News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Awalnya Ragu, Akhirnya Ketagihan di Suntik

Monday, June 27, 2011 / No Comments
Dalam rangka pemurnian genetik sapi bali dengan Inseminasi Buatan (IB) Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Peternakan  Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian dan Peternakan (DISTANAK) Kabupaten Buleleng telah melatih para peternak  untuk melakukan IB alias KAWIN SUNTIK, salah satu dari kader anggota Kelompok Ternak Pucak Manik yang kebetulan mendapat kepercayaan dalam pelatihan ini adalah beliau I GUSTI AGUNG NGURAH ANDRIANA. 

Dalam rangka mewujudkan  program pemerintah yakni : Pemurnian Genetik Sapi Bali, Peningkatan Populasi Ternak Sapi Bali dan mensukseskan terwujudnya Program Swasembada Daging Sapi dan kerbau Tahun 2014, Kami Kelompok Merasa Bangga mendapat kesempatan pelatihan ini, Untuk itu kami haturkan terimakasih kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Dinas Peternakan Provinsi Bali, serta semua pihak yang berkaitan dengan program ini. 

Dalam perjalanan Pasca Pelatihan anggota kami, terdapat ganjalan pelaksanaan IB/kawin suntik ini, terutama dari sisi masyarakat diluar anggota kelompok ternak pucak manik, yang belum mengenal apa itu IB/Kawin Suntik...?, Apa Manfaat dan keuntungan bila ternak mereka di IB/Kawin Suntik..?.  Masyarakat/Peternak diluar anggota kelompok belum terbentuk sikap dan mental serta pengetahuan mereka akan manfaat/keuntungan dari kawin suntik. Keraguan masyarakat sebagian besar tidak beralasan seperti : 
1. Katanya..... Anak Sapi hasil Kawin Suntik/IB sebagian besar lahir betina...!
2. Katanya..... Anak Sapi hasil Kawin Suntik/IB sebagian besar POLOS dan Bodoh orang bali menyebutnya "OLOG-OLOGAN/LENGEH"
3. Katanya..... Anak Sapi hasil Kawin Suntik/IB Tidak Kuat dipake Bekerja disawah / Membajak.

Itulah Bentuk keraguan mereka yang tidak beralasan sama sekali, kini menjadi tanggung jawab kelompok dalam rangka memberi penjelasan, memberi pengetahuan dan memberi contoh kepada masyarakat akan manfaat dan keuntungan dari kawin suntik/IB, Keraguan-keraguan itu terus di hembuskan terutama oleh Pemilik Pejantan yang selama ini mengawini sapi didesa, kami pun tetap memberi penjelasan, memberi pengetahuan dan memberi contoh kepada masyarakat akan manfaat dan keuntungan dari kawin suntik/IB.

Dapat Kami sampaikan bahwa IB/Kawin Suntik merupakan teknik memasukkan mani atau semen ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat untuk dapat membuahi sel telur dengan menggunakan alat inseminasi buatan dengan tujuan agar ternak bunting.
KEUNTUNGAN dari kawin suntik/IB ini diantaranya : 
  1. Dapat menghasilkan keturunan anak yang baik dan berkualitas karena menggunakan sperma dari pejantan yang unggul.
  2. Peternak tidak perlu memelihara pejantan sehingga biaya pakan maupun waktu untuk memelihara pejantan dapat digunakan untuk keperluan lain.
  3. Dapat menghindari cacat pada kelahiran anak.
  4. Mencegah terjadinya penularan penyakit yang disebarkan melalui perkawinan alami.
  5. Dapat memperpendek jarak kelahiran (calving interval)
  6. Menghindarkan ternak sapi betina mengalami kecelakaan dalam melakukan perkawinan alami bila pejantan yang digunakan terlalu besar.
Pelaksana Inseminasi Buatan merupakan petugas yang telah dilatih untuk melakukan IB yang dilengkapi dengan SIMI (Surat Ijin Inseminasi Buatan). Petugas IB bertugas pada Satuan Pelaksana Inseminasi Buatan (SP-IB) di masing-masing Kecamatan.
Perlakuan atau Tindakan setelah Sapi di IB, yaitu :

-  Memberikan pakan yang berkualitas dan cukup jumlah   
Hindarkan ternak dari stres   
Berikan ternak air yang cukup   
Jangan pekerjakan ternak dengan beban berat   
Perhatikan ternak dengan penuh kasih sayang
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kegagalan dalam pelaksanaan IB pada ternak sapi yaitu :
 
  1. Kondisi kesehatan sapi betina yang di IB. Betina yang kondisinya sehat (sebelum dan setelah di IB) akan mampu memelihara kebuntingannya sampai melahirkan dengan baik
  2. Ketepatan waktu pelaksanaan IB.
  3. Mutu semen beku yang digunakan. Semen beku yang digunakan hendaknya mendapatkan penanganan yang benar mulai saat produksi, penyimpanan dan distribusi sampai di tingkat lapangan 
  4. Keterampilan petugas IB sangat mempengaruhi keberhasilan IB. Makin terampil petugas IB, makin kecil resiko kegagalannya
Hasil IB PUCAK MANIK
Kegigihan Anggota Kelompok dalam mensosialisasikan Kawin suntik/IB ini akhirnya dengan lahirnya anak sapi di salah satu anggota kelompok Kami yang merupakan Hasil Kawin Suntik  dari Persilangan antara F0 sapi betina Anggota Kelompok dengan Pejantan dari Straw  KERTALABA yang mana kami telah menghasilkan F1 KERTALABA dari hasil IB, Kami undang petani/peternak yang selama ini apatis terhadap IB untuk menyaksikan sendiri hasilnya secara langsung, dengan tujuan menepiskan keraguan dari peternak untuk pelaksanaan IB.
Dengan adanya contoh nyata tersebut akhirnya terbuka pikiran peternak lainnya yang berada diluar Anggota kelompok untuk mengawinkan sapi-sapi mereka bila kelak sapi mereka Birahi, kini berangsur-angsur peternak sudah mulai meng-IB sapi mereka termasuk yang dulunya Apatis akan IB sudah meng IB sapi mereka. Singkatnya dapat kami katakan "AWALNYA RAGU, AKHIRNYA KETAGIHAN DI SUNTIK"

Harapan kami kedepan dimulai dari KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK Mampu memberi imbas POSITIF bagi masyarakat Desa Lokapaksa untuk semakin terbuka pikirannya, mau menerima Hal-hal baru yang sifatnya POSITIF untuk kemajuan Kita bersama, Kemajuan Desa Kita, Serta dari PUCAK MANIK belajar untuk mengubah citra desa lokapaksa menjadi Desa USAHA, Desa Agribisnis, Desa yang Damai serta penduduknya sejahtera.