News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Program"

Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP

Monday, October 29, 2012 / No Comments
Pemerintah Melalui Kementrian Pertanian beserta jajaran telah merealisasiakan bantuan sosial berupa PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) dalam rangka membangun Ekonomi Produktif Pedesaan melalui peningkatan kinerja ekonomi petani di perdesaan. Melalui program PUAP dapat mempercepat upaya mengentaskan masyarakat perdesaan khususnya petani dari kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian. 

PUAP yang telah di dilaksanakan oleh pengurus GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) yang selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan bantuan yang telah diberikan, kemudian diharapkan dapat melalui beberapa fase perkembangan gapoktan setiap tahunnya diantaranya :
1. Pada Tahun I : Fase Usaha Pertanian
2. Pada Tahun II : Fase Usaha Simpan Pinjam
3. Pada Tahun III : Fase Usaha LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)
Nah dari ke 3 fase tersebut diatas, bagi para pengurus gapoktan yang sebagian besar adalah para petani tentu akan banyak mengalami sebuah kendala terutama yang menyangkut pengolahan data keanggotaan, data keuangan, pelaporan kegiatan kepada pihak terkait baik itu pemerintah maupun anggota itu sendiri disamping kendala eksternal lainnya.

Melalui kesempatan ini saya akan mencoba membaut sebuah analisis dan design system informasi LKM-A PUAP dengan harapan kedepan dari Analisis dan Design Program ini akan bisa dikembangkan menjadi sebuah program berbasis komputerisasi yang nantinya dapat mempermudah pekerjaan, pengambilan keputusan bagi para pengurus gapoktan pelaksana program LKM-A PUAP.
Baik kita mulai pada inti pembahasan Proposal "Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP"


BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini dalam segala bidang pekerjaan kususnya pekerjaan yang menyangkut pelayanan kepada public kita dituntut bekerja secara cepat, cermat, tepat dan akurat serta sudah tentu efektif dan efisisen terhadap ruang dan waktu, hal ini merupakan suatu tangtangan yang sangat berat bagi kita untuk memenuhi tuntutan tersebut. Salah satu bidang pekerjaan yang menjadi pelayanan kepada public yang menuntut kecepatan, kecermatan, ketepatan, keakuratan serta efektif dan efisien adalah bidang pelayanan public yang menyangkut pengelolaan keuangan kepada public, baik dilihat dari scala keungan yang besar sampai dengan yang kecil, seperti : LPD, Koperasi maupun pengelolaan keuangan masyarakat seperti program dana bergulir PUAP yang di kelola oleh Gapoktan. 

Dalam pengeloaan keuangan kita benar-benar dituntut mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada public sehingga tercapai tujuan dari Organisasi GAPOKTAN yang bergerak dalam bidang pengelolaan keuangan PUAP. Disamping tuntutan itu juga kita harus mampu memberikan suatu transparansi kerja kepada semua pihak sehingga secara tidak langsung kita mendapatkan suatu kepercayaan dari masyarakat.


Didalam pengelolaan keuangan kita sering kali menemukan suatu masalah dalam mengelola suatau data keuangan yang begitu besar sehingga kita tidak mampu memenuhi tuntutan masyarakat secara cepat dan tepat / Real Time apabila kita masih menggunakan sistem pengelelolaan secara konvensional.


Seiring dengan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangatlah pesat, maka didalam memenuhi tuntutan public tersebut salah satu jalan yang dapat kita tempuh adalah dengan peng implementasian  suatu program pengelolaan keuangan kedalan sistem komputerisasi sehingga data yang kita peroleh dapat memenuhi tuntutan public.
 
1.2 Maksud dan Tujuan 
Adapun Maksud dan tujuan Pengembangan Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah :
1.  Mengetahui sistem akuntansi dalam pengelolaan keuangan dana bergulir PUAP.
2.  Dapat mendesain, merancang sistem akuntansi program keuangan dana bergulir PUAP.
3.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat meningkatkan effisiensi dan effektifitas kerja dalam memenuhu tuntutan public.
4.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat memberikan per-tanggung jawaban keuangan yang transparan kepaada pihak yang memerlukannya.


1.3 Batasan Masalah
Mengingat sangat luasnya ruang lingkup pembahasan maka dengan ini ruang lingkup pembahasan kami batasi pada :
1. Sistem Informasi LKM-A PUAP yang menyangkut pengelolaan keuangan berdasarkan manual progran PUAP yang diterapkan secara konvensiaonal dilapangan oleh tim pengelola keuangan PUAP atau Pengurus Gapoktan seperti : Daftar Pemohon Melalui RUA dan RUB, prosess realisasi dana bergulir, rekapitulasi piutang dana bergulir, prosess pengeluaran kas, prosess penerimaan kas dan proses Reportisassi seperti : Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca dan Laba Rugi.
2. Dalam prosess reportisassi keuangan yang digunakan berdasarkan model pada manual program yang telah ditetapkan dilapangan.
3. Sistem desain program menggunakan bahasa Pemrograman VB.60 atau VB.Net atau mungkin bisa dikembangkan pada pemrograman berbasis WEB dengan PHP dimana database yang digunakan bisa berupa Microsoft Access, MySQL atau SQL Server sesuai dengan Kemampuan Programer.
4. Sebagai bahan Pengembangan tahap awal maka  saya akan mengembangkan program ini dengan VB.60 dengan Database Microsoft Access.

BAB II
GAMBARAN UMUM SYSTEM
Sistem database yang akan dibuat dalam desaian sistem ini adalah Sistem Informasi LKM-A PUAP, yang akan mendukung proses transaksi keuangan dan sistem akuntansi keuangan GAPOKTAN. 

2.1 Statement Of Purpose
Tujuan dari pembuatan Sistem Informasi
LKM-A PUAP ini untuk membantu keefisienan kerja bagi tim pengelolaan keuangan/Pengurus GAPOKTAN bantuan dana bergulir PUAP serta memudahkan dalam memenuhi tuntutan public

2.2 Daftar Kejadian / Event List (EL)
Daftar Kejadian pada
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah sebagai berikut :
Tahap 1
1. Registrasi Keanggotaan Gapoktan masing-masing individual berdasarkan kelompok POKTAN yang di ikutinya 
2. Anggota disimpan kedalam tabel Anggota

Tahap 2
1. Registrasi pemohon dana bergulir PUAP melalui RUA dan RUK
2. pemohon disimpan kedalam tabel pemohon
Tahap 3
1. Berdasarkan kebijakan manajemen pengelola keuangan dana bergulir PUAP dari daftar pemohon yang telah memenuhi ssyarat akan direalisasikan permohonannya dan menjadi penerima/debitur dana bergulir
PUAP GAPOKTAN.
2. Debitur  menerima dokumen surat perjanjian, daftar angsuran, bukti penerimaan uang dan uang tunai berupa dana bergulir sesuai permohonan dan perjanjian
Tahap 4
1. Dalam waktu sebulan massa pinjaman maka debitur melakukan kwajibannya dengan menyetor dana berupa Pokok dan bunga pinjaman
2. Cetak kartu angsuran dan debitur menerima bukti pembayaran.
Tahap 5
1. Dalam waktu sebulan tim pengelola menerima ongkos kerja yang diproses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
2. semua proses yang menyebabkan kas berkurang akan di proses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
Tahap 6

Prosess reportisasi dilakukan untuk jurnal umum, buku besar, neraca, laba rugi setiap bulannya dalam posting bulanan
Tahap 7
Dalam setahun dilakukan rekapitulasi data tahunan dan posting data secara menyeluruh.


Adapun  gambaran umum dari
Sistem Informasi LKM-A PUAP Adalah seperti gambar dibawah ini :
2.3 Diagram Context
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam dan Diagram Context dibawah ini :

2.4 DFD (Data Flow Diagram )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Data Flow Diagram dibawah ini :

2.5 Entity Relationship Diagram ( ERD )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Entity Relationship Diagram ( ERD ) dibawah ini : 

2.6 Struktur Data
Untuk lebih jelas mengenai Struktur Data Sistem Informasi LKM-A PUAP ini disesuaikan dengan database yang akan di kembangkan, sebab database sistem memiliki type data yang berbeda. Dalam hal ini saya belum sampai membuat database yang nantinya di pakai.


BAB III 
PENUTUP
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini masih merupakan Sebuah konsep Sistem Informasi, yang selanjutnya bisa dikembangkan lebih jauh dan melalui gambaran design program ini saya berharap kedepan bisa terwujud sebuah program komputerisasi Sistem Informasi LKM-A PUAP yang nantinya mampu mempermunah kinerja para pengurus GAPOKTAN pelaksana PUAP di seluruh indonesia

Secara pribadi saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak dalam rangka penyempurnaan design Sistem Informasi LKM-A PUAP ini, tentu masih banyak kekurangan dari design yang saya buat ini dan saat ini saya sedang merancang programnya dengan VB.60 dan database Microsoft Access, harapan saya semoga tidak ada hambatan dan jika telah selesai maka saya akan Share kepada semua pihak untk bisa mencoba aplikasi yang saya buat nantinya.
Akhir kata Mohon Doa semoga kita semua dalam Keadaan Sehat Walafiat dan Sukses untuk Petani Indonesia.

Pembangunan Banjar Bukit Sakti

Thursday, March 8, 2012 / No Comments
Banjar Bukit Sakti adalah salah satu bagian dari banjar dinas dan adat  Desa Lokapaksa, Banjar dinas Bukit Sakti dengan jumlah penduduk Laki-laki = 813 Jiwa, Perempuan = 810 Jiwa, dan jumlah keseluruhan penduduk mencapai 1.623 Jiwa, yang terdiri dari 428 Kepala Keluarga (KK), serta jumlah KK Miskin atau Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terbanyak di desa Lokapaksa mencapai 174 KK.

Dari Sisi Topografi wilayah Banjar dinas Bukit Sakti terdiri dari wilayah perbukitan dimana pada bagian wilayah bawah adalah zona perkampungan penduduk yang padat, serta wilayah persawahan dan wilayah bagian atas adalah zona perkebunan dan dengan sedikit persebaran rumah penduduk.

Dari sisi potensi wilayah yang tidak bisa terlepas dari topografi wilayah Banajar tersebut dimana pada wilayah bagian bawah banjar dinas bukit sakti memiliki potensi wilayah dibidang pertanian dan industri kecil, sedangkan pada wilayah bagian atas memiliki potensi dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

Banjar Bukit Sakti  saat ini dipimpin oleh seorang kelian banjar dinas yang bernama : I GUSTI BAGUS SUASCITA, beliau merupakan salah atu kelian banjar yang dipilih oleh warga banjar bukit sakti secara demokratis. Beliau adalah seorang peminpin yang memiliki visi jauh kedepan dalam membangun Banjar dengan mengangkat potensi lokal sebagai daya ungkit dalam pembangunan di wilayah banjar bukit sakti ini.

PROGRAM PEMBANGUNAN BANJAR
Program pembangunan di banjar bukit sakti secara fisik belum bisa maksimal, tentu jika kita merujuk dari potensi Penduduk yang sangat besar, dan dibarengi dengan potensi KK Miskin di banjar bukit Sakti yang besar pula sudah tentu sangat sulit jika hanya diandalkan dari swadaya masyarakat semata, dari sisi bantuan dana ADD yang digelontorkan pemerintah desa lokapaksa yang belum maksimal mampu mendukung pembangunan secara fisik di bukit sakti. Semenjak Beliau I Gusti Bagus Suascita menjadi kelian Banjar Bukit Sakti telah menerima ADD dari pemerintah desa lokapaksa, yang pertama di tahun 2010 sebesar Rp. 1,5 juta yang jumlahnya terkecil diantara ADD banjar Lainnya telah dipergunakan untuk pemadatan Jalan usaha teni di Wilayah Bendungan Sabha, dan dana ADD yang kedua sejumlah Rp. 5 juta akan dipergunakan untuk pembangunan Bale Banjar Bukit Sakti.
Dengan Dana ADD yang Kecil serta Potensi Swadaya Masyarakat pembangunan fisik terasa agak lamabat, Namun dengan dibarengi semangat pembangunan masyarakat, dukungan dan spirit pembangunan dari segenap masyarakat dan peran serta para tokoh masyarakat dalam membangun banjar hal ini akan mempermudah pembangunan banjar bukit sakti kedepan.

Pembangunan Bale banjar bukit sakti sebenarnya sudah direncanakan sebelum masa kepeminpinan beliau, namun sangat disayangkan hal ini gagal karena sesuatu dan lain hal, namun kini semangat pembangunan yang dulu sempat redup, kembali dibangkitkan oleh beliau dan rencana pembangunan akan dilaksanakan dengan merubah gambar awal yang dahulunya direncanakan pembangunan bale banjar ini bertingkat kini menjadi tidak bertingkat namun dengan penambahan luas bangunan yang tanpa merusak perencanaan awal pembangunan yang telah ada.

Pembangunan bale banjar bukit sakti akan dilakukan pada bulan April 2012 berikut dengan Tahapan-tahapannya yang nantinya dilakukan langsung oleh panitia pembangunan bale banjar bukit sakti yang telah di tunjuk oleh kelian banjar bukit sakti demi amannya proses pembangunan bale banjar tersebut. untuk itu kelian banjar bukit sakti mengharapkan peranserta masyarakat untuk membantu pelaksanaan pembangunan ini sehingga pembangunan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan kita semua.

Kepada masyarakat Bukit Sakti dimanapun berada, Kelian banjar mengharapkan doa dan partisipasi aktif dalam pembangunan ini, mengenai pemberitahuan secara tertulis Kelian banjar akan mengirimkannya kepada seluruh masyarakat Bukit sakti dimanapun Berada.

PROGRAM PEMBANGUNAN SEKTOR EKONOMI PRODUKTIF
Dari Sisi pembangunan Sektor Perekonomian Produktif di Banjar bukit sakti akan lebih mengarah kepada keberadaan Kelompok-kelompok usaha produktif yang berbasis komoditi lokal diantara di sektor pertanian, sektor perkebunan, Sektor Peternakan, Sektor Usaha Kecil dan Menengah dan Sektor Perdagangan dengan spirit pembangunan Sosial Kooperatif dibawah naungan KOPTAN Werdhi Sadhana Sebagai Motivator dengan pola Binaan Bapak dan Anak Angkat.

I. Bukit Sakti Sebagai Sentra Pengembangan Bibit dan Bakalan Sapi Potong

Melalui Kelompok Simantri yang telah menunjukkan dedikasinya sebagai kelompok Mandiri yaitu Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, sebagai media pembelajaran bagi para petani ternak yang ada di Lokapaksa dan daerah sekitarnya dalam mengembangkan bibit sapi bali sebagai komoditi lokal yang bernilai tinggi, perkembangan kelompok ini kini telah menunjukkan hasil mulai dari anakan sapi SIMANTRI telah berjumlah 17 ekor, tahun depan kita telah memiliki F1 hasil IB (Inseminasi Buatan) alias Kawin Suntik dengan didukung Tenaga SDM Inseminator yang memadai dari kelompok tersebut, Produksi Pupuk baik Padat maupun Cair yang bernilai ekonomis kini semakin digenjot produksinya dan tahun depan kita rencanakan untuk uji lab dan lebelisasi produk.

Tidak Hanya Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yang ada di Bukit sakti, Kini telah berkembang KTT Murdha Sadhana dengan unit usaha dibidang Pertanian dan Peternakan sapi bali, kedepan kita akan arahkan pengembangan Populasi Sapi di wilayah KTT. Murdha Sadhana. Kelompok Ternak Sisia Bakti adalah Kelompok RTM dengan Pengembangan Usaha dibidang Penggemukan Sapi Bali telah berhasil menggemukkan Sapi bali dilahan Kering.
Tidak Hanya Sapi yang akan dikembangkan di kelompok-kelompok ini, kedepan kita akan kembangkan Ternak Babi dan Ayam Buras mengingat Keberadaan KWT. Manik Amertha Sebagai ibu-ibu Petani Ternak yang ada di bukit sakti ini memiliki keahlian dibidang ini sebagai usaha sampingan selain bertani dan beternak sapi.

II. Bukit Sakti Sebagai Sentra Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah 
Bukit sakti memiliki SDM yang mumpuni dibidang usaha pertukangan dan dengan didukung oleh potensi lokal dibidang perkebunan baik kebun jati, gamelina, mahoni dan suar ini merupakan sebuah potensi lokal yang selama ini belum bisa digarap secara maksimal mengingat kekurangan permodalan yang mereka hadapi.

Sektor industri Kecil / industri rumah tangga juga memiliki potensi yang besar digarap oleh para ibu-ibu PKK dan ibu-ibu dalam KWT. Manik Amertha di bukit sakti diantaranya pembuatan kue kering, Kue Basah, Kripik Singkong, Telor Asin dan lain sebagainya, namun kendala permodalan dan pengemasan yang belum tergarap secara apik akan dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan dari berbagai instansi terkait sampai dengan peralatan ayang memadaihingga proses pengemasan.

III. Bukit Sakti Dengan Lembaga Keuangan Koperasi
Di banjar Bukit Sakti kini telah berdiri koperasi KOPTAN WERDHI SADhANA, sebagai lembaga keuangan yang nantinya kedepan mampu menyediakan permodalan bagi sektor-sektor usaha yang akan dikembangkan nantinya baik sebagai anggota maupun sebagai anak angkat koperasi ini, kedepan bukit sakti akan menjadi salah satu banjar yang mandiri baik mandiri pangan, mandiri lembaga keuangan nya serta mandiri energy. 
Mari Kita bangun Bukit Sakti sebagai Banjar Usaha, Banjar Yang mandiri, Mulai sekarang kita tinggalkan pola premanisme menjadi pola intelektualisme. Sukseskan pembangunan Bukit Sakti bersama Masyarakat bukit Sakti dimanapun Berada.

Lokapaksa Menuju "Gerbang Sadu Mandara"

Wednesday, March 7, 2012 / No Comments
Desa Lokapaksa atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Bali kembali dipercaya sebagai pilot project pengembangan pembangunan desa melalui program "Gerbang Sadu Mandara" setelah berhasil melaksanakan program SIMANTRI yang juga salah satu pilot project Program Pemerintah Provinsi Bali.
Pemerintah provinsi bali menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama, dimana program dilakukan secara berlapis sehingga mendorong masyarakat miskin dapat mandiri. Melalui Blogg ini kami informasikan program-program unggulan Pemerintah Propinsi Bali yang telah di luncurkan adalah :
1. Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), 2. Program SIMANTRI, 3. Program Bedah Rumah, 4. Program  Wajib Belajar 12 Tahun, 5. Program Bali Clean And Green, 6. Operasi Katarak Bagi Masyarakat Miskin, 7. Program Orang Tua Asuh, 8. Program Keamanan Bali Mandara, 9. Jaminan Kredit Daerah Bali Mandara, 10. Jamkrida Bali Mandara, 11. Lembaga Perkreditan Desa (LPD), 12. Coorporate Social Responsibility (CSR) dan dari sederet program tersebut diatas, kini diluncurkan kembali sebuah program baru yang bernama "Gerbang Sadu Mandara"  yang disingkat "GSM", Program ini merupakan sebuah program  pilot project yang baru di luncurkan di 5 (lima) Desa dianataranya : Desa Lokapaksa, Desa Pejarakan, Desa Bebandem, Desa Songan B, dan Desa Pejukutan.

Program "Gerbang Sadu Mandara" adalah Akronim dari Kata "Gerakan Pembangunan Desa Terpadu yang Maju, Aman, Damai  dan Sejahtera". Sedangkan dari sisi etimologi kata, Kata Gerbang  Berarti Pintu, Sadu berarti Kebijaksanaan dan Mandara Berarti Agung. Gerbang  Sadu Mandara (GSM) Adalah Program  Terobosan Pemerintah Provinsi Bali Untuk  Mengakselerasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Peningkatan Kualitas Hidup, Kemandirian dan Kesejahteraan  Masyarakat.

Tujuan dari program Gerbang  Sadu Mandara (GSM) ini adalah  Untuk Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan SDA dan secara bertahap mampu membangun diri secara madiri, Menyediakan prasarana dan sarana peningkatan usaha ekonomi, Meningkatkan dan mengembangkan usaha ekonomi mikro untuk mengurangi pengangguran, Meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan ekonomi masyarakat.

Sasaran dari Program Gerbang  Sadu Mandara (GSM) ini adalah Menyasar pada desa-desa dengan tingkat kemiskinan diatas 35 %, desa yang memenuhi tingkat kemiskinan diatas 35% Sanggup / siap menerima dan melaksanakan program sesuai dengan petunjuk teknis, serta wajib membentuk BUMDes.

Kegiatan Gerbang Sadu Mandara didanai dari APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2012 dengan rekening Bantuan Keuangan Khusus (BKK) GERBANG SADU MANDARA ke Desa sebesar Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar) untuk 5 (lima) desa, dengan komponen pembiayaan 20 % untuk Fisik dan 80 % usaha ekonomi produktif.
 

Strategi program Gerbang Sadu Mandara yaitu : 
1. Untuk Mendorong tumbuh dan berkembangnya prakarsa dan swadaya gotong royong masyarakat, partisipasi masyarakat serta transparansi, 
2. Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan organisasi yang berakar pada masyarakat, 
3. Membangun sinergi berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Desa dalam konteks kewilayahan, 
4. Mendorong tumbuhnya tanggung jawab sosial dengan wujud kesetiakawanan sosial dalam konteks pembangunan desa,
5. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga masyarakat (BPD, LPM, OMS dan Lembaga Kemasyarakatan lainnya) terutama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaanprogram-program pembangunan desa.
 

Prinsip Gerbang Sadu Mandara yaitu :
1. Prioritas : pemerintah dan masyarakat harus memprioritaskan pemenuhan kebutuhan untuk pengentasan kemiskinan dengan mendayagunakan secara optimal berbagai sumber daya.
2. Kolaborasi : Semua pihak yang berkepentingan dalam dalam penanggulangan kemiskinan didorong untuk mewujudkan kerjasama dan sinergi antar pemangu kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan.
3. Keberlanjutan : Setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya saat ini tapi juga di masa depan.
4. Sederhana : Semua aturan mekanisme dan prosedur dalam pelaksanaan Garba Sadu Mandara harus sederhana, fleksibel, mudah dipahami, dan mudah dikelola serta dapat dipertanggungjawabkan oleh masyarakat.  
5. Berorientasi pada masyarakat miskin; semua kegiatan yang dilaksanakan mengutamakan kepentingan orang miskin dan kelompok masyarakat yang kurang beruntung.
6. Partisipasi : Masyarakat terlibat secara aktif dalam setiap pengambilan keputusan pembangunan dan gotong royong dalam menjalankan pembangunan.
7. Demokratis : Setiap pengambilan keputusan pembangunan dilakukan secara musyawarah dan mufakat dengan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat miskin.
8. Transparansi dan Akuntabel : Masyarakat harus memiliki akses yang memadai terhadap segala informasi dan proses pengambilan keputusan sehingga pengelolaan kegiatan dapat dilaksanakan secara terbuka dan dipertanggungjawabkan baik secara moral, teknis, legal maupun administrative.

Pendekatan
Gerbang Sadu Mandara yaitu :
1. Pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (Community Based Development).
2. Bottom Up Planning atau Perencanaan dari bawah artinya perencanaan untuk menentukan prioritas kegiatan dilakukan melaluimekanisme musyawarah perencanaan pembangunan desa
3. Pemberian kredit permodalan lebih diformulasikan kepada masyarakat atau kelompok masyarakat yang memiliki usaha dalamsektor informal, mikro dan usaha kecil melalui pemberdayaan BUMDes
4. Pembukaan unit-unit usaha BUMDes sebagai upaya perluasan jenis- jenis usaha BUMDes agar dapat memberikan peluang seluas-luasnyakepada masyarakat, serta mempermudah akses sumber-sumber kegiatan ekonomi tersebut, karena tersedia di desa
5. Pembangunan infrastruktur dasar pedesaan diformulasikan pada pembangunan infrastruktur yang dapat mengungkit secara signifikan tingkat ekonomi masyarakat serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan dasar kesehatan, pendidikan serta sumberdaya ekonomi.melalui pemberdayaan Organisasi Masyarakat Setempat.


Kegiatan yang dapat dibiayai Gerbang Sadu Mandara yaitu :
I. Penyaluran Kredit dan Pengembangan Modal  BUMDes1. Masyarakat miskin yang menggunakan pinjaman dari BUMDes dikenakan bunga 1 % tanpa anggunan sedangkan,
2. Masyarakat yang tidak termasuk miskin, bunga yang dikenakan sesuai dengan kesepakatan masyarakat melalui musyawarah desa. 
Bunga pinjaman yang dikenakan kepada masyarakat disesuaikan dengan kegiatan usaha yang dilaksanakan, contoh : Apabila dipergunakan untuk usaha penggemukan sapi masyarakat tidak dikenakan bunga bulanan akan tetapi bunga dan modal akan dibayarkan setelah sapi terjual, sedangkan Masyarakat yang usahanya berpenghasilan harian akan dikenakan bunga bulan/reguler.
II. Peningkatan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Perdesaan
1. Infrastruktur Transportasi; jalan produksi, Jembatan.
2. Peningkatan Produksi Pertanian; irigasi tersier diluar inventaris Dinas PU.
3. Peningkatan Pemasaran; Pasar Desa, Gudang Produksi, dan lantai jemur;
4. Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan : Perpipaan, bak penampungan air bersih, sumur pompa tangan, dan hidran umum; sedangkan untuk Sanitasi, termasuk didalamnya adalah kamar mandi umum ( prasarana mandi, cuci, dan kakus –MCK) dan drainase.
5. Pendidikan : Penyediaan Sarana Ruang Belajar Masyarakat (RBM) dan Teknologi Tepat Guna.
6. Kesehatan : Prasarana dan sarana Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) serta Pengadaan Sarana Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Kegiatan yang Dilarang  Dalam
Gerbang Sadu Mandara yaitu : Beli mobil, Beli Sepeda Motor
Membangun / rehab Balai Banjar, Kantor Desa, Sekolah, Pura, Bedah Rumah, Investasi yang tidak produktif.


Nah dari info diatas yang admin ketahui, sekarang bagaimana dengan implementasinya di desa kami Lokapaksa, semestinya kelompok Kelompok Tani ternak Pucak Manik yang merupakan kelompok inti SIMANTRI 022 Gapoktan Tri Loka Amertha desa Lokapaksa, dengan permasalahan Jalan Produksi Pertanian, Penguatan Permodalan dan lain sebagainya serta kelompok lain seperti KWT Manik Amertha, Kelompok Ternak Sisia Bakti yang merupakan Kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam usaha Penggemukan Sapi Bali  ini masih tanda tanya akankah kecipratan program ini...? Semoga saja Aparat Pemerintah Desa kini memperhatikan Mereka tidak seperti sebelum-sebelumnya, biar mereka tidak berjuang sendiri-sendiri, sementara Kue Tart senilai "Satu EM" ada Didepan Mata namun sayang tidak bisa diteguk, Semoga Saja JUKLAK dan Juknis yang ada bisa dipatuhi dengan lebih mengedepankan Potensi Desa Sebagai titik Ungkit Pembangunan Desa.

Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI)

Wednesday, April 28, 2010 / No Comments
SIMANTRI (Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi) adalah sebuah proyek unggulan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka mempercepat adopsi teknologi pertanian yang merupakan pengembangan model percontohan dalam rangka alih teknologi kepada masyarakat pedesaan.

Latar Belakang SIMANTRI
Belum tergarapnya Potensi SDA dan SDM dalam pengembangan usaha agribisnis khususnya di pedesaan secara optimal.
Belum berkembangnya diversifikasi intern sektor pertanian dan antar sektor dalam pengembangan agribisnis khusunya di perdesaan.
Belum terfokus dan terpadunya kegiatan antar sub sektor pertanian dan sektor pendukungnya.
Masih rendahnya insentif berusaha tani karena belum diterapkannya teknologi usaha dan belum terlaksananya sistem usaha tani yang terintegrasi, efektif dan efisien.
SIMANTRI ( Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi ) mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan Sumber daya Lokal yang ada.

Kegiatan integrasi dilaksanakan berorintasi pada usaha pertanian tanpa limbah (Zero Waste) dan mampu manghasilkan 4 F Yakni :
1. FOOD,
2. FEED,
3. FERTILIZER dan
4. FUEL.
Kegiatan utamanya adalah mengintegrasikan budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah manjadi pakan ternak, dan limbah ternak diolah menjadi Biogas, Biourine, Pupuk organiak baik padat maupun Cair, serta Bio Pestisida.

Sasaran Dari SIMANTRI
1. Peningkatan luas tanam, populasi ternak, perikanan dan kualitas hasil
2. Tersedianya Pakan Ternak Sepanjang Musim.
3. Tersedianya Pupuk dan pestisida organik serta Biogas
4. Berkembangnya Diversifikasi usaha, Lembaga Usaha Ekonomi, dan infrastruktur di perdeasaan
Kegiatan SIMANTRI di Bali dilaksanakan sejak tahun 2009 sebanyak 10 unit dan dilanjutkan tahun 2010 sebanyak 40 unit, dan menurut pemerintah provinsi bali akan direncananakan setiap tahun secara berkelanjutan.

Jadi hingga akhir tahun 2010 bali telah memiliki 50 model kegiatan usaha pertanian terintegrasi, jika ke 50 model SIMANTRI yang merupakan proyek Percontohan dapat dikembangkan lagi bagi desa-desa lainnya di bali maka mambangun desa secara berkelanjutan dengan target peningkatan pendapatan petani, terwujudnya program Bali Organik dan Bali Mandara akan dapat direalisasikan.
( dikutip dari Tulisan Pemerintah Propvinsi Bali )


Konsep SIMANTRI Pada Gapoktan Tri Loka Amertha Desa Lokapaksa
Konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya dinikmati oleh kelompok inti saja, namum akan melibatkan banyak kelompok baik didalam sistem yang telah bergabung di gapoktan maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.
 
Disamping Kelompok Ternak Pucak Manik dan Subak Abian Bila Sari sebagai kelompok inti juga akan melibatkan subak sawah yang ada di lokapaksa diantaranya Subak Uma Desa (96 Ha), Subak Tegal Intaran (13 Ha) dan Subak Lebah Semawa (25 Ha) sebagai kelompok pendukung dengan diwadahi dan dikoordinir oleh gapoktan.

Subak Abian Bila Sari akan menyediakan limbah pertanian dari pertengahan musim hujan hingga awal musim kemarau berupa Limbah jerami Kacang tanah, Jagung dan lain sebagainya untuk Kelompok Ternak Pucak Manik, untuk ditukar dengan Pupuk Organik.
 

Begitu juga Kelompok subak sawah akan menyediakan limbah pertaniannya berupa jerami padi, jerami kedele dan jerami palawija disetiap musim panen tiba untuk ditukar dengan pupuk organik ke Kelompok Ternak Pucak Manik. 

Sehingga akan tercapai pola pertanian yang berkesinambungan dan melembaga, kuat dan tercapainya sistem pertanian organik secara berkelanjutan.
Untuk kelompok yang berada di luar sistem/tidak tergabung dalam gapoktan akan sangat membantu dalam penyediaan tenaga kerja dalam menjalankan pertanian terintegrasi tersebut. Contohnnya kelompok usaha pertukangan yang membantu dalam proses pembangunan, kelompok usaha buruh akan mendapat pekerjaan dalam pengolahan kompos dan pengumpulan pakan sehingga akan menambah penghasilan masyarakat desa lokapaksa. 



Konsep Pembangunan Sektor Peternakan
Dalam rangka mendukung program SIMANTRI dari sektor peternakan akan di bangun : Unit Kandang Koloni dengan kapasitas 20 ekor beserta Bibit Sapi Bali sebanyak 20 ekor, Unit Gudang Pakan, unit Gudang Kompos, Unit Biogas dan unit Biourine. dengan skema pembangunan sebagai berikut :


 Gambar Blok Bangunan

Kandang Koloni dibagi menjadi 2 blok, masing-masing kandang terdiri dari 10 ekor sapi dengan dipisahkan oleh gang per 5 ekor sapi. tempat pakan & minum ternak terbuat dari beton.


sedangkan Gambar Gudang pakan dan Gudang Kompos Sebagai berikut :
 

Nah bagaimana format penyusunan proposal permohonan bantuan program SIMANTRI ini dilakukan..? silahkan download contoh proposalnya disini
semoga ini bermanfaat...! Terimakasih