News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

BALADA PARA PETANI

Monday, April 23, 2012 / No Comments
Kami tak pernah bertanya
Tidak juga berbicara tentang diri kami

Sejak manusia belum mengenal logam
Sejak kerbau dan sapi belum diairkan
Tahukah kalian
Kami para petani telah memulai menanam
Setelah jemu berburu dan mengumpulkan binatang

Tahukah kalian
Kamilah para petani pemula budaya
Membuat mata manusia terbuka dan hidup damai berlipat ganda
Generasi demi generasi kami pelihara
Sambil menanti ribuan tahun lagi
Tibanya zaman baru technology dan industry
Informasi dan komunikasi
Tanpa kami para petani
Dimana pula kalian berteduh
Mengasah fikiran memajukan zaman dan pengetahuan

Dizaman perangpun tentara kita bertumpu pada petani
Dizaman kemerdekaan saat tak ada sepeserpun modal masuk dari negeri antah berantah
Lalu siapa yang menjamin perut kalian
Yang lapar dan terkulai lemah


Maka tengoklah barang sejenak
Arahkan pandanganmu ke Pucak Manik
Puncak tumbuhnya segala benih
Ditanah bali arah utara sana

Kaulihatkah sekumpulan petani
Mengasah tulang menguatkan otot
Menyasak rambut rambut sapi keturunan asli
Melipat gandakan jumlah mereka
Buat kemakmuran anak negeri
Yang kini telah mendapatkan pimpinan baru semangat baru

Tanah buleleng negerinya para singa
Serta rajanya para singa narasingamurti
Putera CIWA yang mulau mendobrak kelesuan
Lalu membangun gelegar hingar bingar kemajuan pembangunannya
Melalui usaha usaha kami
Para petani
Beternak sapi
Sumber protein hewani yang mumpuni


Lalu apakah kau diam saja
Beku dan berbalik muka
Begitu saja …?

Tidak kawan tidak
Sambutlah pasukan kami gerakan para petani
Dengan gempita dan gelegar badai usaha mandiri
Menyemaikan kemakmuran
Mencampakkan ketertinggalan dan kemiskinan
Dari sebuah tempat jauh disana
Tinggi disana

PUCAK MANIK nama tempat kami bermula
PARA PETANI YANG PENUH NYALA DAN SEMANGAT !

oleh :
Soegianto Sastrodiwiryo.
Muara Wahau, Kaltim, 23 April 2012 Jam tiga lebih lima belas sore waktu Mahakam.

 

Menyulap Lahan Kritis Menjadi Kebun Organik

Monday, April 2, 2012 / No Comments
Desa Lokapaksa, khususnya Banjar Bukit Sakti bagian atas merupakan lahan kritis, dengan potensi pertanian tegalan, peternakan dan daerah perkebunan, dikala musim penghujan para petani begitu menggebu-gebu menggarap lahan tegalan mereka untuk ditanami beraneka ragam tanaman palawija seperti jagung, ketela pohon, undis, komak, kecipir/kelongkang, cabe, pohon pisang dan lain sebagainya sebagai penunjang pendapatan mereka nantinya, mengingat lahan tegalan yang hanya bisa ditanami dikala musim penghujan tiba, sedangkan di musim kemarau petani tidak bisa memanfaatkan lahan pertanian mereka.

Kelompok Tani Ternak Pucak Manik Semenjak masuknya Program SIMANTRI telah berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan lahan kritis yang ada disekitar lingkungan kandang koloni kami semaksimal mungkin.
Proyek kami adalah Menyulap lahan kritis menjadi kebun organik, kebun organik percontohan milik kelompok kami, kami tanami dengan pisang, cabe, ketela rambat diatas tanah porus dan bebatu.
Dengan memanfaatkan Pupuk Organik Produksi Kelompok Kami baik pupuk padat kompos, bio urine dan limbah biogas yang ada untuk memupuk tanaman dan media tanam kebun kami.

Saat ini kami telah berhasil menyulap lahan kritis porus dan berbatu yang dulunya hanya terbengkalai begitu saja dan digunakan sebagai tempat gembalaan / ngangon sapi. kini telah berhasil ditanami cabe, pisang, ketela rambat, sereh, dan kami kedepan berencana mencoba menanam cengkih dan tanaman kopi setelah air kelompok nanti bisa beroprasi dengan lancar.


Saat ini kami telah memanfaatkan produk pupuk kelompok kami unuk memupuk lahan-lahan tegalan, dan ada beberapa lahan persawahan untuk padi.  Pada lahan tegalan dipergunakan untuk memupuk pohon durian, mangga, rambutan, cengkih, tanaman kopi, pisang, cabe dan pohon jati. sedangkan untuk lahan persawahan dipergunakan untuk memupuk padi walaupun pemakaiannya belum bisa secara maksimal mengingat petani telah mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Menyadap Tuwak

Sunday, April 1, 2012 / No Comments
Menyadap tuak adalah pekerjaan tambahan bagi I Gusti Putu Artha Yasa, disamping selain sebagai seorang petani dan peternak sapi.
I Gusti Putu Artha Yasa adalah salah satu potret petani miskin anggota Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, beliau sangat percaya bahwa walaupun hari ini susah esok hari bersama KTT. Pucak Manik pasti akan jauh lebih cerah.
I Gusti Putu Artha Yasa yang tinggal disebuah gubuk sederhana di samping kandang koloni KTT. Pucak Manik saat ini sangat aktif dalam kegiatan usaha yang ada di KTT. Pucak Manik, beliau lah bersama teman-teman anggota KTT. Pucak Manik sebagai motor yang mengelola pupuk organik produksi KTT. Pucak Manik.
Dengan pola bagi hasil 30% atas pengelolaan pupuk organik produksi KTT. Pucak Manik beliau bersama teman-teman anggota sudah sangat merasakan keuntungannya dalam kelompok SIMANTRI ini.
 
Disamping kegiatan di simantri, I Gusti Putu Artha Yasa memiliki kegiatan tambahan yakni menyadap tuak, tuak hasil sadapan dari pohon rontal beliau kumpulkan jirigen deni jirigen. kegiatan ini telah beliau lakoni sejak beliau baru memulai berumah tangga.
Tuak hasil sadapan beliau dijual kepada para pengepul dan ada juga yang langsung memesan langsung kepada beliu, tuak tersebut dijual dengan harga Rp. 11000,- per 5 liter tuak.
Tuak yang dijual kepada para pengepul nantinya akan digunakan sebagi gula, sedangkan jika ada yang memesan secara langsung akan digunakan dalam acara minum tak para penikmat tuak di wilayah desa kami.
Setiap pagi-pagi beliau mengawali dengan mengambil tuak hasil sadapannya yang telah ditampung semalaman dalam wadah bung-bung (sejenis wadah dari potongan batang bambu), kemudian beliau melanjutkan kegiatannya sebagai petani dan peternak, setelah menjelang sore hari beliau melanjutkan kembali memanjat batag pohon rontal untuk mengiris batang sadapan tuak dengan harapan esok hari tuak terkumpul kembali dalam wadah bung-bung, kemudian mengumpulkan kembali hasil sadapan tuaknya. itulah rutinitas beliau sehari-hari.
 
I Gusti Putu Artha Yasa  terkadang jika tidak ada kegiatan di dunia pertanian sebagai buruh tani atau kegiatan di ladang sudah tidak ada lagi maka beliau menambil pekerjaan sebagai buruh angkut beras di gudang bulog tangguwisia, namun beliau tetap melaksanakan kegiatan menyadap tuak ini di pagi dan sore hari demi menghidupi keluarga beliau.
Hingga saat ini beliau tinggal di sebuah gubuk beratapkan asbes dengan dinding bedeg bambu. 
Inilah potret kemiskinan anggota kami, untuk itu jika ada sebuah program bedah rumah baik yang diselenggarakan melalui program pemerintah maupun swasta kami mohon perhatiannya agar beliau bisa memiliki sebuah rumah yang layak huni. Atas perhatiannya kami haturkan terimakasih.

Ternak Babi Sebagai Usaha Sampingan Para Ibu

Saturday, March 31, 2012 / No Comments
Ngubuh Kucit atau Ngubuh Celeng istilah dibali bagi peternak babi, para ibu-ibu di bali memiliki pekerjaan sampingan dengan  memelihara babi di areal belakang pekarangan rumah mereka, biasanya sepulang bekerja di sawah mengurus ladang dan membantu para suami, para ibu-ibu petani mereka memberi pakan ternak babi mereka.
Hampir sebagian besar ibu-ibu petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Manik Amertha, desa lokapaksa memelihara babi sebagai usaha sampingan dalam membantu perekonomian keluarga mereka.
Hampir sebagian besar Masyarakat bali memiliki minat yang besar dalam mengkonsumsi daging babi, selain dari sisi rasa daging bali yang sangat enak, serta salah satu sumber protein hewani dengan kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan protein nabati.
Masyarakat bali banyak menggunakan daging babi selain sebagai panganan juga digunakan dalam kegiatan upacara keagamaan yang ilengkapi dengan guling babi lengkap dengan urutan dan lawar babi, sehingga Pemotongan babi dibali setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 5,4% pertahun. Dalam hal ini tentu ini merupakan sebuah peluang besar dalam mengembangkan usaha agribisnis ternak babi bali.


Dalam hal usaha peternakan babi di bali sangat diminati mengingat babi memiliki bebrapa kemdahan yakni dengan modal yang relatif kecil dibandingkan usaha peternakan lainya akan mampu menghasilkan anakan babi yang banyak.
Dalam pengelolaan peternakan babi di bali, khususnya di desa kami masih dikelola dengan pola peternakan tradisional dengan skala usaha yang masih kecil alias usaha sampingan para ibu-ibu petani.
Pemberian pakan babi pada umumnya dari limbah pertanian dan industri turunan dari pertanian itu sendiri serta limbah rumah tangga diantaranya : dedak padi (oot), batang pisang, Ampas tahu, nasi aking, umbi-umbian, dedaunan yang di ali disebut dag-dag dan reroban.
Bagi para ibu-ibu petani dibali mengatakan bahwa beternak babi/Celeng ibarat menabung alias mececelengan, mengingat besarnya potensi limbah petanian yang bisa terserap dalam usaha peternaan babi ini.


Dari sisi kendala dalam peternakan babi secara tradisional ini tentu banyak sekali, mulai dari tata kelola kandang yang kurang memadai, limbah ternak babi yang tidak tergarap secara maksimal, sedikitnya jumlah pejantan atau Kaung sehingga kesulitan dalam mengawinkan ternak babi mereka, kesehatan ternak dan lain sebagainya.
kendala-kendala ini sangat mungkin bisa diatasi kedepan dengan pola peternakan yang lebih moderen mulai dari tata kelola perkandangan dan limbah ternak yang lebih baik sehingga babi-babi ini dan limbah nya tidak mengganggu lingkuan sekitarnya, perkawinan melalui IB (inseminasi buatan) dalam mengatasi kendala pejantan, serta pemeriksaan kesehatan babi terutama pemberian vitamin dan vaksin secara teratur.
Hal ini kedepan kami memohon dari instansi terkait khususnya dinas pertanain dan peternakan baik kabupaten maupun provinsi agar bersedia membina ibu-ibu petani yang tergabung dalam KWT Manik Amertha dalam usaha peternakan babi bali ini, dan jika memungkinkan kondisi keuangan dan keberadaan program bantuan babi agar memberikan sebuah bantuan permodalan dalam peningkatan usaha kecil mereka sehingga mampu mengangkat perekonomian keluarga petani di bali.

Membuat Jamu Ternak

Friday, March 16, 2012 / No Comments
Perubahan Cuaca yang begitu extrime dari musim hujan ke musim kemarau sontak membuat kita kaget, ini sangat dirasakan sekali efeknya bagi warga Desa Lokapaksa, lingkungan yang awalnya sejuk, adem dan pepohonan yang rimbun tiba-tiba dalam hitungan mingguan berubah menjadi kering, panas di siang hari disertai anggin yang membawa debu mengepul dan begitu dingin seakan membekukan tulang dirasakan dimalam harinya. Perubahan cuaca ini ternyata tidak dirasakan oleh manusia saja, bahkan hewan ternak peliharaan warga lokapaksa pun merasakan efeknya, mulai dari anak-anak Ayam, anjing yang pilek dan bahkan Sapi Bali pun ikut merasakan efeknya seperti mencret serentak dalam 1 kandang bahkan hingga 1 wilayah di banjar bukit sakti, desa lokapaksa. Dari sisi perlakuan kesehatan sapi-sapi yang ada dikandang koloni dari awal sudah mendapatkan perlakuan lebih dibandingkan sapi-sapi milik warga yang tidak berkelompok, seperti : Perlakuan Vaksinasi, pemberian Multivitamin, penyemprotan kandang dengan disinfektan serta pembersihan kandang secara rutin setiap hari. Namun masih juga ada permasalahan kesehatan ternak. Sepanjang pengamatan memang diakui dari sisi daya tahan tubuh sapi dengan perlakuan khusus ini lebih tahan dibandingkan yang tidak mendapatkan perlakuan sama sekali, itu point plus pertama yakni : daya tahan tubuh.

Disaat seperti ini peternak mesti lebih kreatif dalam hal menyiasati segala permasalahan yang ada dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh ternak sapi peliharaannya, serta langkah awal pencegahan dan penanggulangan penyakit pada ternak sapi mereka.
Dalam hal penanggulangan pertama, petani ternak sebanarnya telah berpengalaman dalam meracik loloh/jamu tradisional ternak mereka, hal ini terbukti disaat kumpul disore hari memberipakan pada sapi dikandang koloni para petani ternak sharing dan berbagi cerita menganai loloh/jamu tradisional pada ternak, misalnya resep untuk ternak sapi mencret, saya dengarkan banyak sekali resep yang petani ketahui dalam pencegahannya.
Untuk itu melalui media ini kami berbagi sebuah cerita dan pengalaman dari petaninya langsung yang telah mengaplikasikan resep-resep ini pada ternak mereka, Namun hal ini perlu pengkajian lebih lanjut oleh pihak yang berwenang guna pendekatan dari sisi ilmiah.

1. Membuat Jamu Ternak
Jamu Ternak dibuat dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ternak sapi itu sendiri agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca yang akhir-akhir ini extrime sekali, serta mampu memperbaiki kondisi fisiologis ternak sapi itu sendiri. nah bagaimana caranya membuat jamu ternak...?, seperti yang sering dipraktekkan oleh petani di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik adalah sebagai berikut :


Bahan-bahan : ( diatur sesuai kebutuhan )
- Kunyit/Kunir
- Kunyit Putih
- Isen/Lengkuas/Laos
- Temu Lawak
- Cekuh/Kencur
- Bawang Putih
- Sereh
- EM4 Aktif
- Gula Bali/Gula Jawa/Gula Merah/Molase
- Air Putih bersih (bebas pestisida/racun/tidak berkaporit)

Cara Pengolahan :
Semua bahan dasar tersebut diatas ditumbuk sampai  halus, kemudian masukkan kedalam ember campur dengan air, masukkan gula merah/molase dan EM4 aktif, aduk hingga merata dan tutup campuran ramuan tersebut hingga rapat. Lakukan Fermentasi ini hingga 1 minggu, kemudian setelah 1 minggu ramuan siap diberikan kepada ternak dengan cara dituang kedalam botol dan berikan setiap pagi hari sebelum pemberian pakan.
Khasiat :
Sapi Tahan terhadap perubahan cuaca, makan kuat, sehat, dan tidak mudah sakit

2. Obat Mencret
Apabila Sapi Mencret ini biasanya disebabkan karena faktor makanan yang masih terlalu muda, atau karena bakteri karena lingkungan kandang yang tidak sehat. dapat diatasi dengan pemberian jamu diantaranya :
Bahan :
- Pucuk Daun Jambu Biji
- Kulit Kayu Santen
- Daun Waru
- Beras 1 Genggam
- Gula Merah/Molase
- Garam Secukupnya
Cara Pengolahan :
Semua bahan ditumbuk halus, Kemudian dicampur sedikit air, peras dan saring bahan tersebut, air perasan dimasukkan kedaalam botol kemudian berikan pada sapi yang mencret tersebut. Disamping pemberian jamu juga diberikan pakan kering.
Perhatian : JIKA SAKIT BERLANJUT HUBUNGI DOKTER...........!

Pesan Nyepi Menjelang Kenaikan Harga BBM & TDL

/ No Comments
Menjelang Kenaikan Harga BBM dan TDL nanti, Pada minggu Ke-3 (Tiga) bulan Maret ini, Kita di Bali ada sebuah Hari Raya Besar Umat Hindu di Bali, tepatnya pada Tanggal 23 Maret 2012, Hari Pertama Sasih Kedasa dalam kalender bali,  umat Hindu Di Bali Akan Merayaka Hari Raya Nyepi. Sebuah hari raya Pergantian Tahun Baru Ḉaka yang ke 1934, yang diselenggarakan setiap setahun sekali.
Pada artikel kami sebelumnya yang berjudul "Nyepi Bentuk Keselarasan Alam Mikro & Makro" disana telah dijelaskan mengenai Kegiatan Pelaksanaan hari Raya Nyepi serta makna dari hari raya nyepi tersebut. 

Namun pada kesempatan Kita kali ini Admin walau bukan seorang pengamat, walau bukan seorang spiritualis atau bahkan bukan seorang penguasa, melainkan hanya seorang petani biasa akan mencoba menuangkan sebuah kerangka pikiran berupa pesan hari raya nyepi menjelang kenaikan Harga BBM dan TDL. Ini adalah sebuah kerangka pikir penulis yang tentu masih banyak kekurangannya.
Bagi Penulis Hari raya nyepi ini adalah hari raya yang sangat suci dan sakral yang mana para tetua dibali menyebutnya "Tenget", hari nyepi ini merupakan bentuk kearifan budaya lokal untuk perbaikan dunia ini, melalui hari raya  nyepi inilah lahirnya inspirasi sebuah agenda dunia yang disebut "World Silent Day" yang telah kita ketahui bersama.


Hari Raya Nyepi di tahun baru Ḉaka yang ke 1934 ini, perlu sekali kita memberi sebuah makna yang mendalam disamping melaksanakan rangkaian upacara nyepi dan "Catur Berata Penyepian" itu sendiri.
Nyepi adalah Tahun baru, tidak selayaknya tahun baru pada umumnya yang dirayakan dengan pesta pora, tahun baru Ḉaka dibali dirayakan dengan suasana keheningan, mengingat nyepi itu berasal dari kata sepi, sunyi dan senyap.

Dari sisi Tujuan Hari Raya Nyepi adalah untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, Ida SangHyang Widhi Wasa untuk menyucikan Bhuwana Alit atau alam dalam diri manusia atau microcosmos dan Bhuwana Agung atau alam semesta atau macrocosmos. Sehingga akan terjadi keselarasan baik Alam Mikro dan Makro.

Dari sisi prosesi upacara penyepian yang diawali dengan kegiatan Melasti yakni penyucian symbol-symbol tuhan (pretima) yang bermakna membuang segala kekotoran yang ada, kemudian dilakukan serentak upacara tawur dan pengerupukan  sehari menjelang puncak acara penyepian yaitu upacara pecaruan untuk menetralisir bhutakala dalam hal ini dapat dikatakan untuk menetraliris kekuatan negatif.

Pada Tahap inti pelaksanaan Hari Raya Penyepian dilakukan beberapa wujud pengendalian diri dan mawas diri dengan empat pedoman yang disebut Catur Bratha Penyepian yakni :
1. Amati Geni : Tidak berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api, dan secara batin dimaksudkan untuk mengekang dan mengendalikan diri dari hal-hal yang bersifat negatif seperti mematikan api amarah dan api asmara.
2. Amati Karya : Tidak melakukan pekerjaan Jasmani dan meningkatkan penyucian rohani
3. Amati Lelungan : Tidak bepergian dan tetap mawas diri
4. Amati Lelanguan : Tidak mendengarkan hiburan, melainkan peningkatan pemusatan pikiran kepada Hyang Widi.
Serta bagi yang mampu juga melaksanakan “tapa, brata, yoga dan semadhi.”



Dari prosesi dan beberapa penjelasan diatas mengenai Hari Raya Nyepi, kita dapat menarik sebuah pesan moril untuk kita semua menjelang sebuah rencana pemerintah Republik Indonesia menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan TDL (Tarif Dasar Listrik) pada awal bulan April 2012 nanti.
Melalui Hari raya nyepi kita belajar menatap sebuah hari baru yang dimulai dengan ketenangan dan penuh sikap positif, dengan berusaha mengekang hawa nafsu dan amarah serta ketidak puasan.
Melalui hari raya nyepi kita belajar untuk lebih arif dan bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan, belajar mencintai diri kita sendiri, belajar mencintai alam semesta ini dengan berusaha untuk tidak mencemari alam semesta ini dengan sikap yang konsumtif dan barbar.
Melalui hari raya nyepi ini kita belajar untuk memanfaatkan potensi dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita sebaik-baiknya dengan pola hidup hemat.

Mungkin jika anda ada di bali disaat hari raya nyepi berlangsung, anda akan merasakan sebuah kenikmatan, tanpa suasana bising deru dan debu asap kendaraan yang mengepul dijalanan yang mengkonsumsi banyak BBM, tanpa ada suasana bising dentuman speaker  yang terasa menghentak ditelinga dan mengguncang dada yang sudah tentu disertai gemerlap lampu di dunia hiburan yang menghabiskan ber ratus-ratus Watt Listrik, udara bersih dan segar kita hirup, langit bali yang biru seperti dulu, suara burung berkicauan begitu indah, keesokan harinya dalam hati anda akan berkata Andaikata Nyepi ini berlangsung dalam setahun lebih dari sekali dunia ini pasti jauh lebih tenang, konsumsi listrik dan BBM bisa tertekan yang sudah tentu bisa menyelamatkan keuangan Negara Atau andai kata Kearifan Nyepi ini ada juga di belahan pulau lainnya dunia ini, mungkin dunia ini bisa terselamatkan dari isu pemanasan global.

Membuat Sendiri Stik Bolamp

Monday, March 12, 2012 / No Comments

"Hidup Harus Lebih Kreatif" itu adalah sebuah kunci bagi admin, ketika suatu hari admin pindah kontrakan rumah, dirumah kontrakan yang baru banyak Bolamp alias Bola Lampu yang mati, nah unuk bisa membuka dan mengganti Bolamp tersebut tentu memerlukan sebuah tangga agar bisa menjangkau bolamp yang menempel pada plafon rumah, namun setelah kesana kemari mencoba meminjam pada tetangga hasilnya nihil, sejenak berpikir andaikata beli alat berupa stik bolamp harganya diatas ratusan ribu, sedangkan uang di dompet tidak cukup karena habis bayar kontrakan rumah, bagi admin harga tersebut sangat mahal mengingat kondisi keuangan admin dan intensitas keperluan admin terhadap produk stik bolamp tersebut tidak begitu sering, kecuali pada saat-saat mengganti Bolamp saja.

Admin pun bingung harus bagaimana mengatas masalah ini, otak terus berputar sambil membayangkan cara kerja dari Stik Bolamp produksi pabrikan tersebut, akhirnya setelah beberapa menit berpikir timbullah sebuah ide dengan memanfaatkan botol plastik bekas minuman dibelakang rumah.
Botol plastik bekas tersebut admin potong pada bagian tengahnya, kemudian pada bagian ujung botol tersebut dipasangin Stiknya bisa manggunakan Kayu, bambu atau pipa plastik bekas sebagai stiknya, kebetulan sekali admin menemukan potongan pipa plastik dibelakang rumah, akhirnya admin gunakan sebagai stik bolam tersebut dan akhirnya jadi seperti ini.


Kini memasuki tahapan uji coba, bolamp yang masih menempel di plafon rumah dicoba untuk dibuka dan digantikan dengan yang baru, dan hasilnya sangat memuaskan, bolamp tersebut terlepas dari fitingan tanpa jatuh dan pecah, kemudian digantikan dengan yang bolamp yang baru dan bolamp yang baru pun terpasang dengan apik pada fitingan dan akhirnya menyala. 

Secara Ekonomis Stik Bolamp ini sangatlah murah sebab hanya dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar kita seperti limbah botol plastik, limbah pipa plastik  atau kayu dan atau Batang bambu.
Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat  Salam sukses untuk kita Semua.....!