News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

BIODYNAMIC FARMING = ORGANIK PLUS

Tuesday, August 31, 2010 / No Comments
Kemaren habis keja Keras, bangun pagi pun telat, lalu stel TV chanel NHK, Tiba-tiba Dwee...ng, dapet info pertanian BIODYNAMIC FARMING, Luar biasa...! bagi petani seperti saya yang sama sakeli belum mengenal dunia pertanian secara utuh.
Paman Google Bekerja saat itu juga, dapetnya info berbahasa inggris, akalpun datang...! Twing..! Twing...! Paka bantuan Translate, walaupun belepotan tapi kanggoin aja yang penting tau sedikit-sedikit mengenai BIODYNAMIC FARMING. Tulisan ini kami kutip dari berbagai sumber, mudah-mudahan berguna bagi kita semua.
 
BIODYNAMIC FARMING
Secara Etimologi Istilah BIODYNAMIC berasal dari 2 suku kata yakni BIO dan DYNAMIC, yang kedua suku kata tersebut diambil dari bahasa yunani. BIO atau BIOS yang Berarti Hidup dan DYNAMIC atau DINAMIS yang berarti Energi atau Kekuatan Pendorong. Jadi Biodynamic merupakan kombinasi dari praktek biologis dan dinamis.



BIODYNAMIC FARMING atau Pertanian Biodinamis adalah : Sebuah sistem pertanian yang sepenuhnya memanfaatkan unsur-unsur biologis / kehidupan sebagai pendorong dalam sitem pertaniannya. singkatnya Pertanian biodinamik adalah pertanian organik plus. Dalam sistem Pertanian ini tidak hanya mengharamkan penggunaan bahan kimia seperti pada sistem pertanian Organik, akan tetapi juga memberdayakan organisme hidup sebagai bagian dari produksi tani.
Sistem Pertanian Biodinamis dikembangkan oleh Rudolf Steiner pada tahun 1924, di Schloss Koberwitz, Jadi Sistem Pertanian Biodinamis bukan hal yang baru, konsep ini telah ada sejak tahun 1920-an (jauh lebih awal sebelum adanya pestisida dan bahan kimia dalam metode pertanian). Yang Mana pertanian biodynamic berbeda dari pertanian tradisional dalam penggunaan tumbuh secara alami (hidup) bahan-bahan yang ditemukan di peternakan yang digunakan untuk mengobati tanah dan tanaman.
Kotoran dari hewan digunakan untuk menyuburkan tanaman. Herbal dari tanaman lain mungkin memberikan nutrisi tambahan. Pertanian diperlakukan seolah-olah seorang individu organisme, Semua komponen pertanian sama pentingnya.
Negara-negara yang banyak menerapkan sistem pertanian ini diantaranya Australia, Amerika, India dan Jerman adalah negara di mana pertanian biodinamik banyak diusahakan dewasa ini.


Sistem Biodinamis adalah sistem yang paling berat dalan penerapannya, paling rumit, paling butuh banyak ilmu pengetahuan dan skill, namun sangat ramah lingkungan dan produknya pun sangat sangat sehat. Tingkatannya adalah paling tinggi diantar semua jenis pertanian ramah lingkungan bahkan diatas sistem pertanian organik.


SISTEM PERTANIAN BIODINAMIS VS ORGANIK

Pertanian Biodinamis dan Pertanian Organik memiliki banyak kesamaan dan sudah Pertanian Biodinamis berlandaskan prinsip-prinsip pertanian organik diantaranya : sama-sama menggunakan kompos, tidak menggunakan bahan kimiawi dan sintetis, rotasi tanaman dan penggunaan pupuk hijau, akan tetapi biodynamics berjalan lebih jauh dibandingkan pertanian Organik dalam membentuk keanekaragaman hayati.


Pada Pertanian atau perkebunan Biodynamics kurang lebih sistemnya tertutup. Benih tanaman Pangan maupun perkebunan, kompos/pupuk Organik dan bak kompos sebagian besar diproduksi sendiri dengan lebih mempertimbangkan unsur-unsur alamiah. Suatu Contoh : dalam memproduksi kompos dan pupuk organik, Pertanian Biodinamis menggunakan tulang, tanduk dan tengkorak binatang yang diisi bahan organik dan ditanam didalam tanah.

Menggunakan berbagai tanaman persiapan yang membantu kompos untuk menguraikan lebih baik dan memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit serta menggunakan irama alam, bulan dan planet-planet untuk menentukan kapan harus menabur benih/waktu tanam dan waktu panen.

Pertanian Biodinamis berupaya untuk "menyembuhkan" lingkungan yang sedang sakit sementara Organik upaya untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan praktek-praktek pertanian yang merugikan akibat penggunaan pupuk kimia.

Dalam Pertanian Biodinamis limbah pertanian dikelola dengan baik, untuk limbah cair ditampung dalam kolam pemurnian yang didalamnya terdapat tanaman dan hewan yang mampu menguraikan limbah tersebut, kemudian air hasil pemurnian akan dipakai kembali untuk merawat tanaman.

Dalam melakukan aktifitas pertanian selalu mempertimbangkan ketepatan waktu, seperti dalam proses pemanenan, pemupukan dan penyiraman tanaman dilakukan pada pagi-pagi hari, dengan tujuan mengurangi terbakarnya daun tanaman.

Menghasilkan tanaman yang kuat dan sehat, singkatnya Pertanian Biodinamis lebih mengutamakan kwalitas dibandingkan kwantitas.


PRINSIP PERTANIAN BIODINAMIS
Secara garis besar prinsip-prinsip pertanian organik tidak jauh berbeda dengan prinsip dalam pertanian Biodinamis ini adalah memobilisasi mekanisme biologis tanah, petani bekerja sama dengan organisme tanah misalnya bakteri dan cacing tanah yang bekerja memecah bahan organik menjadi unsur hara yang berguna dan tersedia bagi tanaman. Sistem ini sama sekali tidak menggunakan bahan kimia apapun.
Adapun prinsip-prinsip pertanian biodinamik yaitu :

  1. Melibatkan organisme hidup dalam produksi tanaman dan ternak
  2. Dalam suatu lahan pertanian selalu diusahakan tanaman dan ternak dalam suatu siklus yang saling menguntungkan. Tanaman mendapat hara dari kotoran ternak, ternak mendapat makananan dari tanaman.
  3. Selalu berusaha mengurangi hal-hal yang bisa menjadi penyebab masalah ketimbang mengobati masalah yang terjadi. mencegah adalah prioritas utama.
  4. Menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan lebih sehat. Jumlah bukanlah prioritas utama.
  5. pemilihan jenis tanaman mengikuti perkembangan pasar dan nilai ekonominya.
  6. pemilihan jenis tanaman sangat dipengaruhi oleh kualitas petani dan tenaga kerja yang tersedia.
  7. Kesadaran lingkungan adalah hal yang sangat penting.
  8. Kualitas tanah selalu diperhatikan dan jadi prioritas utama
  9. penggunaan kapur pertanian dibolehkan dalam penggunaan terbatas
  10. Pengusahaan penanaman berbagai jenis varietas/jenis komoditi tanaman dan ternak untuk mengurangi kegagalan panen.
  11. Rotasi tanaman adalah hal yang wajib.
  12. Kotoran ternak harus dikelola sebaik mungkin sebagai sumber hara tanah.
  13. Percaya bahwa ada hubungan interaksi antara tanaman, hara, air, energi dan organisme yang terlibat lainnya dimana hubungan ini mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan.
  14. jenis atau varitas yang dipilih adalah jenis lokal yang sudah terbukti adaftif dengan lingkungan tersebut sehingga bisa lebih menjamin ketahanan terhadap hama dan penyakit
  15. Percaya bahwa waktu penanaman sangat mempengaruhi keberhasilan usaha tani.

Katanya, Bertani Tidak Membuat Bangga

/ No Comments
Ada ribuan alasan kenapa generasi muda Bali sekarang memilih meninggalkan kehidupan bertani di desa, salah satu alalsan yang yidak bisa dibantah adalah, bahwa bertani tidak bisa menjamin kehidupan hari esok lebih baik, bahwa profesi sebagai petani tidak mampu membuat generasi muda merasa bangga.

Ini sangat masuk akal, lihat saja para petani tradisional di desa-desa, siklus kehidupan mereka dari dulu hingga sekarang tak ubahnya seperti gasing yang dipaksa menjadi bandul jaman. berputar tergantung di tempat semula dan tak bisa beranjak. terkadang acap kali berbenturan dengan berbagai masalah, kemudian terkapar dalam kondisi yang sama dan di tempat yang sama pula.

Jika ada anak muda yang mengatakan bahwa anak muda enggan menjadi petani semata mata karena tidak mau ber belepotan dengan lumpur atau gengsi, ini salah besar. sebab ketika pergi mencari kerja dikota, pekerjaan yang mereka dapatkan tidak jauh dari debu, cipratan air serta keringat, bedanya pekerjaan dikota bisa memberikan penghasilan tunai setiap bulan, sedangkan bertani harus menunggu panen tiba dengan berbagai resiko kegagalan yang tidak bisa diprediksi.

Menjadi petani mesti dipahani sebagai profesi yang kompleks, bahwa petani juga sekaligus sebagai pengusaha, mencari dan memanage modal sendiri, mengolah lahan, merawat tanaman, memanen dan menjual hasil panen juga sendiri pula. sedangkan bagi kalangan muda yang terbiasa hidup dengan pola hidup mewah dan serba instant, hal ini jelas sangat ribet. belum lagi manghadapi kegagalan panen dan ketidak pastian harga yang terkadang anjlok dibawah modal produksi. maka lengkap sudah alasan para muda-mudi untuk menghindar manjadi petani.

memang program dan langkah langkah dari pemerintah sudah dilakukan dalam penyelamatan pertanian di bali, seperti subsidi pupuk, bantuan permodalan, bantuan bibit hingga proteksi harga panen sudah dilakukan, namum berbagai pertanyaan besar dan mendasar harus dijawab. Apa Gunanya sebuah Proteksi bila pertanian di Bali akhirnya kehilangan Peteninya..?, bagaimana pula bisa meningkatkan hasil maksimal bila petaninya yang tersisa hanya dari kaum yang sudah tua-tua....?

Berbagai pertanyaan besar tersebut mesti dijawab oleh pemerintah, dan lebih gigih lagi memberikan proteksi dalam dunia pertanian, sebab pertanian memerlukan inovasi management dan teknologi yang mesti dikuasai oleh petani.

Setumpuk harapan bergantung pada SDM generasi muda dalam menyerap inovasi, management dan teknologi pertanian demi kemajuan pertanian di bali. tetapi Sekali lagi Kenapa pemerintah membiarkan Anak muda berbondong-bondong pergi kekota meninggalkan sawah dan ladang mereka....? 
by : V84FWFA8T84S

BIOGAS ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN

Monday, August 9, 2010 / No Comments
PERMASALAHAN NASIONAL 

Dari Sederet permasalahan nasional bangsa ini, ditengah Krisis energi melanda negri tercinta kita, mulai dari : mahalnya harga minyak tanah dan semakin langkanya Bahan Bakar Minyak, pemerintah telah melakukan berbagai upaya keras dan berbagai terobosan untuk menanggulangi krisis energi, Konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg telah dilakukan, masalah pun muncul se-iring dengan subsidi yang tidak seimbang antara LPG 12 Kg dengan LPG 3 Kg, Mulai dari Isi Tabung Gas yang tidak sesuai dengan berat normal, berbagai tindakan pengoplosan tabung gas 3 Kg, kebocoran tabung gas, Kurangnya sosialisasi dalam penggunaan tabung gas hingga berakibat Meledaknya rumah penduduk hampir setiap hari bahkan hingga merenggut nyawa.

Ketakutan pun melanda, setiap hari masyarakat disugukan dengan berita meledaknya tabung gas LPG 3 Kg, di daerah pedesaaan sebagian besar masyarakat takut menggunakan LPG 3 Kg hingga akhirnya kemballi kepada kebiasaan lama menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar untuk mamasak.

Dari sisi pertanian, harga pupuk kini semakin mahal, dan para petani kini seakan ketergantungan dalam menggunakan pupuk kimiawi, sehingga semakin tahun ke tahun penggunaan pupuk kimiawi semakin meningkat, dan jika penggunaannya berlebihan maka akan semakin memicu kerusakan tanah dan lingkungan.

Isu pemanasan global akibat kerusakan alam, pencemaran lingkungan dari berbagai sektor industri telah dirasakan akibatnya, terbukti dengan iklim dan cuaca yang tidak menentu, suhu udara semakin panas dan lain sebagainya.

ditengah kegelisahan, bagi masyarakat pedesaan yang sebagian besar telah memelihara ternak, sebetulnya masih ada sebuah terobosan dalam mengatasi krisis energi ketergantungan pupuk, dan penelamatan lingkungan dari pencemaran limbah peternakan, yakni dengan memanfaatkan kotoran Ternak sebagai BIOGAS.

BIOGAS
Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.

BIOGAS Mulai diperkenalkan sekitar 1970 dan baru berkembang kembali sejak 2006 s/d sekarang.
Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida, selain itu juga terdapat gas lainnya yaitu :
Metana (CH4) ................... 55-75 %
Karbon dioksida (CO2) ........ 25-45 %
Nitrogen (N2) ................... 0-0.3 %
Hidrogen (H2) .................. 1-5 %
Hidrogen sulfida (H2S) ......... 0-3 %
Oksigen (O2) .................... 0.1-0.5 %

Biogas dapat digunakan sebagai : bahan bakar pengganti Minyak untuk : Kompor, kendaraan, Bahan Bakar Genset untuk menghasilkan listrik, Lampu Petromax Biogas, serta Rice Cooker

Kesetaraan 1 Meter Kubik Biogas dengan sumber energi lainnya :
LPG ...................... 0,46 Kg
Minyak Tanah ........... 0,62 Liter
Minyak Solar ............. 0,52 Liter
Bensin .................... 0,80 Liter
Kayu Bakar .............. 3,50 Kg


 


File yang bisa didownload Mengenai Biogas sebagai berikut :
NO
FILE DOWNLOAD
SIZE
DOWNLOAD
1. 10 FAKTOR SUKSES PEMANFAATAN BIOGAS KOTORAN TERNAK
176.70 KB
Download Now
2. BIOGAS ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN PENGHASIL PUPUK ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN
BL
Download Now
3.
BIOGAS ENERGI PEDESAAN
268.14 KB
Download Now
4. BIOGAS ENERGY ALTERNATIF
163.46 KB
Download Now
5. BIOGAS UNTUK GENERATOR LISTRIK
77.67 KB
Download Now
6. MODUL PELATIHAN BIO GAS
1.33 MB
Download Now
7. TEKNIK PEMBUATAN BIODIGESTER DARI PLASTIK
774.50 KB
Download Now

Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI)

Wednesday, April 28, 2010 / No Comments
SIMANTRI (Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi) adalah sebuah proyek unggulan Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka mempercepat adopsi teknologi pertanian yang merupakan pengembangan model percontohan dalam rangka alih teknologi kepada masyarakat pedesaan.

Latar Belakang SIMANTRI
Belum tergarapnya Potensi SDA dan SDM dalam pengembangan usaha agribisnis khususnya di pedesaan secara optimal.
Belum berkembangnya diversifikasi intern sektor pertanian dan antar sektor dalam pengembangan agribisnis khusunya di perdesaan.
Belum terfokus dan terpadunya kegiatan antar sub sektor pertanian dan sektor pendukungnya.
Masih rendahnya insentif berusaha tani karena belum diterapkannya teknologi usaha dan belum terlaksananya sistem usaha tani yang terintegrasi, efektif dan efisien.
SIMANTRI ( Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi ) mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan Sumber daya Lokal yang ada.

Kegiatan integrasi dilaksanakan berorintasi pada usaha pertanian tanpa limbah (Zero Waste) dan mampu manghasilkan 4 F Yakni :
1. FOOD,
2. FEED,
3. FERTILIZER dan
4. FUEL.
Kegiatan utamanya adalah mengintegrasikan budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah manjadi pakan ternak, dan limbah ternak diolah menjadi Biogas, Biourine, Pupuk organiak baik padat maupun Cair, serta Bio Pestisida.

Sasaran Dari SIMANTRI
1. Peningkatan luas tanam, populasi ternak, perikanan dan kualitas hasil
2. Tersedianya Pakan Ternak Sepanjang Musim.
3. Tersedianya Pupuk dan pestisida organik serta Biogas
4. Berkembangnya Diversifikasi usaha, Lembaga Usaha Ekonomi, dan infrastruktur di perdeasaan
Kegiatan SIMANTRI di Bali dilaksanakan sejak tahun 2009 sebanyak 10 unit dan dilanjutkan tahun 2010 sebanyak 40 unit, dan menurut pemerintah provinsi bali akan direncananakan setiap tahun secara berkelanjutan.

Jadi hingga akhir tahun 2010 bali telah memiliki 50 model kegiatan usaha pertanian terintegrasi, jika ke 50 model SIMANTRI yang merupakan proyek Percontohan dapat dikembangkan lagi bagi desa-desa lainnya di bali maka mambangun desa secara berkelanjutan dengan target peningkatan pendapatan petani, terwujudnya program Bali Organik dan Bali Mandara akan dapat direalisasikan.
( dikutip dari Tulisan Pemerintah Propvinsi Bali )


Konsep SIMANTRI Pada Gapoktan Tri Loka Amertha Desa Lokapaksa
Konsep pelaksanaan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) ini tidak hanya dinikmati oleh kelompok inti saja, namum akan melibatkan banyak kelompok baik didalam sistem yang telah bergabung di gapoktan maupun diluar sistem gapoktan itu sendiri.
 
Disamping Kelompok Ternak Pucak Manik dan Subak Abian Bila Sari sebagai kelompok inti juga akan melibatkan subak sawah yang ada di lokapaksa diantaranya Subak Uma Desa (96 Ha), Subak Tegal Intaran (13 Ha) dan Subak Lebah Semawa (25 Ha) sebagai kelompok pendukung dengan diwadahi dan dikoordinir oleh gapoktan.

Subak Abian Bila Sari akan menyediakan limbah pertanian dari pertengahan musim hujan hingga awal musim kemarau berupa Limbah jerami Kacang tanah, Jagung dan lain sebagainya untuk Kelompok Ternak Pucak Manik, untuk ditukar dengan Pupuk Organik.
 

Begitu juga Kelompok subak sawah akan menyediakan limbah pertaniannya berupa jerami padi, jerami kedele dan jerami palawija disetiap musim panen tiba untuk ditukar dengan pupuk organik ke Kelompok Ternak Pucak Manik. 

Sehingga akan tercapai pola pertanian yang berkesinambungan dan melembaga, kuat dan tercapainya sistem pertanian organik secara berkelanjutan.
Untuk kelompok yang berada di luar sistem/tidak tergabung dalam gapoktan akan sangat membantu dalam penyediaan tenaga kerja dalam menjalankan pertanian terintegrasi tersebut. Contohnnya kelompok usaha pertukangan yang membantu dalam proses pembangunan, kelompok usaha buruh akan mendapat pekerjaan dalam pengolahan kompos dan pengumpulan pakan sehingga akan menambah penghasilan masyarakat desa lokapaksa. 



Konsep Pembangunan Sektor Peternakan
Dalam rangka mendukung program SIMANTRI dari sektor peternakan akan di bangun : Unit Kandang Koloni dengan kapasitas 20 ekor beserta Bibit Sapi Bali sebanyak 20 ekor, Unit Gudang Pakan, unit Gudang Kompos, Unit Biogas dan unit Biourine. dengan skema pembangunan sebagai berikut :


 Gambar Blok Bangunan

Kandang Koloni dibagi menjadi 2 blok, masing-masing kandang terdiri dari 10 ekor sapi dengan dipisahkan oleh gang per 5 ekor sapi. tempat pakan & minum ternak terbuat dari beton.


sedangkan Gambar Gudang pakan dan Gudang Kompos Sebagai berikut :
 

Nah bagaimana format penyusunan proposal permohonan bantuan program SIMANTRI ini dilakukan..? silahkan download contoh proposalnya disini
semoga ini bermanfaat...! Terimakasih

Lokapaksa Desa Kucinta

Tuesday, March 30, 2010 / No Comments

DESAKU YANG KUCINTA

Desaku yang kucinta
Pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda
Dan handai tolanku
Tak mudah kulupakan
Tak mudah bercerai
Selalu kurindukan
Desaku yang permai

Ketika Lagu ini terngiang di telingaku, hatiku rindu pada kampung halamanku, pengen segera kembali berkumpul bersama keluargaku tercinta dan sahabat-sahabat kecilku yang kini nun jauh disana.
Desaku Desa Lokapaksa, tempatku berpijak menggantungkan hidup, aku bangga pada desaku dengan segala kekurangan dan kebihan yang ada di desaku.Tulisan ini aku persembahkan untuk saudara-saudaraku warga desa lokapaksa dimanapun berada, baik yang kini mengabdi untuk negri di berbagai belahan bumi ini.

2.1 Luas Wilayah dan Letak Geografis Desa Lokapaksa
Melihat luas wilayah Desa Lokapaksa yang sangat luas jika dibandingkan desa-desa yang ada di Kecamatan Seririt, yakni : 28, 84 KM2, sudah tentu juga di ikuti dengan potensi jumlah penduduk mencapai 10.245 jiwa (data BPS Kabupaten Buleleng - Kabupaten Buleleng Dalam Angka 2009).

Secara Geografis batasan Wilayah Desa Lokapaksa adalah sebagai Berikut :
Sebelah Barat : Desa Umeanyar dan Desa Pangkung Paruk
Sebelah Barat Laut : Desa Umeanyar, Laut Bali
Sebelah Utara : Laut Bali
Sebelah Timur Laut : Desa Pengastulan
Sebelah Timur : Kelurahan seririt, Desa Patemon
Sebelah Tenggara : Desa Ringdikit
Sebelah Selatan : Desa Ularan
Sebelah Barat Daya:Desa Unggahan dan Kawasan Hutan Bali Barat.
Kini Kepala desa Lokapaksa Bernama : I Gusti Made Kusumayasa. Desa lokapaksa dengan wilayah yang luas, secara administrasi desa lokapaksa dibagi menjadi 9 (sembilan) Banjar Dinas Diantaranya :

Daftar Banjar Dinas Di Desa Lokapaksa
1. Banjar Dinas Bukit Sakti 6. Banjar Dinas Pamesan
2. Banjar Dinas Jero Agung 7. Banjar Dinas Tengah
3. Banjar Dinas Sorga Mekar 8. Banjar Dinas Gunung Ina
4. Banjar Dinas Sorga 9. Banjar Dinas Carik Agung
5. Banjar Dinas Kembang Sari


2.2 Topografi dan Keadaan Tanah Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi topografi, desa lokapaksa merupakan desa dengan topografi Landai dari sisi utara, menuju pusat desa dan terdiri dari daerah berbukit-bukit mulai dari ketinggian 7 – 300 M dpl pada sisi selatan sampai sisi barat desa lokapaksa. Desa Lokapaksa jika kita tinjau dari karakteristik pertanian dan topografi wilayahnya maka dapat di bagi menjadi 3 (tiga) bagian wilayah, yakni :
  1. Wilayah Desa Lokapaksa Bagian Atas/bagian Pegunungan yakni : daerah yang berbatasan dengan wilayah hutan bali barat.
  2. Wilayah Desa Lokapaksa bagian tengah merupakan wilayah dengan tanaman perkebunan dan palawija.
  3. Wilayah Desa Lokapaksa bagian bawah merupakan wilayah persawahan dengan tanaman padi palawija, dan perkebunan anggur.
Ditinjau dari segi Keadaan Tanah, desa lokapaksa adalah sebagai berikut :
Tabel Kondisi Tanah
Tingkat Kesuburan Tanah
:
Sedang
Struktur Tanah
:
Tanah Liat Berpasir
PH Tanah
:
4 – 6,5
Kemiringan Tanah
:
Datar, Landai, Kemiringan 45o
Keadaan bahan Organik
:
Sedang

2.3 Iklim Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi Iklim, Menurut Smith dan Perguson Desa Lokapaksa merupakan desa dengan Iklim Tipe D (Iklim Kering), dengan 5 (lima) Bulan Basah yaitu dari bulan Nopember sampai dengan bulan Maret, dan 7 Bulan Musim Kering yaitu dari bulan April sampai dengan Oktober. 

2.4 Potensi Wilayah dan Potensi Penduduk Desa Lokapaksa
Ditinjau dari segi Potensi Wilayah dan potensi Penduduk, desa lokapaksa dengan luas wilayah 28,84 KM2, dengan potensi jumlah penduduk mencapai 10.245 jiwa. Adapun potensi wilayah dan potensi penduduk desa lokapaksa dapat dijelaskan sebagai berikut :


2.4.1 Luas Lahan Menurut Penggunaannya
Luas Lahan Menurut Penggunaannya
PKR (Ha)
Tegalan (Ha)
Sawah (Ha)
Hutan Lindung (Ha)
Lahan Kritis (Ha)
Lain Lain (Ha)
45
712
236
1.452
250
60
2.4.2 Mata Pencaharian Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan
Mata Pencaharian Penduduk
T. Pangan
T. Ternak
T. Perkebunan
T. Ikan
Dagang
Industri
45
712
236
60
1.452
250
2.4.3 Luas Lahan Sawah Dan Bangunan Pada Daerah Irigasi Yang Dikelola Oleh PU Dirinci Menurut Jaringan Irigasi
Luas Sawah & Bangunan Irigasi PU
Jaringan Semi Teknis (Ha)
Luas Baku (Ha)
Fungsi Irigasi (Ha)
Keterangan
150
150
150
-
2.4.4 Luas Lahan Sawah Dan Bangunan Pada Daerah Irigasi Yang NON PU Dirinci Menurut Jaringan Irigasi
Luas Sawah & Bangunan Irigasi NON PU
Luas Baku (Ha)
Fungsional (Ha)
Keterangan
150
150
-
2.4.5 Luas Rata-rata Garapan
Luas Rata-rata Garapan
Luas Rata-rata (Ha) Jml. Anggota (Orang) Masuk KUD (Orang) Pemilik (Orang) Penggarap (Orang) Buruh (Orang)
0,86 1.587 235 372 501 687
2.4.6 Luas Tanam, Panen dan Produksi Tanaman Padi Sawah
Luas Tanam, Panen dan Produksi Tanaman Padi Sawah
Luas Tanam (Ha)
Luas Panen (Ha)
Produksi (Ton)
Rata-rata Produksi (Ton)
10
10
51
5,10
2.4.7 Produksi Tanaman Buah-buahan
Jenis Tanaman
Mangga (Ton)
Anggur (Ha)
Durian (Ton)
Pisang (Ton)
Rambutan (Ton)
Lain-lain (Ton)
68,15
21,04
-
876,60
117,91
49,12
2.4.8 Luas Hutan dan Jenis Hutan
Luas Hutan (Ha)
Jenis Hutan
Hutan Lindung (Ha)
Hutan Produksi (Ha)
Hutan Wisata (Ha)
Terbatas
Tetap
500
500
-
-
-
2.4.9 Populasi Ternak
Populasi Ternak
Sapi (Ekor)
Babi (Ekor)
Kambing (Ekor)
Kerbau (Ekor)
Kuda (Ekor)
Unggas (Ekor)
Ternak Lainya (Ekor)
187
896
163
20
-
2.400
180
2.4.10 Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk
Luas Area (KM2)
Jumlah Penduduk
Tahun 2007
Tahun 2008
Laki (Orang)
Prmp. (Orang)
Jumlah (Orang)
Laki (Orang)
Prmp. (Orang)
Jumlah (Orang)
28,84
5.148
5.009
10.157
5.191
5.054
10.245
2.4.11 Mata Pencaharian Penduduk Menurut Lapangan Usaha.
Mata Pencaharian
Pertanian Pangan (Orang)
Peternakan (Orang)
Perikanan (Orang)
Perkebunan (Orang)
Perdagangan (Orang)
Industri (Orang)
51
10
-
1.543
67
54
2.4.12 Subak, Kelompok Ternak Di Wilayah Desa Lokapaksa
Nama Subak/Kelompok Ternak
Subak Uma Desa (Ha) Subak Tegal Intaran (Ha) Subak Lebah Semawa (Ha) Subak Abian Bila Sari (Ha) Kelompok Ternak Pucak Manik (Ekor)
96 13 25 712 31
2.4.13 Tanaman Pangan Di Desa Lokapaksa
Jenis Tanaman Pangan
Jagung (Ha) Kacang Tanah (Ha) Kedele (Ha) Ubi-ubian (Ha)
250 200 200 110

Sapi Bali Flasma Nutfah Asli Indonesia

Sunday, March 21, 2010 / No Comments
Pejantan Sapi Bali

Pulau Bali dengan segala keunikannya, kecantikan dan keindahan alam bali serta keramah tamahan penduduk bali, dengan menyandang berbagai julukan seperti : Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Morning of The World, Paradise Island, dan lain sebagainya merupakan wujud nyata dari indahnya alam bali dengan adat istiadat serta kebudayaan bali.

Di bali dengan segala keindahan pulau bali terkandung kekayaan alam khas bali seperti : Burung jalak Bali yang berhabitat di hutan Bali barat, Anjing Kintamani, Harimau Bali yang telah dinyatakan punah sejak tahun 1991 dan Sapi bali Sebagai Salah Satu Flasma Nutfah  Asli Indonesia yang Ada di Pulau Bali.

SAPI BALI

Dinamakan Sapi bali karena Memang penyebaran populasi jenis sapi ini terdapat di pulau bali. Sapi Bali (Bos sondaicus) adalah merupakan salah satu bangsa sapi asli dan murni Indonesia, yang merupakan keturunan asli banteng (Bibos banteng) dan telah mengalami proses domestikasi yang terjadi sebelum 3.500 SM, dimana Sapi Bali asli mempunyai bentuk dan karakteristik sama dengan banteng. Hingga kini dalam bahasa bali Alus Nama Sapi Bali disebut "BANTENG" (*dalam Bahasa Bali ALUS) Oleh Orang-orang Bali.

Sapi Bali dikenal juga dengan nama Balinese cow yang kadang-kadang disebut juga dengan nama Bibos javanicus, meskipun sapi Bali bukan satu subgenus dengan bangsa sapi Bos taurus atau Bos indicus. Berdasarkan hubungan silsilah famili Bovidae, kedudukan sapi Bali diklasifikasikan ke dalam subgenus Bibovine tetapi masih termasuk genus bos.
Dilihat dari sejarahnya, Sapi merupakan hewan ternak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat petani di Bali. Sapi Bali sudah dipelihara secara turun menurun oleh masyarakat petani Bali sejak zaman dahulu. Petani memeliharanya untuk membajak sawah dan tegalan, serta menghasilkan pupuk kandang yang berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah pertanian.
Dalam perayaan agama Hindu, sapi dipakai dalam upacara “butha yadnya” sebagai caru, yaitu hewan korban yang mengandung makna pembersihan.

Sapi Gerumbungan

Selain itu, Sapi Bali juga dipakai dalam kegiatan Kebudayaan seperti acara ”Sapi Gerumbungan” yakni lomba adu sapi di kabupaten buleleng.

Lembu Petulangan pada upacara Ngaben

Pada upacara ”Pitra Yadnya” "Ngaben" Sapi dipakai sebagai sarana pengantar roh, yang kebanyakan orang bali menyebut sebagai "Lebu Petulangan".

Dewa Siwa dan Lembu Nandhini

Berdasarkan kepercayaan agama hindu, sapi merupakan hewan yang disucikan. Sapi dengan wujud "Lembu Nandhini" merupakan kedaraan Dewa Siwa.

CIRI FISIK SAPI BALI

Perbadaan Sapi Bali Jantan dengan Betina

Secara fisik, sapi Bali mudah dikenali karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Warna bulunya pada badannya akan berubah sesuai usia dan jenis kelaminnya, sehingga termasuk hewan dimoprhism-sex. Pada saat masih “pedet”, bulu badannya berwarna sawo matang sampai kemerahan, setelah dewasa Sapi Bali jantan berwarna lebih gelap bila dibandingkan dengan sapi Bali betina. Warna bulu sapi Bali jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi coklat tua atau hitam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin sejak umur 1,5 tahun dan menjadi hitam mulus pada umur 3 tahun. Warna hitam dapat berubah menjadi coklat tua atau merah bata apabila sapi itu dikebiri, yang disebabkan pengaruh hormon testosterone.
  2. Kaki di bawah persendian karpal dan tarsal berwarna putih. Kulit berwarna putih juga ditemukan pada bagian pantatnya dan pada paha bagian dalam kulit berwarna putih tersebut berbentuk oval (white mirror). Warna bulu putih juga dijumpai pada bibir atas/bawah, ujung ekor dan tepi daun telinga. Kadang-kadang bulu putih terdapat di antara bulu yang coklat (merupakan bintik-bintik putih) yang merupakan kekecualian atau penyimpangan ditemukan sekitar kurang dari 1% . Bulu sapi Bali dapat dikatakan bagus (halus) pendek-pendek dan mengkilap.
  3. Ukuran badan berukuran sedang dan bentuk badan memanjang.
  4. Badan padat dengan dada yang dalam.
  5. Tidak berpunuk dan seolah tidak bergelambir
  6. Kakinya ramping, agak pendek menyerupai kaki kerbau.
  7. Pada punggungnya selalu ditemukan bulu hitam membentuk garis (garis belut) memanjang dari gumba hingga pangkal ekor.
  8. Cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya berwarna hitam
  9. Tanduk pada sapi jantan tumbuh agak ke bagian luar kepala, sebaliknya untuk jenis sapi betina tumbuh ke bagian dalam.

KEUNGGULAN SAPI BALI
pedet sapi baliSapi Bali termasuk jenis yang disukai oleh para peternak karena dwiguna, disamping bisa sebagai sapi pekerja juga sapi pedaging, serta mempunyai banyak keunggulan seperti :
  1. Subur (cepat berkembang biak/ fertilitas tinggi)
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungannya,
  3. Dapat hidup di lahan kritis.
  4. Mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan.
  5. Persentase karkas yang tinggi.
  6. Harga yang stabil dan bahkan setiap tahunnya cenderung meningkat.
  7. Khusus sapi bali Nusa Penida, selain bebas empat macam penyakit, yaitu jembrana, penyakit mulut dan kuku, antraks, serta MCF (Malignant Catarrhal Fever). Sapi Nusa Penida juga dapat menghasilkan vaksin penyakit jembrana.
  8. Kandungan lemak karkas rendah.
  9. Keempukan daging tidak kalah dengan daging impor.
KELEMAHAN SAPI BALI
Dari berbagai kelebihan tersebut, Sapi Bali juga memiliki kelemahan walaupun hanya sedikit, diantaranya :
  1. Dapat terserang virus Jembrana yang menyebar melalui media “lalat”.
  2. Rentan terhadap Malignant Catarrhal Fever ,jika berdekatan dengan domba.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2004 dan Perda No 2/2003 yang melarang bibit sapi bali betina keluar dari wilayah provinsi ini. Dalam Menjaga Keutuhan genitik sapi bali Semestinya pembibitan sapi bali tidak boleh diluar pulau bali, akan tetapi diluar pulau bali telah banyak berkembang pembibitan sapi bali seperti di Sulawesi Selatan, Lombok, Pulau Timor dan menurut pemberitaan sapi bali telah dikembangkan di Luar Negeri Seperti Malaysia dan Australia, entah kenapa sapai Lolos keluar negeri...?, Ini merupakan Tanda Tanya Besar Dikepala Kita Semua..?

Pemanasan Global & Perubahan Iklim

Thursday, March 18, 2010 / No Comments
Bumi merupakan tempat tinggal bagi kehidupan, baik manusia maupun mahluk hidup yang lainnya dimana kita sebagai manusia memiliki sifat ketergantungan dan keterkaitan dengan alam dan lingkungan maka sudah seharusnyalah kita menjaga dengan penuh kesungguh-sungguhan, agar kehidupan di muka bumi ini terus berlangsung dengan baik.

Bumi ini untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang inilah yang penting untuk dibicarakan, dimana bumi yang melibatkan persoalan lingkungan hidup sebagai bagian yang tidak boleh dilupakan.

Kualitas lingkungan hidup semakin menurun dari hari ke hari, Bumi telah menjadi lebih hangat sekitar 1ºF (0.5ºC) dari 100 tahun yang lalu. Tapi mengapa ? dan bagaimana ? bumi bisa saja menjadi hangat secara alami, tetapi banyak ahli iklim dunia yang percaya bahwa tindakan manusia telah membantu membuat bumi menjadi lebih hangat. Internasionalisasi modal telah menjadi ancaman paling besar terhadap bumi dan lingkungan hidup secara lebih khusus. Watak dasar kapitalisme yang eksploitatif dan akumulatif telah menjadi ancaman terbesar bagi bumi dan lingkungan hidup. Eksploitasi tambang, mineral, gas, hutan, laut, air untuk mengejar apa yang dinamakan sebagai pertumbuhan ekonomi, telah menyebabkan sebuah kerja keras habi - habisan tanpa terkendali.


Kondisi bumi yang ditandai oleh kerusakan lingkungan hidup memperlihatkan keadaan yang semakin parah. Bencana sebagai akibat ketidakseimbangan dan berkurangnya kemampuan bumi dalam melindungi dirinya, hilangnya kemampuan lingkungan untuk mengimbangi watak eksploitatif para pemburu harta dan kekayaan bumi telah membawa bencana hebat.

Bencana alam akibat kerusakan yang ditimbulkan manusia telah melanda seluruh belahan dunia. Kekeringan panjang yang melanda dimusim kemarau, dengan segala dampak ikutan seperti kebakaran hutan, mengeringnya sumber-sumber air bersih di daerah pemukiman, meningkatnya suhu udara sehingga menimbulkan gelombang panas. yang kerap kali berulang di berbagai daerah di Indonesia dan belahan dunia selama dekade belakangan ini.
Hal ini sering dikaitkan dengan pengaruh dari pemanasan global dan pengaruh penipisan lapisan ozon yang menurut para ahli disebapkan oleh ulah manusia yang merusak lingkungan.

GAS-GAS RUMAH KACA
Gas-gas Rumah Kaca atau Greenhouse Gases adalah gas-gas yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Selain uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2), terdapat gas rumah kaca lain di atmosfer, dan yang terpenting berkaitan dengan pencemaran dan pemanasan global adalah metana (CH4), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), dan chlorofluorocarbon (CFC) Gas Rumah Kaca dapat terbentuk secara alami maupun sebagai akibat pencemaran.

Gas Rumah Kaca di atmosfer menyerap sinar inframerah yang dipantulkan oleh bumi. Peningkatan kadar gas rumah kaca akan meningkatkan efek rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Adapun jenis-jenis dari gas rumah kaca tersebut adalah uap air, karbon dioksida, metana, ozon, dinitrogen oksida atau nitrat oksida dan Chlorofluorocarbon (CFC).

PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEMANASAN GLOBAL

Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi disebut gas rumah kaca sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi.
Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca.

Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada efek rumah kaca maka suhu permukaan bumi akan 33oCelcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu gas rumah kaca juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Berubahnya komposisi gas rumah kaca di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh gas rumah kaca tadi. Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.

Pemanasan Global adalah fenomena naiknya suhu permukaan bumi karena meningkatnya efek rumah kaca. Efek rumah kaca di atmosfer meningkat akibat adanya peningkatan kadar gas-gas rumah kaca, antara lain karbon dioksida, metana, ozon. Pemanasan global atau Global Warming mempunyai dampak yang sangat besar bagi dunia dan kehidupan makhluk hidup, yaitu perubahan iklim dunia dan kenaikan permukaan air laut

Menurut beberapa pakar, bumi saat ini telah memasuki masa pemanasan global karena enam tahun terpanas dalam 100 tahun semuanya jatuh pada tahun 1980-an yaitu, dari yang tertinggi sampai terendah, tahun 1988, 1987, 1983, 1981, 1980, dan 1986

Sumbangan utama terhadap jumlah karbon dioksida di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Pembakaran bahan-bahan tersebut menambahkan 18,35 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer tiap tahun. (18,35 miliar ton karbon dioksida = 18,35 x 1012 atau 18.350.000.000.000 kg karbon dioksida!) Dari konsumsi energi dunia saat ini (tidak termasuk kayu bakar), sedikit di bawah 40 persen adalah minyak bumi, 27 persen batu bara, dan 22 persen gas bumi, sementara listrik tenaga air dan nuklir merupakan 11 persen sisanya.

Selain merupakan bahan bakar fosil yang menghasilkan pencemaran paling tinggi, batu bara juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama dari minyak, jumlah karbon dioksida yang dilepas akan mencapai 2 ton dan dari gas bumi hanya 1,5 ton. Kayu lebih parah lagi, yaitu melepaskan 3,4 ton karbon dioksida untuk menghasilkan jumlah energi yang sama dengan membakar satu ton batu bara.

Pelepasan atau emisi karbon dioksida ke atmosfer menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global.

AKIBAT PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global merupakan akibat dari meningkatnya kadar gas rumah kaca, sehingga suhu bumi naik. Pemanasan global adalah proses perubahan keadaan yang berjalan sangat lambat. Dampak utama dari pemanasan global adalah perubahan iklim global yang akan mengakibatkan antara lain peningkatan permukaan air laut, penurunan hasil panen pertanian dan perikanan, perubahan keanekarangam hayati.

1. Perubahan Iklim Global
Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa sejumlah kejadian alam selama ini memberikan tanda-tanda kuat bahwa iklim mulai tidak stabil. Pada 1987, misalnya, tercatat suhu tinggi pemecah rekor terjadi di Siberia, Eropa Timur dan Amerika Utara. Rekor ini kembali dipecahkan di daerah-daerah tersebut pada tahun berikutnya. Juga pada 1987 terjadi banjir besar di Korea, Bangladesh, dan di Kepulauan Maladewa (Maledives) akibat ombak pasang. Pada tahun berikutnya, Bangladesh mengalami banjir lagi, dan pada awal 1991 banyak korban jiwa akibat angin puyuh.

Daftar bencana alam ini masih dapat diperpanjang. Walaupun belum ada bukti langsung yang mengkaitkan kejadian-kejadian di atas dengan pemanasan global, atau belum ada indikasi bahwa iklim menjadi lebih mudah berubah, kejadian-kejadian tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja.

2. Kenaikan Permukaan Air Laut

Salah satu akibat pemanasan global adalah dapat mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Pencairan es tersebut menyebabkan naiknya permukaan air laut. Banyak kawasan pertanian subur dan berpenduduk paling padat di dunia terletak di daratan rendah sepanjang pantai. Peningkatan permukaan air laut memperbesar resiko banjir, hal ini terutama berlaku jika pemanasan global dikaitkan dengan terjadinya badai dan topan yang ganas. Banyak negara berkembang sangat bergantung pada industri pariwisata. Salah satu daya tariknya ialah pantai-pantai pasir yang luas dan bersih. Untuk gambaran kasarnya, jika terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10 Cm, berarti hilangnya sekitar 10 meter pantai.

Meningkatnya permukaan air laut mendorong batas antara air asin dan air tawar di muara sungai lebih jauh ke daratan. Peningkatan setinggi 10 Cm akan cenderung mengakibatkan penembusan air laut sekitar satu kilometer lebih jauh ke darat dalam muara datar. Penembusan air asin ke dalam cadangan air tawar dapat menjadi masalah serius ketika permukaan air laut naik.

Pemanasan global tidak selamanya berakibat buruk, peningkatan temperatur laut ternyata memperluas luas terumbu karang di Karibia. Beberapa jenis terumbu karang justru tumbuh dengan sumbur. Hal ini terungkap dari pertemuan tahunan perhimpunan ahli geologi di Seattle, Washington.

Sekurang-kurangnya satu marga terumbu karang Karibia, Acropora, tampaknya telah tercatat sebagai marga yang "menikmati" efek pemanasan global. Suhu laut yang lebih hangat memperluas pertumbuhan karang ini ke arah utara, seperti yang pernah terjadi di masa silam. Pada tahun 1998, sampel hidup terumbu karang ditemukan di daerah dekat Fort Lauderdale, Florida, AS dan pada tahun 2002 juga ditemukan di bagian utara teluk Meksiko sepanjang pesisir Texas. Selain itu, pertumbuhan terumbu karang ke arah utara juga ditemukan di daerah perairan Pasifik.

Precht menemukan bukti pertumbuhan terumbu karang di atas di sepanjang pesisir Fort Lauderlade (karang yang pernah ditabrak kapal selam nuklir AS). Tabrakan ini membongkar karang-karang fosil, yaitu Acropora. Saat ini, karang Acropora tumbuh di daerah Miami yang berjarak 50 Km dari tempat tabrakan. Uji umur terumbu dengan radiokarbon menunjukkan, terumbu karang ini berumur 7.000 tahun. Seperti diketahui, 9.000 - 4.000 tahun lalu, suhu laut Atlantik adalah 2 - 4 0C lebih hangat dari suhu laut saat ini.

3. Penurunan Hasil Panen Pertanian dan Perikanan
Jika iklim berubah seperti yang diramalkan, kemungkinannya bermacam-macam dan bahkan bisa suram. Penurunan curah hujan jelas akan merupakan bencana bagi petani miskin di daerah kering, misalnya di Afrika, Brasil, Pakistan serta India, dan dampak tersebut tidak terbatas pada daerah kering saja.

Sebagai contoh: Pemanasan global dapat membuat daerah Barat-Tengah Amerika Serikat menjadi lebih panas dan berangin. Apa yang dapat terjadi sudah dirasakan ketika kekeringan dan suhu tinggi pada 1988 menurunkan hasil panen gabah sebesar 30 persen. Penurunan hasil panen seperti ini, jika berlangsung terus, hampir pasti akan berakibat serius bagi negara berkembang serta negara-negara lain yang bergantung pada impor gabah dari Amerika Serikat.

Para petani dimanapun telah menunjukkan diri mampu melakukan penyesuaian diri untuk menanggapi perubahan keadaan. Mereka bersiap mengganti tanaman ketika pasar berubah, menerapkan jenis biji baru ketika mereka melihat bahwa jenis tersebut lebih menguntungkan, mengubah teknik bertani, atau mengambil langkah apapun yang mungkin meningkatkan keamanan atau pendapatan mereka. Tetapi penyesuaian diri demikian memerlukan waktu dan uang. Jika dunia sedang menuju ke abad yang suhu globalnya meningkat terus, kecepatan dan kelanjutan perubahan akan meletakkan beban berat pada para petani di mana-mana.

Walaupun begitu, tidak seluruh kemungkinan negatif. Misalnya, ada kemungkinan bahwa kondisi di beberapa daerah akan menjadi lebih menguntungkan bagi tanaman pertanian daripada sekarang. Bagi para petani anggur di daerah dingin, fenomena itu barangkali berkah tersendiri karena anggur mereka menjadi lebih enak. Para peneliti dari tiga universitas di AS menemukan bahwa tanaman anggur menghasilkan lebih banyak buah yang baik seiring dengan naiknya suhu udara selama 50 tahun terakhir ini, terutama di wilayah beriklim dingin. Sebaliknya, temuan itu bisa jadi merupakan masalah bagi kebun-kebun anggur di wilayah panas.

Iklim adalah penentu mutu anggur yang dihasilkan kata Gregory Jones, ahli iklim dan cuaca di Southern Oregon University. "Mereka yang berada di wilayah dingin kebanyakan akan suka bila suhu mulai menghangat." Jones bersama dengan para peneliti dari Utah State University dan Universitas Colorado, meneliti 27 perkebunan anggur di sembilan negara. Menggunakan sistem pengukuran rasa anggur yang biasa dipakai di balai lelang Sotheby, mereka menemukan bahwa kebanyakan anggur memiliki rasa lebih enak seiring dengan naiknya temperatur udara sekitar 1,3o Celcius selama 50 tahun ini.

Efek itu sangat terasa terutama di wilayah-wilayah beriklim dingin, seperti di lembah Mosel dan Rhine di Jerman. Suhu yang lebih hangat daripada sebelumnya di tempat itu, ternyata berdampak pada meningkatnya mutu anggur yang dihasilkan. Menurut penelitian yang akan dipublikasikan di journal Climatic Change edisi mendatang, kenaikan suhu sekitar 2 derajat Celcius pada setengah abad mendatang, diperkirakan akan menghasilkan anggur yang makin baik. Disebutkan juga, daerah-daerah pertanian anggur yang beriklim dingin seperti Oregon, Washington dan British Columbia, bakal mendapat keuntungan dari pemanasan global yang terjadi saat ini.

Sebaliknya wilayah-wilayah hangat seperti Chianti di Italia, justru bakal menghadapi masalah dimana anggur akan masak terlalu cepat karena suhu yang lebih panas. Anggur yang masak terlalu cepat, biasanya akan menghasilkan minuman anggur dengan kadar gula lebih tinggi, dengan alkohol lebih banyak, namun keseimbangan dan keasamannya rendah.
Kenaikan suhu ini juga akan memaksa para petani anggur mengelola kebunnya dengan cara berbeda untuk menghasilkan anggur-anggur dengan rasa khas seperti sebelumnya, atau mungkin mereka harus menanam jenis anggur lain yang lebih sesuai dengan iklim baru ini.
"Di beberapa wilayah perubahan suhu itu sangat merugikan. Petani-petani di Italia bagian Selatan dan Yunani harus berjuang keras untuk menghasilkan anggur yang baik tahun ini," kata Jones. "Namun di Inggris selatan, para petani barangkali akan menghasilkan anggur terbaik sejak jaman es

Satu calon bagi perbaikan iklim demikian adalah Republik Rusia, bekas bagian dari Uni Soviet. Diperkirakan bahwa suhu yang lebih tinggi disertai peningkatan curah hujan yang mungkin terjadi akan meningkatkan hasil gabah sampai 50 persen. Ini akan memungkinkan bagi Uni Soviet untuk menjadi salah satu pengekspor gabah terbesar, dan tidak lagi bergantung pada impor dari Amerika Serikat.

Terumbu karang merupakan ekosistem planet yang paling beragam. Satu terumbu dapat mendukung sebanyak 3000 spesies kehidupan laut. Terumbu terutama rentan terhadap perubahan apapun dalam lingkungannya. Kondisi ekstrem dapat menyebabkan ganggang simbiotik yang peka, pemberi warna dan makanan pada karang akan terlepas keluar. Jika hal ini terjadi, kerangka kapur dari karang akan terkelupas, sehingga memberi warna keputihan. Karang biasanya mendapatkan kembali ganggang setelah kejadian tersebut, tetapi kejadian yang berulang dan lama akan mencegah pertumbuhan dan reproduksi karang dan lambat-laun akan membunuh mereka.

4. Perubahan Keanekaragaman Hayati
Setiap jenis tumbuhan dan hewan hanya dapat hidup dalam satu wilayah atau iklim yang sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh: Jenis pohon tertentu sesuai tumbuh di daerah curah hujan dan suhu savana. Jika iklim menjadi lebih panas dan lebih kering, pohon ini kalah dibandingkan semak rendah yang jarang tumbuhnya dan dapat hidup dalam iklim lebih keras. Jenis pohon ini akan digantikan secara alami oleh jenis lain yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan iklim baru.

Jika perubahannya lambat, akan terjadi penyesuaian diri secara bertahap terhadap iklim baru, seperti yang telah terjadi masa lalu. Diperkirakan jika kondisi yang lain tetap, tumbuh-tumbuhan perlu pindah 100 - 150 km ke arah kutub.

5. Kesehatan Manusia
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka.

Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit malaria; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, demam dengue (demam berdarah), demam kuning, dan encephalitis.

Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold dan serbuk sari.

Download :
- PAPER PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA DAN PEMANASAN GLOBAL
- SLIDE PENGARUH EMISI GAS RUMAH KACA DAN PEMANASAN GLOBAL