yang jauh dari sumber mata air. Para petani ternak harus cerdas menyiasati permasalahan tersebut baik dengan jalan menabung pakan ternak disaat musim pakan berlimpah (musim hujan) baik berupa rumput gajah, rumput lapangan dan rerumputan lainnya (Strata I) dengan pola pengawetan fermentasi Silase, menampung limbah pertanian sebagaimana konsep Simantri 022 ini baik berupa jerami padi, jerami kacang dan lain sebagainya (Strata II) dalam bentuk HAY, serta penanaman Hijauan Pakan Ternak/Kebun HMT di Lahan Kering yang bersumber dari tanaman keras yang tahan terhadap musim kemarau/kekeringan seperti Lamtoro, turi, waru dan pohon gamal, daun Intaran/Mimba, daun Gamelina, daun Sonekeling dllnya dan yang terakhir adalah pemanfaatan limbah perkebunan seperti batang dan daun pisang, daun dan pelepah kelapa, Buah Jambu Mente/jambu monyet. Untuk itu mari kita bahas satu persatu.

1. Pohon Pisang
Siapa yang tidak kenal nama pisang ini, pohon yang berasal dari suku Musaceae,  Pohon pisang menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pohon Pisang adalah tanaman yang sangat tahan terhadap musim kemarau, limbah dari perkebunan pisang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dikala musim kemarau baik itu pakan ternak sapi maupun babi.
Pemanfaatan limbah perkebunan pisang ini untuk pakan mulai dari bonggol pisang, batang pisang, jantung pisang, tandan pisang, pelepah dan daun pisang.

2. Daun dan Pelepah Pohon Kelapa
Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, mulai dari akar, batang, hingga daun dan pelepahnya. Dibalik berbagai manfaat dari tanaman ini ternyata pada bagian Pelepah dan daunnya dapat kita gunakan sebagai alternatif pakan ternak sapi disaat musim pacekelik pakan terutama pada musim kemarau yang panjang. daunnya bisa langsung diberikan pada ternak sapi namun pada bagian pelepahnya harus dikupas kulit pelindungnya yang keras baru kemudian pada bagian dalam kulit tersebut diberikan pada ternak sapi.

3. Buah Jambu Mente/Jambu Monyet
Jambu monyet atau jambu mente (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mente adalah kacang mente , kacang mente bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan.

Setelah diambil bijinya biasanya daging buahnya dibuang begitu saja seolah-olah tak berguna, padahal di beberapa daerah buah mente dapat dijadikan sebagai sirop, abon mente.
Daging buah yang berserakan di bawah pohon mente dapat dijadikan alternatif pakan ternak di musim kemarau, baik secara langsung diberikan kepada ternak atau dengan melalui fermentasi dengan menggunakan aspergillus nigger sehingga dapat disimpan dan tahan lebih lama.

Menyulap Lahan Kritis Menjadi Kebun Organik

Monday, April 2, 2012 / No Comments
Desa Lokapaksa, khususnya Banjar Bukit Sakti bagian atas merupakan lahan kritis, dengan potensi pertanian tegalan, peternakan dan daerah perkebunan, dikala musim penghujan para petani begitu menggebu-gebu menggarap lahan tegalan mereka untuk ditanami beraneka ragam tanaman palawija seperti jagung, ketela pohon, undis, komak, kecipir/kelongkang, cabe, pohon pisang dan lain sebagainya sebagai penunjang pendapatan mereka nantinya, mengingat lahan tegalan yang hanya bisa ditanami dikala musim penghujan tiba, sedangkan di musim kemarau petani tidak bisa memanfaatkan lahan pertanian mereka.

Kelompok Tani Ternak Pucak Manik Semenjak masuknya Program SIMANTRI telah berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan lahan kritis yang ada disekitar lingkungan kandang koloni kami semaksimal mungkin.
Proyek kami adalah Menyulap lahan kritis menjadi kebun organik, kebun organik percontohan milik kelompok kami, kami tanami dengan pisang, cabe, ketela rambat diatas tanah porus dan bebatu.
Dengan memanfaatkan Pupuk Organik Produksi Kelompok Kami baik pupuk padat kompos, bio urine dan limbah biogas yang ada untuk memupuk tanaman dan media tanam kebun kami.

Saat ini kami telah berhasil menyulap lahan kritis porus dan berbatu yang dulunya hanya terbengkalai begitu saja dan digunakan sebagai tempat gembalaan / ngangon sapi. kini telah berhasil ditanami cabe, pisang, ketela rambat, sereh, dan kami kedepan berencana mencoba menanam cengkih dan tanaman kopi setelah air kelompok nanti bisa beroprasi dengan lancar.


Saat ini kami telah memanfaatkan produk pupuk kelompok kami unuk memupuk lahan-lahan tegalan, dan ada beberapa lahan persawahan untuk padi.  Pada lahan tegalan dipergunakan untuk memupuk pohon durian, mangga, rambutan, cengkih, tanaman kopi, pisang, cabe dan pohon jati. sedangkan untuk lahan persawahan dipergunakan untuk memupuk padi walaupun pemakaiannya belum bisa secara maksimal mengingat petani telah mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Setahun Pra dan Pasca SIMANTRI 2010

Monday, July 11, 2011 / No Comments
SIMANTRI (Sistem Manajement Pertanian Terintegrasi) Merupakan Salah satu program pemerintah provinsi bali di bidang pertanian dalam arti luas dalam rangka mempercepat adopsi teknologi pertanian yang merupakan pengembangan model percontohan dalam rangka alih teknologi kepada masyarakat pedesaan, Khusunya Gapoktan Tri Loka Amertha, Desa Lokapaksa,  Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, SIMANTRI 022 yang di mulai dari awal tahun 2010 ini kini masih berjalan dengan baik, walaupun dengan segenap hambatan, tantangan dan rintangan yang ada akan tetap berjalan sejalan dengan tujuan pemerintah, dengan dukungan kelompok ternak pucak manik sebagai kelompok inti sektor peternakan dalam gapoktan.
Melalui Kesempatan ini kami sampaikan berbagai kemajuan yang mulai nampak secara nyata  dalam perjalanan SIMANTRI-022 sebelum adanya SIMANTRI (Pra SIMANTRI) Hingga kini hampir setahun berjalan SIMANTRI.

KONDISI PRA-SIMANTRI
Sebelum adanya program SIMANTRI masuk ke desa lokapaksa kondisi real yang terjadi secara kelembagaan petani di dalam kelompok tani, kelompok ternak, dan subak yang ada di desa memang sudah ada namun hanya beberapa kelompok yang aktif diantaranya : Subak-subak yang ada di lokapaksa, dan satu-satunya kelompok ternak yakni : Kelompok Ternak Pucak Manik, sisanya kelompok lain sebagian besar tidak aktif, Bahkan GAPOKTAN itu sendiri belum mampu sebagai lembaga aktif yang mampu mewadahi kelompok tani di desa lokapaksa selayak fungsinya. Ditinjau dari Sikap Mental Anggota masyarakat cenderung Apatis, terhadap hal-hal yang baru sehingga tidak jarang setiap bantuan yang masuk ke lokapaksa bermasalah, lihat saja contohnya : Program CBD, Program SPP melalui PNPM mandiri, kasus penjualan aspal bantuan oleh oknum ......, serta dengan melihat sederet masalah yang ada dari kasus kekerasan hingga pelenyapan Bantuan membuat hati kami jengah selaku masyarakat lokapaksa, ini akan kami buktikan melalui KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK sebagai pelaksana SIMANTRI 022 SEKTOR PETERNAKAN untuk jengah mengamankan Nama Baik Desa LOKAPAKSA yang kami cinta.

Dari Sisi Pertanian di Lokapaksa tergolong memiliki luas wilayah yang luas diantara desa di kecamatan seririt. Petani PRA-SIMANTRI, cenderung menggunakan pupuk kimia/UNORGANIC baik di lahan kering/tegalan, mapun di sawah. biasanya limbah pertanian tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tidak jarang di saat panen raya tiba banyak terdapat limbah jerami yang dibakar begitu saja, kepulan asap di tengah sawah menyebar ke angkasa.

Di sisi Peternakan sebagian besar dikelola secara tradisional/tanpa pengetahuan, Limbah ternak berceceran terkadang mengotori tubuh sapi itu sendiri sampai begitu tebal, Sapi-sapi peternak sebagian besar tidak dikandangkan, ditambatkan di tegalan/dibawah pohon, yang ketika musim hujan dari ujung kaki hingga lutut terbenam diantara kotoran-kotoran mereka, bau menyengat, dengan buyung berterbangan kondisi ini sangat menjijikkan.
Sapi-sapi para Peternak  merupakan sapi GADUHAN di bali dengan istilah KADAS-MENGADAS, dengan berbagai pola pembagian hasil yang TIDAK ADIL bagi peternak, terkadang yang membuat hati miris adalah ditengah kesusahan, para peternak telah mencairkan/menguangkan/Mengontrakkan Kandungan Sapi mereka kepada orang yang lebih mampu, dengan harga yang tidak sepadan, misalnya jika usia kandungan mencapai 6-8 bulan dikontrakkan dengan kisaran harga Rp. 500.000,00 Sampai dengan Rp. 700.000,00. Padahal tinggal menunggu beberapa bulan saja petani dikalahkan berlomba dengan kebutuhan hidup  standar mereka, LENGKAP SUDAH CERITA SENGSARA PETANI..............!
Pola pemberian pakan sapi sebagian besar pakan seadanya, saat-saat musim pacekelik/musim kemarau merupakan musim sulit pakan, ditambah dengan kecenderungan Kebutuhan biaya sekolah di tahun ajaran baru, ditambah lagi dengan Menurunnya HARGA SAPI...! INILAH KENYATAANNYA.......!
PRA-SIMANTRI Peternak memang mampu mejual PUPUK Kandang, namun Pupuk kandang mereka belum di fermentasi, harganya kisaran Rp.2.000,00 per Kampil dengan taksiran berat 20 KG, petani tidak mengenal istilah BIO-GAS, BIO-URINE, BIO-KULTUR apalagi PESTISIDA NABATI....! sangat jauh bayangan mereka terdap teknologi.


SETAHUN PASCA-SIMANTRI 

Setelah Program SIMANTRI ini berjalan selanjutnya kami sebut dengan PASCA-SIMANTRI, yang mana konsep integrasi yang kami rencanakan dari awal yakni Integrasi Tani Ternak baik di lahan Kering dengan melibatkan Subak Tegalan dengan potensi Tanaman Perkebunan, Tanaman kehutanan dan Tanaman Pertanian Palawija, sedangkan di Lahan Sawah dengan melibatkan Subak yang ada dengan potensi : Padi dan Palawija, sedangkan di sektor peternakan dengan Menunjuk KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK sebagai pelaksananya. 
Perjalanan SIMANTRI-022 Desa lokapaksa kini sudah berjalan hampir setahun, banyak hal positif yang perlu kita apresiasi, terus terang kami bukan butuh REWARD berupa uang atau tambahan Sapi dari pihak manapun, kami hanya ingin nama baik desa lokapaksa di mata orang-orang, bahwa kami ORANG KERAS dalam hal-hal yang positif, bahwa kami desa USAHA...! oke kita bahas satu persatu perkembangan SIMANTRI-022 DESA LOKAPAKSA.
Secara Kelembagaan Petani Baik di KELOMPOK TANI maupun di GAPOKTAN kini sudah mulai merasakan manfaat penting dari kebersamaan membangun usaha kelompok, Kelompok kelompok mulai tumbuh lagi dan mau menata diri untuk menatap masa depan, Adapun IMBAS dari pembelajaran SIMANTRI-022 desa lokapaksa adalah dengan Bangkitnya kembali Kelompok Tani Ternak Murdha Sadhana, Berdirinya Kelompok Wanita Tani (KWT) MANIK AMERTHA, yang merupakan gabungan dari istri anggota Kelompok Ternak Pucak Manik dan Kelompok Tani ternak Murdha Sadhana, yang MEMBANGGAKAN adalah pada tanggal 15-Januari 2011 Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Sepakat mendirikan KOPERASI TANI (KOPTAN) WERDHI SADHANA, yang kini anggotanya sudah semakin bertambah dari anggota KTT. Murdha Sadhana, Anggota KWT. Manik Amertha, dan baru bebrapa dari anggota subak di lokapaksa. kini sedang dalam tahap pengajuan Badan Hukum. Kelompok Ternak PUCAK MANIK telah mampu MENGIMBAS kan tidak hanya kepada kelompok di desa lokapaksa, tetapi juga KELOMPOK di LUAR DESA salah satunya adalah Kelompok Tani Ternak MUNDUK SARI DESA ULARAN, yang mana kini menjadi pelaksana inti sektor peternakan SIMANTRI-064 GAPOKTAN SABHA KARYA WINANGUN Desa Ularan.
Masih Banyak Lagi pertumbuhan kelompok akibat imbas SIMANTRI-022 Desa Lokapaksa, namun kini tinggal Bagaimana GAPOKTAN bisa Mengakomodasi POKTAN-POKTAN yang ada sehingga mampu menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) didesa selain KOPERASI TANI (KOPTAN) WERDHI SADHANA hasil bentukan Kelompok Ternak Pucak Manik.

Di Sektor Pertanian yang dikelola oleh Subak Sawah dan Tegalan kini petani setiap panen raya sudah tidak lagi membakar jerani mereka, jerami sebagian besar telah di manfaatka oleh petarnak baik yang tergabung dalam POKTAN maupun yang Tidak. semua limbah ditabung dan dikeringkan untuk persediaan pakan ternak mereka, walaupun belum sebagian petani mau mengolah dalam bentuk fermentasi pakan. Penggunaan pupuk organik telah digunakan oleh petani berkat sosialisasi PPL melalui SL di setiap subak, dengan bantuan pupuk organik pabrik dari pemerintah, kedepan harapan kami subak mau 100% menggunakan pupuk produk SIMANTRI tentu dengan bantuan dari pihak pemerintah dalam kebijakan mereka membangun pertanian organik. 
 Penggunaan Pupuk Produk SIMANTRI yang berupa KOMPOS kini lebih banyak dimanfaatkan oleh Petani HOLTIKULTUR untuk tanaman Keras Seperti Mangga, Rambutan, Durian dan Cengkeh. sedangkan dalam bentuk BIO-URINE belum begitu populer dan baru digunakan oleh Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik dan beberapa dari subak Lebah Semawa untuk diaplikasikan ke PADI, dengan hasil Buliran padi yang besar dan lebih Berat tutur pengguna.
Di sektor peternakan itu sendiri peternak telah menyadari pentingnya kesehatan ternak mereka jika dibandingkan dengan sapi tanpa kandang jelas pertumbuhan dan kesehatanya lebih terganggu. Anggota kelompok inti sektor peternakan kini sudah mengenal Manajement Peternakan sapi, Pengolahan Limbah, Pengolahan pakan dan Jamu Sapi. Setiap 3 bulan sapi di suntik dengan Vitamin Bcomplex, DiVAKSIN tergantung persediaan VAKSIN dinas, serta pemberian pakan Tambahan berupa MINERAL dan Probiotik.

Dalam rangka perbaikan mutu genetik sapi, pemerintah telah melatih anggota kami mejadi PETUGAS INSEMINATOR (IB), dengan berbagai tantangan dalam menyadarkan petani untuk mau IB dilakukan, Lihat artikel kami DISINI, Setelah melihat contoh hasil IB mereka baru mau melaksanakan IB. 
Kegiatan Pengolahan Pupuk Kandang Baik padat Maupun Cair tetep berlangsung, seiring dengan pesanan dari petani cengkeh dan durian di desa UNGGAHAN, "kemarin sebelum galungan dapet ngirim 1 ton, kini pesanan 2 ton untuk diambil setelah hari raya kuningan" begitu penuturan seksi produksi KT. Pucak Manik, kini sepanjang setahun telah berhasil menjual 6 Ton keluar anggota kelompok, sisanya kedalam anggota kelompok dengan membayar 30% dari harga dasar pupuk. pupuk kompos produksi SIMANTRI 022 dijual dengan harga Rp. 500,00/KG untuk pembelian diatas 1/2 Ton, sedangkan dalam jumlah sedikit dijual dengan harga Rp. 700,00/KG. Pupuk Cair BIO-URINE dijual dengan Harga Rp.500,00/Liter curah/Tanpa Kemasan.
Pemanfaatan Limbah ternak untuk biogas tetap berlangsung, namun mengalami kendala air, mengingat air desa putus pasca diterjang banjir bandang awal tahun 2011 ini, namun kami pakai air URINE sapi yang belum di fermentasi untuk menghindari Pemadatan di DIGESTER biogas akibat kekeringan.
Pasca simantri banyak mendapatkan ilmu pengelolaan peternakan, mengingat anggota kami/ketua kelompok ternak Pucak manik mendapat kesempatan Pelatihan EM4 di IPPSA, hasil pelatihan tersebut akan terus di sosialisasikan kepada anggota Subak, anggota gapoktan serta demi kemajuan PUCAK MANIK, KOPTAN WERDHI SADHANA, dan akhirnya Gapoktan.

KENDALA/HAMBATAN
Kendala yang dihadapi kini : 
- Kelompok Membutuhkan Jalan Produksi menuju ke lokasi SIMANTRI KTT. Pucak Manik
- Kelompok Membutuhkan Air untuk dilokasi peternakan, mengingat air desa yang dulu kelompok pergunakan kini putus akibat banjir bandang tukad sabha awal tahun 2011
- Kelompok membutuhkan UJI LAB terhadap Kandungan Pupuk KOMPOS dan BIO-URINE
- Kelompok membutukhan mesin pencacah pakan ternak, mesih Hummermill, dan mesin pelet pakan.

Lokapaksa Desa Kucinta

Tuesday, March 30, 2010 / No Comments

DESAKU YANG KUCINTA

Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai tolanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai

Ketika Lagu ini terngiang di telingaku, hatiku rindu pada kampung halamanku, pengen segera kembali berkumpul bersama keluargaku tercinta dan sahabat-sahabat kecilku yang kini nun jauh disana.
Desaku Desa Lokapaksa, tempatku berpijak menggantungkan hidup, aku bangga pada desaku dengan segala kekurangan dan kebihan yang ada di desaku.Tulisan ini aku persembahkan untuk saudara-saudaraku warga desa lokapaksa dimanapun berada, baik yang kini mengabdi untuk negri di berbagai belahan bumi ini.

2.1 Luas Wilayah dan Letak Geografis Desa Lokapaksa
Melihat luas wilayah Desa Lokapaksa yang sangat luas jika dibandingkan desa-desa yang ada di Kecamatan Seririt, yakni : 28, 84 KM2, sudah tentu juga di ikuti dengan potensi jumlah penduduk mencapai 10.245 jiwa (data BPS Kabupaten Buleleng - Kabupaten Buleleng Dalam Angka 2009).

Secara Geografis batasan Wilayah Desa Lokapaksa adalah sebagai Berikut :
Sebelah Barat : Desa Umeanyar dan Desa Pangkung Paruk
Sebelah Barat Laut : Desa Umeanyar, Laut Bali
Sebelah Utara : Laut Bali
Sebelah Timur Laut : Desa Pengastulan
Sebelah Timur : Kelurahan seririt, Desa Patemon
Sebelah Tenggara : Desa Ringdikit
Sebelah Selatan : Desa Ularan
Sebelah Barat Daya:Desa Unggahan dan Kawasan Hutan Bali Barat.
Kini Kepala desa Lokapaksa Bernama : I Gusti Made Kusumayasa. Desa lokapaksa dengan wilayah yang luas, secara administrasi desa lokapaksa dibagi menjadi 9 (sembilan) Banjar Dinas Diantaranya :

Daftar Banjar Dinas Di Desa Lokapaksa
1. Banjar Dinas Bukit Sakti 6. Banjar Dinas Pamesan
2. Banjar Dinas Jero Agung 7. Banjar Dinas Tengah
3. Banjar Dinas Sorga Mekar 8. Banjar Dinas Gunung Ina
4. Banjar Dinas Sorga 9. Banjar Dinas Carik Agung
5. Banjar Dinas Kembang Sari


2.2 Topografi dan Keadaan Tanah Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi topografi, desa lokapaksa merupakan desa dengan topografi Landai dari sisi utara, menuju pusat desa dan terdiri dari daerah berbukit-bukit mulai dari ketinggian 7 – 300 M dpl pada sisi selatan sampai sisi barat desa lokapaksa. Desa Lokapaksa jika kita tinjau dari karakteristik pertanian dan topografi wilayahnya maka dapat di bagi menjadi 3 (tiga) bagian wilayah, yakni :
  1. Wilayah Desa Lokapaksa Bagian Atas/bagian Pegunungan yakni : daerah yang berbatasan dengan wilayah hutan bali barat.
  2. Wilayah Desa Lokapaksa bagian tengah merupakan wilayah dengan tanaman perkebunan dan palawija.
  3. Wilayah Desa Lokapaksa bagian bawah merupakan wilayah persawahan dengan tanaman padi palawija, dan perkebunan anggur.
Ditinjau dari segi Keadaan Tanah, desa lokapaksa adalah sebagai berikut :
Tabel Kondisi Tanah
Tingkat Kesuburan Tanah
:
Sedang
Struktur Tanah
:
Tanah Liat Berpasir
PH Tanah
:
4 – 6,5
Kemiringan Tanah
:
Datar, Landai, Kemiringan 45o
Keadaan bahan Organik
:
Sedang

2.3 Iklim Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi Iklim, Menurut Smith dan Perguson Desa Lokapaksa merupakan desa dengan Iklim Tipe D (Iklim Kering), dengan 5 (lima) Bulan Basah yaitu dari bulan Nopember sampai dengan bulan Maret, dan 7 Bulan Musim Kering yaitu dari bulan April sampai dengan Oktober. 

2.4 Potensi Wilayah dan Potensi Penduduk Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi Potensi Wilayah dan potensi Penduduk, desa lokapaksa dengan luas wilayah 28,84 KM2, dengan potensi jumlah penduduk mencapai 10.245 jiwa. Adapun potensi wilayah dan potensi penduduk desa lokapaksa dapat dijelaskan sebagai berikut :


2.4.1 Luas Lahan Menurut Penggunaannya
Luas Lahan Menurut Penggunaannya
PKR (Ha)
Tegalan (Ha)
Sawah (Ha)
Hutan Lindung (Ha)
Lahan Kritis (Ha)
Lain Lain (Ha)
45
712
236
1.452
250
60
2.4.2 Mata Pencaharian Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan
Mata Pencaharian Penduduk
T. Pangan
T. Ternak
T. Perkebunan
T. Ikan
Dagang
Industri
45
712
236
60
1.452
250
2.4.3 Luas Lahan Sawah Dan Bangunan Pada Daerah Irigasi Yang Dikelola Oleh PU Dirinci Menurut Jaringan Irigasi
Luas Sawah & Bangunan Irigasi PU
Jaringan Semi Teknis (Ha)
Luas Baku (Ha)
Fungsi Irigasi (Ha)
Keterangan
150
150
150
-
2.4.4 Luas Lahan Sawah Dan Bangunan Pada Daerah Irigasi Yang NON PU Dirinci Menurut Jaringan Irigasi
Luas Sawah & Bangunan Irigasi NON PU
Luas Baku (Ha)
Fungsional (Ha)
Keterangan
150
150
-
2.4.5 Luas Rata-rata Garapan
Luas Rata-rata Garapan
Luas Rata-rata (Ha) Jml. Anggota (Orang) Masuk KUD (Orang) Pemilik (Orang) Penggarap (Orang) Buruh (Orang)
0,86 1.587 235 372 501 687
2.4.6 Luas Tanam, Panen dan Produksi Tanaman Padi Sawah
Luas Tanam, Panen dan Produksi Tanaman Padi Sawah
Luas Tanam (Ha)
Luas Panen (Ha)
Produksi (Ton)
Rata-rata Produksi (Ton)
10
10
51
5,10
2.4.7 Produksi Tanaman Buah-buahan
Jenis Tanaman
Mangga (Ton)
Anggur (Ha)
Durian (Ton)
Pisang (Ton)
Rambutan (Ton)
Lain-lain (Ton)
68,15
21,04
-
876,60
117,91
49,12
2.4.8 Luas Hutan dan Jenis Hutan
Luas Hutan (Ha)
Jenis Hutan
Hutan Lindung (Ha)
Hutan Produksi (Ha)
Hutan Wisata (Ha)
Terbatas
Tetap
500
500
-
-
-
2.4.9 Populasi Ternak
Populasi Ternak
Sapi (Ekor)
Babi (Ekor)
Kambing (Ekor)
Kerbau (Ekor)
Kuda (Ekor)
Unggas (Ekor)
Ternak Lainya (Ekor)
187
896
163
20
-
2.400
180
2.4.10 Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk
Luas Area (KM2)
Jumlah Penduduk
Tahun 2007
Tahun 2008
Laki (Orang)
Prmp. (Orang)
Jumlah (Orang)
Laki (Orang)
Prmp. (Orang)
Jumlah (Orang)
28,84
5.148
5.009
10.157
5.191
5.054
10.245
2.4.11 Mata Pencaharian Penduduk Menurut Lapangan Usaha.
Mata Pencaharian
Pertanian Pangan (Orang)
Peternakan (Orang)
Perikanan (Orang)
Perkebunan (Orang)
Perdagangan (Orang)
Industri (Orang)
51
10
-
1.543
67
54
2.4.12 Subak, Kelompok Ternak Di Wilayah Desa Lokapaksa
Nama Subak/Kelompok Ternak
Subak Uma Desa (Ha) Subak Tegal Intaran (Ha) Subak Lebah Semawa (Ha) Subak Abian Bila Sari (Ha) Kelompok Ternak Pucak Manik (Ekor)
96 13 25 712 31
2.4.13 Tanaman Pangan Di Desa Lokapaksa
Jenis Tanaman Pangan
Jagung (Ha) Kacang Tanah (Ha) Kedele (Ha) Ubi-ubian (Ha)
250 200 200 110

Pemanasan Global & Perubahan Iklim

Thursday, March 18, 2010 / No Comments
Bumi merupakan tempat tinggal bagi kehidupan, baik manusia maupun mahluk hidup yang lainnya dimana kita sebagai manusia memiliki sifat ketergantungan dan keterkaitan dengan alam dan lingkungan maka sudah seharusnyalah kita menjaga dengan penuh kesungguh-sungguhan, agar kehidupan di muka bumi ini terus berlangsung dengan baik.

Bumi ini untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang inilah yang penting untuk dibicarakan, dimana bumi yang melibatkan persoalan lingkungan hidup sebagai bagian yang tidak boleh dilupakan.

Kualitas lingkungan hidup semakin menurun dari hari ke hari, Bumi telah menjadi lebih hangat sekitar 1ºF (0.5ºC) dari 100 tahun yang lalu. Tapi mengapa ? dan bagaimana ? bumi bisa saja menjadi hangat secara alami, tetapi banyak ahli iklim dunia yang percaya bahwa tindakan manusia telah membantu membuat bumi menjadi lebih hangat. Internasionalisasi modal telah menjadi ancaman paling besar terhadap bumi dan lingkungan hidup secara lebih khusus. Watak dasar kapitalisme yang eksploitatif dan akumulatif telah menjadi ancaman terbesar bagi bumi dan lingkungan hidup. Eksploitasi tambang, mineral, gas, hutan, laut, air untuk mengejar apa yang dinamakan sebagai pertumbuhan ekonomi, telah menyebabkan sebuah kerja keras habi - habisan tanpa terkendali.


Kondisi bumi yang ditandai oleh kerusakan lingkungan hidup memperlihatkan keadaan yang semakin parah. Bencana sebagai akibat ketidakseimbangan dan berkurangnya kemampuan bumi dalam melindungi dirinya, hilangnya kemampuan lingkungan untuk mengimbangi watak eksploitatif para pemburu harta dan kekayaan bumi telah membawa bencana hebat.

Bencana alam akibat kerusakan yang ditimbulkan manusia telah melanda seluruh belahan dunia. Kekeringan panjang yang melanda dimusim kemarau, dengan segala dampak ikutan seperti kebakaran hutan, mengeringnya sumber-sumber air bersih di daerah pemukiman, meningkatnya suhu udara sehingga menimbulkan gelombang panas. yang kerap kali berulang di berbagai daerah di Indonesia dan belahan dunia selama dekade belakangan ini.
Hal ini sering dikaitkan dengan pengaruh dari pemanasan global dan pengaruh penipisan lapisan ozon yang menurut para ahli disebapkan oleh ulah manusia yang merusak lingkungan.

GAS-GAS RUMAH KACA
Gas-gas Rumah Kaca atau Greenhouse Gases adalah gas-gas yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Selain uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2), terdapat gas rumah kaca lain di atmosfer, dan yang terpenting berkaitan dengan pencemaran dan pemanasan global adalah metana (CH4), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), dan chlorofluorocarbon (CFC) Gas Rumah Kaca dapat terbentuk secara alami maupun sebagai akibat pencemaran.

Gas Rumah Kaca di atmosfer menyerap sinar inframerah yang dipantulkan oleh bumi. Peningkatan kadar gas rumah kaca akan meningkatkan efek rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Adapun jenis-jenis dari gas rumah kaca tersebut adalah uap air, karbon dioksida, metana, ozon, dinitrogen oksida atau nitrat oksida dan Chlorofluorocarbon (CFC).

PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEMANASAN GLOBAL

Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi disebut gas rumah kaca sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi.
Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca.

Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada efek rumah kaca maka suhu permukaan bumi akan 33oCelcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu gas rumah kaca juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Berubahnya komposisi gas rumah kaca di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh gas rumah kaca tadi. Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.

Pemanasan Global adalah fenomena naiknya suhu permukaan bumi karena meningkatnya efek rumah kaca. Efek rumah kaca di atmosfer meningkat akibat adanya peningkatan kadar gas-gas rumah kaca, antara lain karbon dioksida, metana, ozon. Pemanasan global atau Global Warming mempunyai dampak yang sangat besar bagi dunia dan kehidupan makhluk hidup, yaitu perubahan iklim dunia dan kenaikan permukaan air laut

Menurut beberapa pakar, bumi saat ini telah memasuki masa pemanasan global karena enam tahun terpanas dalam 100 tahun semuanya jatuh pada tahun 1980-an yaitu, dari yang tertinggi sampai terendah, tahun 1988, 1987, 1983, 1981, 1980, dan 1986

Sumbangan utama terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer tiap tahun. (18,35 miliar ton karbon dioksida = 18,35 x 1012 atau 18.350.000.000.000 kg karbon dioksida!) Dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40 persen adalah minyak bumi, 27 persen batu bara, dan 22 persen gas bumi, sementara listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11 persen sisanya.

Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama dari minyak, jumlah karbon dioksida yang dilepas akan mencapai 2 ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Kayu lebih parah lagi, yaitu melepaskan 3,4 ton karbon dioksida untuk menghasilkan jumlah energi yang sama dengan membakar satu ton batu bara.

Pelepasan atau emisi karbon dioksida ke atmosfer menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global.

AKIBAT PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global merupakan akibat dari meningkatnya kadar gas rumah kaca, sehingga suhu bumi naik. Pemanasan global adalah proses perubahan keadaan yang berjalan sangat lambat. Dampak utama dari pemanasan global adalah perubahan iklim global yang akan mengakibatkan antara lain peningkatan permukaan air laut, penurunan hasil panen pertanian dan perikanan, perubahan keanekarangam hayati.

1. Perubahan Iklim Global
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa sejumlah kejadian alam selama ini memberikan tanda-tanda kuat bahwa iklim mulai tidak stabil. Pada 1987, misalnya, tercatat suhu tinggi pemecah rekor terjadi di Siberia, Eropa Timur dan Amerika Utara. Rekor ini kembali dipecahkan di daerah-daerah tersebut pada tahun berikutnya. Juga pada 1987 terjadi banjir besar di Korea, Bangladesh, dan di Kepulauan Maladewa (Maledives) akibat ombak pasang. Pada tahun berikutnya, Bangladesh mengalami banjir lagi, dan pada awal 1991 banyak korban jiwa akibat angin puyuh.

Daftar bencana alam ini masih dapat diperpanjang. Walaupun belum ada bukti langsung yang mengkaitkan kejadian-kejadian di atas dengan pemanasan global, atau belum ada indikasi bahwa iklim menjadi lebih mudah berubah, kejadian-kejadian tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja.

2. Kenaikan Permukaan Air Laut

Salah satu akibat pemanasan global adalah dapat mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Pencairan es tersebut menyebabkan naiknya permukaan air laut. Banyak kawasan pertanian subur dan berpenduduk paling padat di dunia terletak di daratan rendah sepanjang pantai. Peningkatan permukaan air laut memperbesar resiko banjir, hal ini terutama berlaku jika pemanasan global dikaitkan dengan terjadinya badai dan topan yang ganas. Banyak negara berkembang sangat bergantung pada industri pariwisata. Salah satu daya tariknya ialah pantai-pantai pasir yang luas dan bersih. Untuk gambaran kasarnya, jika terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10 Cm, berarti hilangnya sekitar 10 meter pantai.

Meningkatnya permukaan air laut mendorong batas antara air asin dan air tawar di muara sungai lebih jauh ke daratan. Peningkatan setinggi 10 Cm akan cenderung mengakibatkan penembusan air laut sekitar satu kilometer lebih jauh ke darat dalam muara datar. Penembusan air asin ke dalam cadangan air tawar dapat menjadi masalah serius ketika permukaan air laut naik.

Pemanasan global tidak selamanya berakibat buruk, peningkatan temperatur laut ternyata memperluas luas terumbu karang di Karibia. Beberapa jenis terumbu karang justru tumbuh dengan sumbur. Hal ini terungkap dari pertemuan tahunan perhimpunan ahli geologi di Seattle, Washington.

Sekurang-kurangnya satu marga terumbu karang Karibia, Acropora, tampaknya telah tercatat sebagai marga yang "menikmati" efek pemanasan global. Suhu laut yang lebih hangat memperluas pertumbuhan karang ini ke arah utara, seperti yang pernah terjadi di masa silam. Pada tahun 1998, sampel hidup terumbu karang ditemukan di daerah dekat Fort Lauderdale, Florida, AS dan pada tahun 2002 juga ditemukan di bagian utara teluk Meksiko sepanjang pesisir Texas. Selain itu, pertumbuhan terumbu karang ke arah utara juga ditemukan di daerah perairan Pasifik.

Precht menemukan bukti pertumbuhan terumbu karang di atas di sepanjang pesisir Fort Lauderlade (karang yang pernah ditabrak kapal selam nuklir AS). Tabrakan ini membongkar karang-karang fosil, yaitu Acropora. Saat ini, karang Acropora tumbuh di daerah Miami yang berjarak 50 Km dari tempat tabrakan. Uji umur terumbu dengan radiokarbon menunjukkan, terumbu karang ini berumur 7.000 tahun. Seperti diketahui, 9.000 - 4.000 tahun lalu, suhu laut Atlantik adalah 2 - 4 0C lebih hangat dari suhu laut saat ini.

3. Penurunan Hasil Panen Pertanian dan Perikanan
Jika iklim berubah seperti yang diramalkan, kemungkinannya bermacam-macam dan bahkan bisa suram. Penurunan curah hujan jelas akan merupakan bencana bagi petani miskin di daerah kering, misalnya di Afrika, Brasil, Pakistan serta India, dan dampak tersebut tidak terbatas pada daerah kering saja.

Sebagai contoh: Pemanasan global dapat membuat daerah Barat-Tengah Amerika Serikat menjadi lebih panas dan berangin. Apa yang dapat terjadi sudah dirasakan ketika kekeringan dan suhu tinggi pada 1988 menurunkan hasil panen gabah sebesar 30 persen. Penurunan hasil panen seperti ini, jika berlangsung terus, hampir pasti akan berakibat serius bagi negara berkembang serta negara-negara lain yang bergantung pada impor gabah dari Amerika Serikat.

Para petani dimanapun telah menunjukkan diri mampu melakukan penyesuaian diri untuk menanggapi perubahan keadaan. Mereka bersiap mengganti tanaman ketika pasar berubah, menerapkan jenis biji baru ketika mereka melihat bahwa jenis tersebut lebih menguntungkan, mengubah teknik bertani, atau mengambil langkah apapun yang mungkin meningkatkan keamanan atau pendapatan mereka. Tetapi penyesuaian diri demikian memerlukan waktu dan uang. Jika dunia sedang menuju ke abad yang suhu globalnya meningkat terus, kecepatan dan kelanjutan perubahan akan meletakkan beban berat pada para petani di mana-mana.

Walaupun begitu, tidak seluruh kemungkinan negatif. Misalnya, ada kemungkinan bahwa kondisi di beberapa daerah akan menjadi lebih menguntungkan bagi tanaman pertanian daripada sekarang. Bagi para petani anggur di daerah dingin, fenomena itu barangkali berkah tersendiri karena anggur mereka menjadi lebih enak. Para peneliti dari tiga universitas di AS menemukan bahwa tanaman anggur menghasilkan lebih banyak buah yang baik seiring dengan naiknya suhu udara selama 50 tahun terakhir ini, terutama di wilayah beriklim dingin. Sebaliknya, temuan itu bisa jadi merupakan masalah bagi kebun-kebun anggur di wilayah panas.

Iklim adalah penentu mutu anggur yang dihasilkan kata Gregory Jones, ahli iklim dan cuaca di Southern Oregon University. "Mereka yang berada di wilayah dingin kebanyakan akan suka bila suhu mulai menghangat." Jones bersama dengan para peneliti dari Utah State University dan Universitas Colorado, meneliti 27 perkebunan anggur di sembilan negara. Menggunakan sistem pengukuran rasa anggur yang biasa dipakai di balai lelang Sotheby, mereka menemukan bahwa kebanyakan anggur memiliki rasa lebih enak seiring dengan naiknya temperatur udara sekitar 1,3o Celcius selama 50 tahun ini.

Efek itu sangat terasa terutama di wilayah-wilayah beriklim dingin, seperti di lembah Mosel dan Rhine di Jerman. Suhu yang lebih hangat daripada sebelumnya di tempat itu, ternyata berdampak pada meningkatnya mutu anggur yang dihasilkan. Menurut penelitian yang akan dipublikasikan di journal Climatic Change edisi mendatang, kenaikan suhu sekitar 2 derajat Celcius pada setengah abad mendatang, diperkirakan akan menghasilkan anggur yang makin baik. Disebutkan juga, daerah-daerah pertanian anggur yang beriklim dingin seperti Oregon, Washington dan British Columbia, bakal mendapat keuntungan dari pemanasan global yang terjadi saat ini.

Sebaliknya wilayah-wilayah hangat seperti Chianti di Italia, justru bakal menghadapi masalah dimana anggur akan masak terlalu cepat karena suhu yang lebih panas. Anggur yang masak terlalu cepat, biasanya akan menghasilkan minuman anggur dengan kadar gula lebih tinggi, dengan alkohol lebih banyak, namun keseimbangan dan keasamannya rendah.
Kenaikan suhu ini juga akan memaksa para petani anggur mengelola kebunnya dengan cara berbeda untuk menghasilkan anggur-anggur dengan rasa khas seperti sebelumnya, atau mungkin mereka harus menanam jenis anggur lain yang lebih sesuai dengan iklim baru ini.
"Di beberapa wilayah perubahan suhu itu sangat merugikan. Petani-petani di Italia bagian Selatan dan Yunani harus berjuang keras untuk menghasilkan anggur yang baik tahun ini," kata Jones. "Namun di Inggris selatan, para petani barangkali akan menghasilkan anggur terbaik sejak jaman es

Satu calon bagi perbaikan iklim demikian adalah Republik Rusia, bekas bagian dari Uni Soviet. Diperkirakan bahwa suhu yang lebih tinggi disertai peningkatan curah hujan yang mungkin terjadi akan meningkatkan hasil gabah sampai 50 persen. Ini akan memungkinkan bagi Uni Soviet untuk menjadi salah satu pengekspor gabah terbesar, dan tidak lagi bergantung pada impor dari Amerika Serikat.

Terumbu karang merupakan ekosistem planet yang paling beragam. Satu terumbu dapat mendukung sebanyak 3000 spesies kehidupan laut. Terumbu terutama rentan terhadap perubahan apapun dalam lingkungannya. Kondisi ekstrem dapat menyebabkan ganggang simbiotik yang peka, pemberi warna dan makanan pada karang akan terlepas keluar. Jika hal ini terjadi, kerangka kapur dari karang akan terkelupas, sehingga memberi warna keputihan. Karang biasanya mendapatkan kembali ganggang setelah kejadian tersebut, tetapi kejadian yang berulang dan lama akan mencegah pertumbuhan dan reproduksi karang dan lambat-laun akan membunuh mereka.

4. Perubahan Keanekaragaman Hayati
Setiap jenis tumbuhan dan hewan hanya dapat hidup dalam satu wilayah atau iklim yang sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh: Jenis pohon tertentu sesuai tumbuh di daerah curah hujan dan suhu savana. Jika iklim menjadi lebih panas dan lebih kering, pohon ini kalah dibandingkan semak rendah yang jarang tumbuhnya dan dapat hidup dalam iklim lebih keras. Jenis pohon ini akan digantikan secara alami oleh jenis lain yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan iklim baru.

Jika perubahannya lambat, akan terjadi penyesuaian diri secara bertahap terhadap iklim baru, seperti yang telah terjadi masa lalu. Diperkirakan jika kondisi yang lain tetap, tumbuh-tumbuhan perlu pindah 100 - 150 km ke arah kutub.

5. Kesehatan Manusia
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.

Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, demam dengue (demam berdarah), demam kuning, dan encephalitis.

Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

Download :
- PAPER PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA DAN PEMANASAN GLOBAL
- SLIDE PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA DAN PEMANASAN GLOBAL

    Menanam Pohon Wujud Nyata Sadar Lingkungan

    Tuesday, January 19, 2010 / No Comments
    Musim Hujan telah tiba, tiba saatnya kita menanam beraneka ragam pohon penghijauan, lahan Kritis Jangan didiamkan tetap kritis, Mari hijaukan Bumi kita.

    Tanaman yang kami tanam diantaranya :
    1. Bibit Kayu Jati Sebanyak : 500 Batang
    2. Bibit Kayu Mahoni Sebanyak : 500 Batang
    3. Bibit Kayu Gamelina Sebanyak : 500 Batang
    4. Bibit Kayu Suar Sebanyak : 250 Batang
    5. Bibit Kayu Panggal Buaya Sebanyak : 150 Batang
    6. Bibit Kayu Cendana, Gaharu, dllnya @ 50 Batang
     

    Semoga Bibit-bibit ini tumbuh dan berkembang sesuai harapan menghijaukan bumi kita, menghijaukan Desa Lokapaksa pada khususnya.