News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Vidio Conference Dengan Gubernur Bali

Tuesday, December 4, 2012 / No Comments

Pada Tanggal 22 Nopember 2012 Diadakan siaran Langsung Teleconference/Vidio Conference antara Gubernur Bali dengan Masyarakat Desa Lokpakasa, dalam agenda teleconference tersebut diadakan pada 3 titik yakni Desa Lokapaksa, desa kantun dan gedung jaya sabha dan di siarkan langsung di TVRI.
Agenda teleconference ini bertujuan untuk menyarap aspirasi masyarakat secara langsung oleh pemangku kebijakan yakni gubernur bali.

Apakah yang dimaksud video conference? Video conference adalah sarana interaktif yang real time untuk perusahaan, mahasiswa dan individu untuk berkomunikasi melalui audio, video dan teknologi komputer di zona waktu yang sama namun lokasi yang berbeda. Pada prinsipnya, ini merupakan koneksi langsung antara orang-orang di lokasi yang terpisah yang menyediakan gambar video full-motion dan audio berkualitas tinggi.

Peserta rapat melihat dan mendengar satu sama lain selama konferensi, dan dapat berkonsentrasi pada gambar dan interaksi antara para peserta. Teknologi video conference biasanya termasuk akses ke jaringan (ISDN dan IP adalah yang paling umum), konferensi peralatan (monitor, kamera, mikrofon dan speaker), sistem audio, dan codec (singkatan dari coder / decoder). Melalui perangkat ini, video, audio dan sinyal data tersalur secara kompresi selama transmisi.

Manfaat dari video conference sangat banyak. Video conferencing menghemat waktu perjalanan dan uang, mendesak peserta untuk mencapai keputusan yang mungkin tidak datang dengan mudah dalam pertemuan tatap muka, dan memberikan peserta kesempatan untuk melihat bahasa tubuh orang lain dan ekspresi wajah, yang merupakan faktor penting untuk penjualan atau rapat dewan.

Video conferencing memainkan peran membantu peserta berkomunikasi sepenuhnya dengan peserta jarak jauh dan memberikan akses kepada para peserta yang dibatasi oleh lokasi fisik mereka. Teknologi ini menghubungkan kelompok dengan ide-ide mereka, dan itu bermanfaat bagi bottom line perusahaan, atau tujuan pendidikan universitas atau sarana pendekatan antara pemerintah dengan masyarakatnya.



Sebelum agenda ini dilaksanakan berbagai persiapan dilaksanakan baik oleh TVRI sendiri, pemerintah dan aparat desa lokapasa berserta masyarakat. Dalam kegiatan ini masyarakat desa lokapaksa menyambut hangat dengan sorak dan tepuk tangan yang meriah, bebrapa permasalahan penting yang disampaikan oleh masyarakat desa lokapaksa diantaranya : peningkatan program bedah rumah, program JKBM serta yang menjadi point penting bagi kelompok pelaksana SIMANTRI adalah kelompok mengharapkan bantuan Jalan Produksi Pertanian yang sangat dibutuhkan bagi kelompok dan kelompok mengharapkan produk-produk kelompok pelaksana simantri dapat dibantu baik dari segi uji lab kandungan pupuk dan bio urine hasil produksi kelompok serta dari sisi pemasaran produk simantri itu sendiri.

Melalui kesempatan ini, kami kelompok pelaksana simantri Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Desa Lokapaksa mengucapkan terimakasih kepada gubernur bali dan kami berharap program-program yang pro rakyat yang menyentuh masyarakat miskin secara langsung dapat terus dijalankan secara berkelanjutan.

Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP

Monday, October 29, 2012 / No Comments
Pemerintah Melalui Kementrian Pertanian beserta jajaran telah merealisasiakan bantuan sosial berupa PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) dalam rangka membangun Ekonomi Produktif Pedesaan melalui peningkatan kinerja ekonomi petani di perdesaan. Melalui program PUAP dapat mempercepat upaya mengentaskan masyarakat perdesaan khususnya petani dari kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian. 

PUAP yang telah di dilaksanakan oleh pengurus GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) yang selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan bantuan yang telah diberikan, kemudian diharapkan dapat melalui beberapa fase perkembangan gapoktan setiap tahunnya diantaranya :
1. Pada Tahun I : Fase Usaha Pertanian
2. Pada Tahun II : Fase Usaha Simpan Pinjam
3. Pada Tahun III : Fase Usaha LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)
Nah dari ke 3 fase tersebut diatas, bagi para pengurus gapoktan yang sebagian besar adalah para petani tentu akan banyak mengalami sebuah kendala terutama yang menyangkut pengolahan data keanggotaan, data keuangan, pelaporan kegiatan kepada pihak terkait baik itu pemerintah maupun anggota itu sendiri disamping kendala eksternal lainnya.

Melalui kesempatan ini saya akan mencoba membaut sebuah analisis dan design system informasi LKM-A PUAP dengan harapan kedepan dari Analisis dan Design Program ini akan bisa dikembangkan menjadi sebuah program berbasis komputerisasi yang nantinya dapat mempermudah pekerjaan, pengambilan keputusan bagi para pengurus gapoktan pelaksana program LKM-A PUAP.
Baik kita mulai pada inti pembahasan Proposal "Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP"


BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini dalam segala bidang pekerjaan kususnya pekerjaan yang menyangkut pelayanan kepada public kita dituntut bekerja secara cepat, cermat, tepat dan akurat serta sudah tentu efektif dan efisisen terhadap ruang dan waktu, hal ini merupakan suatu tangtangan yang sangat berat bagi kita untuk memenuhi tuntutan tersebut. Salah satu bidang pekerjaan yang menjadi pelayanan kepada public yang menuntut kecepatan, kecermatan, ketepatan, keakuratan serta efektif dan efisien adalah bidang pelayanan public yang menyangkut pengelolaan keuangan kepada public, baik dilihat dari scala keungan yang besar sampai dengan yang kecil, seperti : LPD, Koperasi maupun pengelolaan keuangan masyarakat seperti program dana bergulir PUAP yang di kelola oleh Gapoktan. 

Dalam pengeloaan keuangan kita benar-benar dituntut mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada public sehingga tercapai tujuan dari Organisasi GAPOKTAN yang bergerak dalam bidang pengelolaan keuangan PUAP. Disamping tuntutan itu juga kita harus mampu memberikan suatu transparansi kerja kepada semua pihak sehingga secara tidak langsung kita mendapatkan suatu kepercayaan dari masyarakat.


Didalam pengelolaan keuangan kita sering kali menemukan suatu masalah dalam mengelola suatau data keuangan yang begitu besar sehingga kita tidak mampu memenuhi tuntutan masyarakat secara cepat dan tepat / Real Time apabila kita masih menggunakan sistem pengelelolaan secara konvensional.


Seiring dengan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangatlah pesat, maka didalam memenuhi tuntutan public tersebut salah satu jalan yang dapat kita tempuh adalah dengan peng implementasian  suatu program pengelolaan keuangan kedalan sistem komputerisasi sehingga data yang kita peroleh dapat memenuhi tuntutan public.
 
1.2 Maksud dan Tujuan 
Adapun Maksud dan tujuan Pengembangan Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah :
1.  Mengetahui sistem akuntansi dalam pengelolaan keuangan dana bergulir PUAP.
2.  Dapat mendesain, merancang sistem akuntansi program keuangan dana bergulir PUAP.
3.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat meningkatkan effisiensi dan effektifitas kerja dalam memenuhu tuntutan public.
4.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat memberikan per-tanggung jawaban keuangan yang transparan kepaada pihak yang memerlukannya.


1.3 Batasan Masalah
Mengingat sangat luasnya ruang lingkup pembahasan maka dengan ini ruang lingkup pembahasan kami batasi pada :
1. Sistem Informasi LKM-A PUAP yang menyangkut pengelolaan keuangan berdasarkan manual progran PUAP yang diterapkan secara konvensiaonal dilapangan oleh tim pengelola keuangan PUAP atau Pengurus Gapoktan seperti : Daftar Pemohon Melalui RUA dan RUB, prosess realisasi dana bergulir, rekapitulasi piutang dana bergulir, prosess pengeluaran kas, prosess penerimaan kas dan proses Reportisassi seperti : Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca dan Laba Rugi.
2. Dalam prosess reportisassi keuangan yang digunakan berdasarkan model pada manual program yang telah ditetapkan dilapangan.
3. Sistem desain program menggunakan bahasa Pemrograman VB.60 atau VB.Net atau mungkin bisa dikembangkan pada pemrograman berbasis WEB dengan PHP dimana database yang digunakan bisa berupa Microsoft Access, MySQL atau SQL Server sesuai dengan Kemampuan Programer.
4. Sebagai bahan Pengembangan tahap awal maka  saya akan mengembangkan program ini dengan VB.60 dengan Database Microsoft Access.

BAB II
GAMBARAN UMUM SYSTEM
Sistem database yang akan dibuat dalam desaian sistem ini adalah Sistem Informasi LKM-A PUAP, yang akan mendukung proses transaksi keuangan dan sistem akuntansi keuangan GAPOKTAN. 

2.1 Statement Of Purpose
Tujuan dari pembuatan Sistem Informasi
LKM-A PUAP ini untuk membantu keefisienan kerja bagi tim pengelolaan keuangan/Pengurus GAPOKTAN bantuan dana bergulir PUAP serta memudahkan dalam memenuhi tuntutan public

2.2 Daftar Kejadian / Event List (EL)
Daftar Kejadian pada
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah sebagai berikut :
Tahap 1
1. Registrasi Keanggotaan Gapoktan masing-masing individual berdasarkan kelompok POKTAN yang di ikutinya 
2. Anggota disimpan kedalam tabel Anggota

Tahap 2
1. Registrasi pemohon dana bergulir PUAP melalui RUA dan RUK
2. pemohon disimpan kedalam tabel pemohon
Tahap 3
1. Berdasarkan kebijakan manajemen pengelola keuangan dana bergulir PUAP dari daftar pemohon yang telah memenuhi ssyarat akan direalisasikan permohonannya dan menjadi penerima/debitur dana bergulir
PUAP GAPOKTAN.
2. Debitur  menerima dokumen surat perjanjian, daftar angsuran, bukti penerimaan uang dan uang tunai berupa dana bergulir sesuai permohonan dan perjanjian
Tahap 4
1. Dalam waktu sebulan massa pinjaman maka debitur melakukan kwajibannya dengan menyetor dana berupa Pokok dan bunga pinjaman
2. Cetak kartu angsuran dan debitur menerima bukti pembayaran.
Tahap 5
1. Dalam waktu sebulan tim pengelola menerima ongkos kerja yang diproses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
2. semua proses yang menyebabkan kas berkurang akan di proses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
Tahap 6

Prosess reportisasi dilakukan untuk jurnal umum, buku besar, neraca, laba rugi setiap bulannya dalam posting bulanan
Tahap 7
Dalam setahun dilakukan rekapitulasi data tahunan dan posting data secara menyeluruh.


Adapun  gambaran umum dari
Sistem Informasi LKM-A PUAP Adalah seperti gambar dibawah ini :
2.3 Diagram Context
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam dan Diagram Context dibawah ini :

2.4 DFD (Data Flow Diagram )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Data Flow Diagram dibawah ini :

2.5 Entity Relationship Diagram ( ERD )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Entity Relationship Diagram ( ERD ) dibawah ini : 

2.6 Struktur Data
Untuk lebih jelas mengenai Struktur Data Sistem Informasi LKM-A PUAP ini disesuaikan dengan database yang akan di kembangkan, sebab database sistem memiliki type data yang berbeda. Dalam hal ini saya belum sampai membuat database yang nantinya di pakai.


BAB III 
PENUTUP
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini masih merupakan Sebuah konsep Sistem Informasi, yang selanjutnya bisa dikembangkan lebih jauh dan melalui gambaran design program ini saya berharap kedepan bisa terwujud sebuah program komputerisasi Sistem Informasi LKM-A PUAP yang nantinya mampu mempermunah kinerja para pengurus GAPOKTAN pelaksana PUAP di seluruh indonesia

Secara pribadi saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak dalam rangka penyempurnaan design Sistem Informasi LKM-A PUAP ini, tentu masih banyak kekurangan dari design yang saya buat ini dan saat ini saya sedang merancang programnya dengan VB.60 dan database Microsoft Access, harapan saya semoga tidak ada hambatan dan jika telah selesai maka saya akan Share kepada semua pihak untk bisa mencoba aplikasi yang saya buat nantinya.
Akhir kata Mohon Doa semoga kita semua dalam Keadaan Sehat Walafiat dan Sukses untuk Petani Indonesia.

MOBNAS Matic Karya Petani

Sunday, October 28, 2012 / No Comments
Berbicara SDM indonesia saya tidak pernah meragukan, dibanding dengan negara lain orang-orang indonesia adalah orang-orang yang cerdas, namun entah mengapa akhir-akhir ini selalu di hiasi dengan pemberitaan KORUP yang hampir di semua lini. Jujur kami jenuh melihat pemberitaan tentang Korupsi dan silat lidah mulut politisi.

Kami ingin sekali melihat indonesiaku mengukir prestasi seperti proyek N250 Gatotkoco, atau Prestasi MOBNAS atau Mobil Nasional yang merupakan mobil karya anak bangsa yang akhir-akhir ini kembali ramai dibicarakan setelah dulu pernah redup pasca hantaman krisis yang menimpa indonesia dan pasca mobil timor hilang kejayaannya, kini hadir kembali sebuah mobil nasional yang bernama ESEMKA. Sebelum Mobil ESEMKA ini lahir, indonesia telah berharisil membuat Mobnas, ada sederet nama diantaranya : Mobnas Maleo yang merupakan karya IPTN, Mobnas Timor milik Tomy soeharto dengan menggandeng KIA, Mobnas Bimantara milik Bambang Trihatmojo bersama Hyundai, Mobnas Gang car, Mobnas Marlip, Mobnas Kancil, Mobnas GEA, Mobnas Tawon, Mobnas Komodo, Mobnas Arina dllnya


Mobnas-mobnas tersebut lama-lama meredup dan yang kini Mobnas ESEMKA Terlepas dari segala kontroversi yang ada,  namun mobil ESEMKA ini membuat saya kagum dengan prestasi para siswa SMK yang telah berhasil merakit mobil SMK ini. Ini sebagai bukti bahwa kami kaum petani indonesia memimpikan sebuah mobil nasional yang tepat, efektif, efisien dan terjangkau oleh kantong para petaninya. heemm nampaknya sulit...!

Dibalik kekaguman saya tersebut ada sebuah kekaguman saya yang sangat luar biasa lagi kepada Petani yang berhasil merakit sebuah mobil matic dari bahan bekas, atau boleh dibilang hampir 90% konten asli barang bekas/rongsokan. Mobnas ini sama sekali belum terendus oleh promosi media masa, namun keberadaannya sudah eksis sejak lama sekali dan bahkan menjadi kendaraan multi fungsi bagi para petani. Penasaran...? Mau Tau...?
Ini dia Mobil nasional kita yang paling eksis sepanjang jaman bahkan tak pernah redup selayaknya mobnas lainnya.

Adalah Gerandong atau banyak menyebutnya dengan Ledhok yang merupakan mobnas Matic karya anak bangsa kususnya para petani indonesia.
Kendaraan ini multi fungsi disamping sebagai kendaraan angkut, juga sering digunakan sebagai kendaraan yang di tempeli Seleep padi.
 
Perakitan mobil ini menggunakan chasis mobil bekas kemudian dipasangi mesin Diesel mulai dari 8,5 PK hingga 26 PK, yang dipasang secara melintang, kemudian pada bagian gearbok dan mesin dipasangi karet Vbelt yang menggerakkan gearbok dan kemudian gardan untuk memutar roda belakang.
 
Untuk Varian Termurah adalah dengan menggunakan Gearbok yang Matic...! hanya memiliki 2 percepatan yakni S dan R (Speed and Revese). Wawww Luar biasa sekali, karena keadaan akhirnya hanya mampu meperbaiki gearbok menjadi 2 percepatan.

Semoga pemerintah peduli dengan keberadaan Gerandong-gerandong ini, terutama mengenai standarisai keselamatan bagi awak para gerandong ini, dan berharap kedepan pemerintah menyediakan mobil murah yang mampu diangkau para petani, multi fungsi, tepat guna, dan jangan selalu terlambat mengambil keputusan bila tidak ingin gerandong-gerandong ini terus tumbuh dijalanan.
Logika Kami sederhana Buat Pesawat saja indonesia bisa..! masak buat mobil murah indonesia gak bisa..? 
Sekarang tergantung niat baik pemerintah dan seluruh jajaranya, apakah kita mau dijajah produk luar negeri, atau kita mandiri dengan segala kekurangan yang ada sambil mempersiapkan penyempurnaan-penyempurnaan yang ada.

Selaraskan Hubungan Manusia VS Sang Pencipta

Monday, October 22, 2012 / No Comments
Sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yakni :
VISI : “Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Dengan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana”
MISI : "Meningkatkan Seradha Bhakti Kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, dengan dilandasi oleh semangat rasa persaudaraan antar anggota kelompok, didalam menggali segenap potensi diri dan alam sekitar kita dengan konsep berwawasan lingkungan, dalam mencapai kesejahteraan bersama".

Dari Visi dan Misi tersebut diatas terdapat penyelarasan hubungan manusia dengan sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa). Ini Point Pertama, walaupun hal ini tidak tampak real namun bila di hayati dengan baik akan mampu menjadikan sebuah spirit POSITIF dalam sebuah pengembangan pembangunan kelompok.

Dari tetua kami di bali mempercayai sebuah konsep keselarasan hubungan antara Manusia, Sang Pencipta dan Alam, yang mana konsep inilah yang di sebut dengan "Tri Hita Karana", sebagaimana yang menjadi landasan visi dan misi kelompok Kami.

Tepatnya Pada tanggal :25 April 2012 kami Kelompok Tani Ternak Pucak Manik melakukan sebuah upacara keagamaan di lingkungan kelompok kami yakni Upacara Pemelaspasan Bangunan Pelinggih Penunggu Karang dan Bangunan Cubang/Bak air beserta Tempat Mesin.
Upacara ini dilakukan bersama dengan seluruh anggota kelompok kami dengan penuh suka cita, penuh kegotong-royongan dan kebersamaan.

Adapun Tujuan dari Upacara Pemelaspasan ini adalah untuk menyucikan bangunan Pelinggih Penunggu Karang dan bangunan Cubang/Bak Air yang baru selesai di bangun di lingkungan kelompok kami, sehingga kedepan dengan tersucikannya bangunan-bangunan diharapkan mampu memberikan sebuah fibrasi positif dan manfaat yang positif bagi Anggota Kelompok kami dalam menjalankan sebuah usaha berbasis kelompok ini.

Adapun Agenda Kegiatan dalam prosesi ini adalah sebagai Berikut :
1. Pembersihan Lingkungan sekitar Kandang
2. Pemasangan Busana Pelinggih
3. Penataan Banten
4. Upacara Pecaruan
5. Upacara Penyapsap
6. Upacara Pemendak
7. Upaca Ngelinggihang
8. Persembahyangan Bersama

Upacara ini dilakukan seharian penuh dari pagi hingga sore hari dengan di puput oleh Pemangku adat desa lokapaksa.

Kami Berharap Semoga energi fositif datang dari segala penjuru, usaha peternakan sapi kami mendatangkan keuntungan dan yang lebih penting persatuan dan persaudaraan antar anggota kami selalu terjalin dengan baik.

F1 Lahir di Kandang Koloni Kami

Sunday, October 21, 2012 / No Comments
Selamat Pagi para blogger, sebelumnya kami mohon maaf karena baru bisa posting sebuah artikel, mengingat kegiatan admin akhir-akhir ini begitu padat. 

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah proggres perkembangan kelompok kami terkait usaha pembibitan sapi bali yang kami lakukan, yang mana tulisan ini terkait dengan artikel kami sebelunya yang berjudul "Awalnya Ragu, Akhirnya Ketagihan di Suntik" mengenai hasil Inseminasi buatan (IB) atau yang lebih dikenal dengan Kawin Suntik.

Pada tulisan kami sebelunya mengangkat mengenai keragu-raguan petani dalam melakukan IB pada ternak mereka dan setelah melihat hasilnya berupa kelahiran Pedet/Godel sapi bali hasil IB akhirnya para petani ketagihan untuk meng IB sapi mereka.

Terkait dengan postingan kali ini F1 Lahir di Kandang Koloni Kami, ini sebagai tanda bahwa sebagian besar bibit sapi yang kami pelihara dari Pertengahan Tahun 2010 kini telah rata-rata melahirkan anak yang ke 2, dimana pada perkawinan yang pertama tidak menggunakan IB melainkan melalui kawin alami, dan pada perkawinan yang ke 2 ini seluruh sapi-sapi kami telah di IB dan hasilnya sebuah F1 bibit sapi bali.

Anakan F1 hasil IB sapi kami ini telah lahir dengan hasil yang menggembirakan. Dengan kasat mata kami bisa membedakan perbedaan yang jauh lebih baik apabila menggunakan IB dibandingkan dengan Kawin alami.

Perbedaan yang kelihatan jelas diantaranya : Bobot dan ukuran kelahiran yang jauh berat dan besar dibandingkan kawin alami, Bentuk Postur Tubuh yang  jauh lebih baik, saat baru lahir bulunya lebih merah dan lebih tebal.

Anakan Sapi-sapi kami yang Hasil IB yang pertama kali ini Kami sebut F1, kenapa F1..?, dimana F adalah Filial yang dalam istilah Genetika bila diterjemahkan berarti anak, dimana anakan ini di hitung berdasarkan hasil dari proses IB, dengan mengasumsikan induknya adalah bibit Bukan Hasil IB, sehingga induknya kami sebut F0, dan selanjutnya bila F1 ini nanti dikawinkan dengan pola IB dan melahirkan anak yang kami sebut F2 dan seterusnya.

Jadi dalam Hal ini kami baru memiliki F1 hasil IB, dan mulai saat ini pengkodingan data sapi-sapi kami akan kami lakukan dengan baik sehingga kedepan kami bisa memiliki sebuah database berupa Silsilah keturunan Sapi yang jelas produksi kelompok kami.

Komitmen kami adalah bila anakan hasil IB ini Betina tidak akan pernak kami jual dan akan kami kembangkan untuk menghasilkan Filial (F selanjutnya) sehingga kedepan kami akan mampu memproduksi bibit sapi bali yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang.

Kedepan apabila F0 ini kami pelihara dengan masa produktif sampai 6 kali beranak, dengan asumsi setiap 14 bulan sapi bali produktif melahirkan anak, dan dengan asumsi anak yang dilahirkan betina maka dalam kurun waktu 7 Tahun kedepan kami memiliki 5 ekor F1 dari se ekor induk F0, 3 ekor F2 dari seekor F1, dan 1 ekor F3 dari sekor F2, maka dalam kurun waktu 6 tahun kedepan dengan total bibit unggul sejumlah 9 ekor. 
Pencapaian ini bukan tidak mungkin, mengingat jumlah F0 di kandang koloni kami saat ini sejumlah 24 ekor.

Cita-Cita kami kedepan dalam upaya mencapai F5 nantinya kami akan membangun sebuah sistem informasi  Recording Sapi Bali berbasis Komputerisasi, sistem ini nantinya identik dengan SISDUK (Sistem Informasi Kependudukan), dan kami saat ini dalam proses Perancangan Sistem baik itu ERD (Entitas Relationship Diagram), DFD (Data Flow Diagram) dan Flowchart serta software pengembangan sistem ini kemungkinan terbesar menggunakan VB.Net dengan database SQL.

Setelah sistem kami berhasil nanti kami akan share kembali di sini, akhir tulisan ini kami berharap semoga tidak ada halangan dan hambatan yang berarti dan cita-cita kami tercapai. Salam Sukses untuk Kita Semua dan Petani Indonesia Sejahtera

(Admin : Prince_ER)

Kunjungan Gubernur Bali Ke SIMANTRI Lokapaksa

Tuesday, August 21, 2012 / No Comments
Kelompok Tani Ternak Pucak Manik merupakan salah satu kelompok inti sektor peternakan dalam program SIMANTRI Tahun 2010 Gapoktan Tri Loka Amertha desa Lokapaksa. Kelompok ini telah menjalankan program SIMANTRI dari tahun 2010 dan hingga kini telah berhasil menjalankan program ini mulai dari pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak, memproduksi pupuk organik baik pupuk organik kompos maupun pupuk organik cair dari urine sapi yang disebut dengan Bio urine, pupuk organik ini dengan bahan dasar dari limbah perternakan yang kemudian di olah melalui proses fermentasi mikroba. Hasil produksi pupuk organik tersebuat telah berhasil diserap oleh para petani untuk di aplikasikan pada lahan pertanian mereka. 

Pengelolaan di sektor peternakan, anggota kelompok ini sampai saat ini memelihara sapi di kandang koloni milik kelompok sebanyak 24 ekor sapi bibit betina dan kini sudah rata-rata beranak dan bunting yang kedua kalinya dan 10 ekor sapi jantan penggemukan, sedangkan populasi pada masing-masing anggota rata-rata telah memelihara 5 ekor sapi baik di kandang koloni milik kelompok maupun di masing-masing rumah anggota kelompok. 
Kegiatan kelompok ini berjalan dengan baik mulai dari hulu hingga hilir dan kini kelompok ini telah berhasil mengembangkan sebuah lembaga keuangan KOPERASI TANI yang di beri nama KOPTAN Werdhi Sadhana. Keanggotaan koperasi ini sudah berkembang sangat pesat dan kini mampu mewadahi beberapa Kelompok Tani baik yang ada di lingkungan desa maupun sampai keluar Desa Lokapaksa. 

Kunjungan Gubernur Bali ke lokasi Simantri 022 Desa Lokapaksa ini disambut hangat oleh pengurus dan anggota kelompok, kunjungan ini mamberikan sebuah spirit moril dalam membangun kebersamaan, membangun keutuhan dan membangun perekonomian dalam kegiatan usaha berkelompok di kelompok kami. 

Keberadaan kami tidak ada apa-apanya jika tidak di dorong oleh semua pemangku kebijakan/pemerintah, untuk itu kami Kelompok Tani Ternak Pucak Manik menghaturkan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Bali, Dinas Pertanian Propinsi bali, Dinas Peternakan Propinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, dan semua pihak yang telah membantu kami hingga kami menjadi seperti sekarang ini. Besar harapan kami kedepan untuk lebih diperhatikan keberadaan kami melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kami dengan melihat kondisi kami yang masih membutuhkan perhatian atas kekurangan yang ada pada kami.

Analisis Usaha Pembibitan Sapi Bali

Thursday, June 14, 2012 / No Comments

selayaknya usaha penggemukan sapi bali pada pembahasan artikel sebelumnya, maka dalam dunia usaha pembibitan sapi bali sangatlah perlu juga dilakukan sebuah analisis sebagai bentuk kajian terhadap sebuah usaha pembibitan sapi bali, apakah kiranya usaha tersebut akan mendatangkan keuntungan atau malah impas atau bahkan menelan pil pahit sebuah kerugian yang nilainya amat besar...!, untuk itu kami kelompok tani ternak pucak manik berusaha melakukan sebuah analisis usaha, selayaknya metode yang telah dibahas sebelumnya dalam artikel Metode Analisis Usaha.

KONSEP USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Konsep Usaha yang akan dikembangkan adalah usaha pembibitan sapi bali, dengan berbasis usaha kelompok dengan menggunakan sample dari program SIMANTRI, dimana dalam program tersebut kelompok mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dalam pengembangan usaha, dalam hal ini semua bentuk bansos dari pemerintah kepada kelompok akan tetap dihitung sebagai modal kelompok, dan pengelolaannya dilakukan secara bersama-sama anggota kelompok dengan di koordinir oleh pengurus kelompok, dengan pola bagi hasil sesuai dengan aturan (awig) yang telah di tetapkan bersama.

ASUMSI-ASUMSI USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Asumsi-Asumsi dalam Usaha Pembibitan Sapi Bali Adalah :
1. Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.
2. Sapi bibit yang dipelihara sebanyak 20 ekor jenis bibit Sapi Bali dengan harga awal Rp. 4.000.000/ekor dan sapi sudah bunting atau siap kawin, dipakai sebagai bibit selama 5 tahun atau 5x beranak dengan asumsi sapi dipelihara selama 1 tahun dan menghasilkan 1 ekor pedet.
3. Biaya Pembangunan Kandang Sebesar Rp. 25.000.000,00 dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.
4. Biaya Pembangunan Gudang Pakan Sebesar Rp. 8.000.000,00
5. Biaya Pembangunan Gudang Kompos Sebesar Rp. 8.000.000,00
6. Biaya Pembangunan Unit Bio Urine Sebesar Rp. 8.500.000,00
7. Peralatan usaha dibutuhkan sebesar Rp 250.000/tahun,
8. Jasa Petugas IB Rp. 50.000,-/Straw dengan asumsi sekali IB langsung Bunting, dengan prosentase mortalitas kelahiran pedet jantan dan betina = 50:50 (%)
9. Sapi membutuhkan Vitamin dan obat-obatan sebesar Rp. 10.000/ekor/Bulan
10. Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 kg kering dengan harga Rp. 1000/kg
11. Bio Urine yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 36.000 Liter dengan harga Rp. 500/Liter
12. Diberi Pakan Tambahan berupa mineral : 1 kg x 20kor x 12 bulan dengan harga Rp. 5.000/Kg
13. Tidak membebankan biaya pakaan, mengingat pakan diberikan langsung oleh anggota yang memelihara sapi tersebut.

14. Biaya pembangunan biogas tidak dihitung.
15. Biaya-biaya investasi diperoleh dari bantuan program pemerintah sebagai modal awal dengan asumsi tanpa pengembalian baik pokok dan bunga modal.
16. Biaya-biaya investasi ditaksir dengan usia ekonomis selama 10 tahun dan dihitung biaya penyusutan 10% pertahun menetap.


ASPEK TEKSIS USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Asumsi-asumsi diatas maka dapat kita tuangkan kedalam aspek teknis dalam usaha Pembibitan sapi bali.


ASPEK TEKNIS
USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
NO
KETERANGAN
JUMLAH
SATUAN
1
Pengadaan Sapi Bakalan :



A. Populasi Awal Pembibitan
20
Ekor

B. Harga Beli Bibit Sapi Bali
4.000.000
Rp/Ekor
2
Periode Pembibitan :



A. Jumlah Bulan Pembibitan
12
Bulan

B. Jumlah Hari Pembibitan
360
Hari
3
Produksi Sapi Pembibitan :



A. Penjualan Pedet Umur 6 Bulan
3.000.000
Rp/Ekor

B. Harga Jual Induk Sapi Setelah 5x Beranak
5.000.000
Rp/Ekor
4
Produksi Pupuk :



A. Produksi Kotoran Basah (60% Pakan Tercerna)
16
Kg/Ekor/Hari

B. Produksi Kompos (Kadar Air = 24,21%)
5
Kg/Ekor/Hari

C. Harga Pupuk Kompos
1.000
Rp/Kg

E. Produksi Bio Urine Sapi
5
Liter/Ekor/Hari

F. Harga Bio Urine Sapi
500
Rp/Liter
5
Biaya Penyusutan Usia Ekonomis 5 tahun



A. Peny. Bangunan Kandang (10%/Tahun)
2.500.000
Rp/Th

B. Peny. Bangunan Gudang Pakan Ternak (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th

C. Peny. Bangunan Gudang Kompos (10%/Tahun)
800.000
Rp/Th

D. Peny. Bangunan Bio urine (10%/Tahun)
850.000
Rp/Th

E. Peny. Peralatan Kandang (100%)
250.000
Rp/Th
6
Pakan, Obat, Vaksin dan Vitamin :



A. Konsumsi HMT (10% X Bobot Sapi)
40
Kg/Ekor/Hari

B. Konsumsi Mineral (1kg/ekor/bulan)
1
Kg/Ekor/Bln

C. Harga HMT
500
Rp/Kg

D. Harga Mineral
5.000
Rp/Kg

E. Biaya Obat-obatan dan Vitamin
5.000
Rp/Ekor/Bln

F. Biaya JASA IB
50.000
Rp/Ekor/Thn
7
Biaya Lain-Lain :



A. Kebutuhan Listrik
0,2
Kwh/Hari

B. Biaya Listrik
1.000
Rp/Kwh

C. Kebutuhan Air
20
M3/Bln

D. Biaya Air
5.000
Rp/M3

ANALISIS KEUANGAN USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Dari Aspek teknis diatas maka dapat kami gambarkan aspek analisis keuangan dari Pembbibitan sapi bali adalah sebagai berikut :
ANALISIS PEMBIBITAN SAPI BALI
( PERIODE 1 Tahun Pembibitan)
NO
URAIAN
JML
SAT
HARGA (Rp)
JML. BIAYA (Rp)
A. BIAYA-BIAYA
1.
BIAYA INVESTASI

1. Bangunan Kandang (Kap. 20)
1
Unit
25.000.000
25.000.000

2. Bangunan Gudang Pakan
1
Unit
8.000.000
8.000.000

3. Bangunan Gudang Kompos
1
Unit
8.000.000
8.000.000

4. Bangunan Pengolah Bio-Urine
1
Unit
8.500.000
8.500.000

5. Peralatan Kandang
1
Paket
250.000
250.000

TOTAL BIAYA INVESTASI
49.750.000
2.
BIAYA VARIABEL

1. Pembelian Bibit Sapi Siap Bunting
20
Ekor
4.000.000
80.000.000

2. Biaya HMT
250
Kg
288.000


3. Mineral
20
Kg
5.000
100.000

4. Vitamin dan Obat-obatan
12
Bulan
20.000
240.000

5. Biaya Listrik
72
Kwh
1.000
72.000

6. Biaya Air
240
M3
2.500
600.000

7. Jasa Petugas IB
20
ekor
50.000
1.000.000

TOTAL BIAYA VARIABEL
82.012.000
3.
BIAYA TETAP

1. Penyusutan Kandang
10%
%/thn
25.000.000
2.500.000

2. Penyusutan Gudang Pakan
10%
%/thn
8.000.000
800.000

3. Penyusutan Gudang Kompos
10%
%/thn
8.000.000
800.000

4. Penyusutan Bio Urine
10%
%/thn
8.500.000
850.000

5. Penyusutan Peralatan Usaha
100%
%/thn
250.000
250.000

TOTAL BIAYA TETAP
5.200.000
TOTAL BIAYA-BIAYA ( B. VARIABEL+B. INVESTASI+B.TETAP)
136.962.000
B. PENERIMAAN





1. Penjualan Pedet Usia 5 Bulan
20
ekor
3.500.000
70.000.000

2. Penjualan Induk Setelah 5x Beranak
20
ekor
6.000.000
120.000.000

2. Penjualan Pupuk Kompos
36.000
Kg
1.000
36.000.000

3. Penjualan Bio Urine
36.000
Liter
1.000
36.000.000
C. TOTAL PENERIMAAN
262.000.000
D. KEUNTUNGAN
125.038.000
E. B/C RASIO
1,912939355

ANALISI CASHFLOW USAHA PEMBIBITAN SAPI BALI
Analisis cashflow ini menggambarkan nilai investasi yang telah dilakukan berikut keuntungan/kerugian yang telah diperoleh oleh kelompok
No
URAIAN
Tahun Ke
I
II
III
IV
V
I
PENDAPATAN





1
Penjualan Induk
0
0
0
0
120.000.000
2
Penjualan Pedet
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
70.000.000
2
Penjualan Pupuk
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
4
Penjualan BIO-Urine
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000
36.000.000

TOTAL PENDAPATAN
142.000.000
142.000.000
142.000.000
142.000.000
262.000.000
II
PENGELUARAN





A
BIAYA INVESTASI





1
Bangunan Kandang Koloni
25.000.000
0
0
0
0
2
Bangunan G. Pakan
8.000.000
0
0
0
0
3
Bangunan G. Kompos
8.000.000
0
0
0
0
4
Bangunan Bio Urine
8.500.000
0
0
0
0
5
Peralatan Kandangan
250.000
0
0
0
0
B
BIAYA TETAP





1
Pembelian Bibit Sapi
80.000.000
0
0
0
0
3
Penyusutan Kandang
0
2.500.000
2.500.000
2.500.000
2.500.000
4
Penyusutan G. Pakan
0
800.000
800.000
800.000
800.000
5
Penyusutan G. Kompos
0
800.000
800.000
800.000
800.000
6
Penyusutan Bio Urine
0
850.000
850.000
850.000
850.000
7
Penyusutan Peralatan
0
250.000
250.000
250.000
250.000
C
BIAYA VARIABEL





1
HMT
0
0
0
0
0
2
Mineral
100.000
100.000
100.000
100.000
100.000
3
Jasa Petugas IB
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
4
Vitamin dan Obat-obatan
240.000
240.000
240.000
240.000
240.000
5
Biaya Listrik
72.000
72.000
72.000
72.000
72.000
6
Biaya Air
600.000
600.000
600.000
600.000
600.000

TOTAL PENGELUARAN
131.762.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
7.212.000
IV
KEUNTUNGAN PER TAHUN
10.238.000
134.788.000
134.788.000
134.788.000
254.788.000
V
ANALISIS-ANALISIS
1
DF = (P/F,12%,5)
0,8928
0,7971
0,7117
0,6355
0,5672
2
Nilai Sekarang (PV)
9.140.486
107.439.515
95.928.620
85.657.774
144.515.754
3
(B/C) Ratio
0,07
0,95
0,95
0,95
0,97
4
NPV
442.766.440
KESIMPULAN
Bahwa dalam usaha pembibitan sapi bali apabila dilakukan dalam skup kelompok akan diperoleh nilai keuntungan yang besar dengan B/C Ratio di tahun pertama 0,07 mengingat biaya investasi di tahun pertama yang sangat besar dan pada tahun-tahun berikutnya akan diperoleh B/C Ratio sebesar 0,95.
Akan tetapi jika kita membebankan biaya HMT pada modal selayaknya skala usaha yang bukan berbasis kelompok maka pada tahun I (Pertama) akan mengalami kerugian, dan di tahun ke berikutnya baru memperoleh keuntungan dengan.
Dengan tetap memperhitungkan Bansos sebagai modal dingin dengan perhitungan penyusutan maka pada usia kelompok yang ke 10 tahun, maka kelompok sudah bisa mengembangkan lagi usahanya 2x lipat dengan asusmsi mengabaikan keuntungan tahun-tahun sebelumnya sebagai modal. 

Sudah selayaknya kelompok usaha pembibitan sapi bali memperoleh sebuah INSENTIF baik berupa insentif sapi betina produktif dari pemerintah, mengingat Program Penyelamatan Sapi baik dalam mendukung penyelamatan Plasmanutfah genetik sapi bali maupun mendukung swasembada daging sapi 2014 mendatang, mengingat nilai keuntungan di tahun I (pertama) yang sangat kecil dibandingkan usaha jasa contohnya usaha jasa pembuatan web desingn, usaha jasa service computer, usaha jasa cleaning service maka tidak heran para generasi muda kita meninggalkan pertanian di kampung halamannya.