News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Tips"

Pakan Alternatif Ternak Sapi di Musim Kemarau

Monday, January 21, 2013 / No Comments
Di negara negara dengan iklim tropis seperti indonesia memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Sedangkan bila kita lihat setiap daerah akan memiliki topografi yang berbeda, ada desa dengan topografi berbukit dengan cuca yang sejuk, ada daerah dengan topografi yang landai dan ada juga daerah dengan topografi berbukit dan landai bagitu juga dengan ketersediaan air untuk pertaniannya.

Desa kami di Desa Lokapaksa tepatnya di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Kelompok  kami berdiri di Banjar Dinas Bukit Sakti berada pada wilayah perbukitan dimana masyarakatnya bergelut di sektor pertanian dan peternakan dengan pola pertanian tegalan/tadah hujan. Ketika di musim hujan mereka aktif mengolah lahan mereka dengan ditanami beragam jenis tanaman pangan dan perkebunan dan ketika musim kemarau datang para peternak akan mengalami kesulitan penyediaan pakan ternak untuk ternak sapi merka.

Kesulitan pakan di musim kemarau ini mungkin hampir dialami oleh peternak di indonesia terutama daerah kering yang jauh dari sumber mata air. Para petani ternak harus cerdas menyiasati permasalahan tersebut baik dengan jalan menabung pakan ternak disaat musim pakan berlimpah (musim hujan) baik berupa rumput gajah, rumput lapangan dan rerumputan lainnya (Strata I) dengan pola pengawetan fermentasi Silase, menampung limbah pertanian sebagaimana konsep Simantri 022 ini baik berupa jerami padi, jerami kacang dan lain sebagainya (Strata II) dalam bentuk HAY, serta penanaman Hijauan Pakan Ternak/Kebun HMT di Lahan Kering yang bersumber dari tanaman keras yang tahan terhadap musim kemarau/kekeringan seperti Lamtoro, turi, waru dan pohon gamal, daun Intaran/Mimba, daun Gamelina, daun Sonekeling dllnya dan yang terakhir adalah pemanfaatan limbah perkebunan seperti batang dan daun pisang, daun dan pelepah kelapa, Buah Jambu Mente/jambu monyet. Untuk itu mari kita bahas satu persatu.

1. Pohon Pisang
Siapa yang tidak kenal nama pisang ini, pohon yang berasal dari suku Musaceae,  Pohon pisang menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pohon Pisang adalah tanaman yang sangat tahan terhadap musim kemarau, limbah dari perkebunan pisang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dikala musim kemarau baik itu pakan ternak sapi maupun babi.
Pemanfaatan limbah perkebunan pisang ini untuk pakan mulai dari bonggol pisang, batang pisang, jantung pisang, tandan pisang, pelepah dan daun pisang.

2. Daun dan Pelepah Pohon Kelapa
Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, mulai dari akar, batang, hingga daun dan pelepahnya. Dibalik berbagai manfaat dari tanaman ini ternyata pada bagian Pelepah dan daunnya dapat kita gunakan sebagai alternatif pakan ternak sapi disaat musim pacekelik pakan terutama pada musim kemarau yang panjang. daunnya bisa langsung diberikan pada ternak sapi namun pada bagian pelepahnya harus dikupas kulit pelindungnya yang keras baru kemudian pada bagian dalam kulit tersebut diberikan pada ternak sapi.

3. Buah Jambu Mente/Jambu Monyet
Jambu monyet atau jambu mente (Anacardium occidentale) adalah sejenis tanaman dari suku Anacardiaceae yang berasal dari Brasil dan memiliki "buah" yang dapat dimakan. Yang lebih terkenal dari jambu mente adalah kacang mente , kacang mente bijinya yang biasa dikeringkan dan digoreng untuk dijadikan berbagai macam penganan.

Setelah diambil bijinya biasanya daging buahnya dibuang begitu saja seolah-olah tak berguna, padahal di beberapa daerah buah mente dapat dijadikan sebagai sirop, abon mente.
Daging buah yang berserakan di bawah pohon mente dapat dijadikan alternatif pakan ternak di musim kemarau, baik secara langsung diberikan kepada ternak atau dengan melalui fermentasi dengan menggunakan aspergillus nigger sehingga dapat disimpan dan tahan lebih lama.

Pompa Air Baru Kami Ketinggian 100 M Tanpa Over

/ No Comments

Kami telah memposting artikel sebelumnya yang berjudul Sistem Pompanisasi Harapan Baru Bagi Anggota setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 januari 2012, akhirnya setelah setahun pompa tersebut beroprasi kehawatiram kami terbukti diantaranya : Kerusakan pada bagian generator yang berfungsi untuk menghasilkan listrik 3 phase, dimana pada bagian tersebut mengalami penurunan kemampuan untuk menghasilkan listrik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin, sementara pada bagian mesin diesel juga mengalami berbagai kendala dan yang menjadi kendala selama ini bagi kelompok diantaranya : Mahalnya biaya oprasional BBM (Bahan Bakar Minyak) baik premiun dan solar yang ditanggung kelompok mengingat sistem yang dibangun dalam pompanisasi tersebut adalah dengan menggunakan 2 (dua) pompa, dimana pompa pertama dengan mesin genset dengan bahan bakar premium hanya mampu mengangkat air sejauh 300 meter dengan ketinggian vertikal kurang lebih 20 meter, sementara untuk mengangkat air dari sungai menuju kelompok dengan jauh 800 meter dengan ketinggian mencapai 96 meter tentu dalam hal ini diperlukan pompa pembantu yang jauh lebih kuat, pompa ke dua ini menggunakan mesin diesel untuk menggerakkan generator 3 pahse ini lah yang kerjanya paling berat, yang paling penting dengan pengoprasian ke 2 (dua) mesin tersebut (mesin diesel dan mesin genset)  Biaya oprasional yang ditanggung oleh kelompok sangat mahal.
 

Air yang diangkat oleh kelompok akan ditampung pada sebuah cubang dengan diameter 3 meter, dan kedalaman 4 meter dengan volume macapai 50,24 meter kubik, untuk mengisi cubang/bak air tersebut dengan pompa berjenis Centrifugal yang digerakkan oleh motor listrik tersebut menghabiskan waktu 18 Jam dengan biaya oprasional BBM (Bahan Bakar Minyak) baik solar maupun premium kurang lebih mencapai Rp. 100.000,- 

Dari berbagai permasalahan tersebuat diatas yang dialami oleh kelompok, akhirnya kami berembug bersama seluruh anggota dan telah disepakati oleh anggota kelompok untuk mengganti pompa tersebut dengan pompa yang mampu mengangkat air dari sungai tanpa mesti melalui proses over dan biaya oprasional yang lebih murah dengan sember dana sepenuhnya menggunakan anggaran Kelompok Tani Ternak Pucak Manik. 


Akhirnya kami dari pengurus berusaha mencari pompa tersebut, mulai dari belajar dari petani lainnya yang  menggunakan pompa air sungai untuk memenuhi kebutuhan pertaniannya seperti petani jeruk, petani cengkeh dan kelompok tani munduk sari desa ularan serta menanyakan langsung kepada penjual pompa air. Akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump dengan merk Sanchin SCN 45.

Pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump dengan merk Sanchin SCN 45 ini dengan kemampuan 22 ~ 59 L/min, dengan tekanan maksimal mencapai 50 Kg/cm2 akhirnya kami beli dan untuk menggerakkan pompa tersebut kami menggunakan mesin diesel 4 Langkah berpendingin air dengan kemampuan 8,5 PK dengan merk Yanmar (Yanmar series TF 85 MR-di).

Bagaimana Perhitungannya....?
Dari Sisi Pompa Air
Dengan perhitungan jika pompa ini diputar dengan kecepatan rata-rata akan mampu memompa air dengan kapasitas 50 liter/menit untuk memenuhi cubang dengan kapasitas 50,24 meter kubik atau jika di conversi kedalam liter dengan volume 50.240 liter dibutuhkan waktu  selama 1004,8 menit atau 16,7 jam. 

Dari Sisi Mesin Penggerak
Jika mesin diesel Yanmar series TF 85 MR-di dengan daya Maksimal 8,5 PK(HP) dan daya kontinyu 7,5 PK(HP), dengan Keperluan Bahan Bakar 0,15 liter/HP.Jam, dengan Faktor Oprasional Daya mulai dari pemanasan 20 detik hingga pemakaian selama 1 jam sebesar 0,521 maka kebutuhan  solar sebanyak 0,586125/Jam.   jika dihidupkan selama 16 jam untuk memenuhi cubang maka akan dibutuhkan solar sejumlah 9,378 liter dengan biaya oprasional pembelian BBM Solar jika per liter solar dengan harga Rp. 4.500,-/liter akan mencapai Rp.42.201,-

Dari Sisi Efisiensi

Jika dibandingkan dengan pemakaian awal konsumsi bahan bakar pada mesin diesel dan mesin premium yang menggerakkan ke dua Pompa Centrifugal yang menghabiskan biaya oprasional BBM Rp. 100.000,- dibandingkan dengan perhitungan penggunaan 1 (satu) mesin diesel diatas dengan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump menghabiskan biaya oprasional BBM sejumlah Rp.42.201,- akan jauh lebih irit.

Kelemahan :
Kelemahan Penggunaan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump ini yakni pada penambahan biaya perawatan rutin setiap 300 jam yakni pembelian OLI sebayak 1,5 Liter untuk melumasi ke tiga piston pompa. 

Kesimpulan :
Penggunaan pompa air berjenis Power Sprayer/Pluger Pump ini mampu mengangkat air dari sungai menuju kelompok dengan jarak 800 meter dengan ketinggian mencapai 96 meter tanpa Over dan dengan biaya yang relatif murah.

Saran-Saran:

1. Kepada Konsultan Analisis hendaknya mempertimbangkan setiap bantuan yang diberikan kepada petani baik dari sisi efisiensi dan kwalitas, sehingga betul-betul dirasakan manfaatnya dan tidak membebani di kemudian hari.
2. Kelompok Tani Ternak Pucak Manik selaku pemanfaat hendaknya memanfaatkan, menjaga dan merawat dengan baik setiap aset yang dimilikinya sehingga. 

Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP

Monday, October 29, 2012 / No Comments
Pemerintah Melalui Kementrian Pertanian beserta jajaran telah merealisasiakan bantuan sosial berupa PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) dalam rangka membangun Ekonomi Produktif Pedesaan melalui peningkatan kinerja ekonomi petani di perdesaan. Melalui program PUAP dapat mempercepat upaya mengentaskan masyarakat perdesaan khususnya petani dari kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian. 

PUAP yang telah di dilaksanakan oleh pengurus GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) yang selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan bantuan yang telah diberikan, kemudian diharapkan dapat melalui beberapa fase perkembangan gapoktan setiap tahunnya diantaranya :
1. Pada Tahun I : Fase Usaha Pertanian
2. Pada Tahun II : Fase Usaha Simpan Pinjam
3. Pada Tahun III : Fase Usaha LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)
Nah dari ke 3 fase tersebut diatas, bagi para pengurus gapoktan yang sebagian besar adalah para petani tentu akan banyak mengalami sebuah kendala terutama yang menyangkut pengolahan data keanggotaan, data keuangan, pelaporan kegiatan kepada pihak terkait baik itu pemerintah maupun anggota itu sendiri disamping kendala eksternal lainnya.

Melalui kesempatan ini saya akan mencoba membaut sebuah analisis dan design system informasi LKM-A PUAP dengan harapan kedepan dari Analisis dan Design Program ini akan bisa dikembangkan menjadi sebuah program berbasis komputerisasi yang nantinya dapat mempermudah pekerjaan, pengambilan keputusan bagi para pengurus gapoktan pelaksana program LKM-A PUAP.
Baik kita mulai pada inti pembahasan Proposal "Analisis Design Sistem Info LKM-A PUAP"


BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini dalam segala bidang pekerjaan kususnya pekerjaan yang menyangkut pelayanan kepada public kita dituntut bekerja secara cepat, cermat, tepat dan akurat serta sudah tentu efektif dan efisisen terhadap ruang dan waktu, hal ini merupakan suatu tangtangan yang sangat berat bagi kita untuk memenuhi tuntutan tersebut. Salah satu bidang pekerjaan yang menjadi pelayanan kepada public yang menuntut kecepatan, kecermatan, ketepatan, keakuratan serta efektif dan efisien adalah bidang pelayanan public yang menyangkut pengelolaan keuangan kepada public, baik dilihat dari scala keungan yang besar sampai dengan yang kecil, seperti : LPD, Koperasi maupun pengelolaan keuangan masyarakat seperti program dana bergulir PUAP yang di kelola oleh Gapoktan. 

Dalam pengeloaan keuangan kita benar-benar dituntut mampu memberikan pelayanan yang memuaskan kepada public sehingga tercapai tujuan dari Organisasi GAPOKTAN yang bergerak dalam bidang pengelolaan keuangan PUAP. Disamping tuntutan itu juga kita harus mampu memberikan suatu transparansi kerja kepada semua pihak sehingga secara tidak langsung kita mendapatkan suatu kepercayaan dari masyarakat.


Didalam pengelolaan keuangan kita sering kali menemukan suatu masalah dalam mengelola suatau data keuangan yang begitu besar sehingga kita tidak mampu memenuhi tuntutan masyarakat secara cepat dan tepat / Real Time apabila kita masih menggunakan sistem pengelelolaan secara konvensional.


Seiring dengan Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangatlah pesat, maka didalam memenuhi tuntutan public tersebut salah satu jalan yang dapat kita tempuh adalah dengan peng implementasian  suatu program pengelolaan keuangan kedalan sistem komputerisasi sehingga data yang kita peroleh dapat memenuhi tuntutan public.
 
1.2 Maksud dan Tujuan 
Adapun Maksud dan tujuan Pengembangan Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah :
1.  Mengetahui sistem akuntansi dalam pengelolaan keuangan dana bergulir PUAP.
2.  Dapat mendesain, merancang sistem akuntansi program keuangan dana bergulir PUAP.
3.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat meningkatkan effisiensi dan effektifitas kerja dalam memenuhu tuntutan public.
4.  Dengan Sistem yang telah terbentuk dapat memberikan per-tanggung jawaban keuangan yang transparan kepaada pihak yang memerlukannya.


1.3 Batasan Masalah
Mengingat sangat luasnya ruang lingkup pembahasan maka dengan ini ruang lingkup pembahasan kami batasi pada :
1. Sistem Informasi LKM-A PUAP yang menyangkut pengelolaan keuangan berdasarkan manual progran PUAP yang diterapkan secara konvensiaonal dilapangan oleh tim pengelola keuangan PUAP atau Pengurus Gapoktan seperti : Daftar Pemohon Melalui RUA dan RUB, prosess realisasi dana bergulir, rekapitulasi piutang dana bergulir, prosess pengeluaran kas, prosess penerimaan kas dan proses Reportisassi seperti : Jurnal Umum, Buku Besar, Neraca dan Laba Rugi.
2. Dalam prosess reportisassi keuangan yang digunakan berdasarkan model pada manual program yang telah ditetapkan dilapangan.
3. Sistem desain program menggunakan bahasa Pemrograman VB.60 atau VB.Net atau mungkin bisa dikembangkan pada pemrograman berbasis WEB dengan PHP dimana database yang digunakan bisa berupa Microsoft Access, MySQL atau SQL Server sesuai dengan Kemampuan Programer.
4. Sebagai bahan Pengembangan tahap awal maka  saya akan mengembangkan program ini dengan VB.60 dengan Database Microsoft Access.

BAB II
GAMBARAN UMUM SYSTEM
Sistem database yang akan dibuat dalam desaian sistem ini adalah Sistem Informasi LKM-A PUAP, yang akan mendukung proses transaksi keuangan dan sistem akuntansi keuangan GAPOKTAN. 

2.1 Statement Of Purpose
Tujuan dari pembuatan Sistem Informasi
LKM-A PUAP ini untuk membantu keefisienan kerja bagi tim pengelolaan keuangan/Pengurus GAPOKTAN bantuan dana bergulir PUAP serta memudahkan dalam memenuhi tuntutan public

2.2 Daftar Kejadian / Event List (EL)
Daftar Kejadian pada
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini adalah sebagai berikut :
Tahap 1
1. Registrasi Keanggotaan Gapoktan masing-masing individual berdasarkan kelompok POKTAN yang di ikutinya 
2. Anggota disimpan kedalam tabel Anggota

Tahap 2
1. Registrasi pemohon dana bergulir PUAP melalui RUA dan RUK
2. pemohon disimpan kedalam tabel pemohon
Tahap 3
1. Berdasarkan kebijakan manajemen pengelola keuangan dana bergulir PUAP dari daftar pemohon yang telah memenuhi ssyarat akan direalisasikan permohonannya dan menjadi penerima/debitur dana bergulir
PUAP GAPOKTAN.
2. Debitur  menerima dokumen surat perjanjian, daftar angsuran, bukti penerimaan uang dan uang tunai berupa dana bergulir sesuai permohonan dan perjanjian
Tahap 4
1. Dalam waktu sebulan massa pinjaman maka debitur melakukan kwajibannya dengan menyetor dana berupa Pokok dan bunga pinjaman
2. Cetak kartu angsuran dan debitur menerima bukti pembayaran.
Tahap 5
1. Dalam waktu sebulan tim pengelola menerima ongkos kerja yang diproses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
2. semua proses yang menyebabkan kas berkurang akan di proses kedalam aplikasi program pengeluaran kas
Tahap 6

Prosess reportisasi dilakukan untuk jurnal umum, buku besar, neraca, laba rugi setiap bulannya dalam posting bulanan
Tahap 7
Dalam setahun dilakukan rekapitulasi data tahunan dan posting data secara menyeluruh.


Adapun  gambaran umum dari
Sistem Informasi LKM-A PUAP Adalah seperti gambar dibawah ini :
2.3 Diagram Context
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam dan Diagram Context dibawah ini :

2.4 DFD (Data Flow Diagram )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Data Flow Diagram dibawah ini :

2.5 Entity Relationship Diagram ( ERD )
Untuk lebih jelas mengenai gambaran umum Sistem Informasi LKM-A PUAP ini maka dapat dilihat dalam Entity Relationship Diagram ( ERD ) dibawah ini : 

2.6 Struktur Data
Untuk lebih jelas mengenai Struktur Data Sistem Informasi LKM-A PUAP ini disesuaikan dengan database yang akan di kembangkan, sebab database sistem memiliki type data yang berbeda. Dalam hal ini saya belum sampai membuat database yang nantinya di pakai.


BAB III 
PENUTUP
Sistem Informasi LKM-A PUAP ini masih merupakan Sebuah konsep Sistem Informasi, yang selanjutnya bisa dikembangkan lebih jauh dan melalui gambaran design program ini saya berharap kedepan bisa terwujud sebuah program komputerisasi Sistem Informasi LKM-A PUAP yang nantinya mampu mempermunah kinerja para pengurus GAPOKTAN pelaksana PUAP di seluruh indonesia

Secara pribadi saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari semua pihak dalam rangka penyempurnaan design Sistem Informasi LKM-A PUAP ini, tentu masih banyak kekurangan dari design yang saya buat ini dan saat ini saya sedang merancang programnya dengan VB.60 dan database Microsoft Access, harapan saya semoga tidak ada hambatan dan jika telah selesai maka saya akan Share kepada semua pihak untk bisa mencoba aplikasi yang saya buat nantinya.
Akhir kata Mohon Doa semoga kita semua dalam Keadaan Sehat Walafiat dan Sukses untuk Petani Indonesia.

Membuat Jamu Ternak

Friday, March 16, 2012 / No Comments
Perubahan Cuaca yang begitu extrime dari musim hujan ke musim kemarau sontak membuat kita kaget, ini sangat dirasakan sekali efeknya bagi warga Desa Lokapaksa, lingkungan yang awalnya sejuk, adem dan pepohonan yang rimbun tiba-tiba dalam hitungan mingguan berubah menjadi kering, panas di siang hari disertai anggin yang membawa debu mengepul dan begitu dingin seakan membekukan tulang dirasakan dimalam harinya. Perubahan cuaca ini ternyata tidak dirasakan oleh manusia saja, bahkan hewan ternak peliharaan warga lokapaksa pun merasakan efeknya, mulai dari anak-anak Ayam, anjing yang pilek dan bahkan Sapi Bali pun ikut merasakan efeknya seperti mencret serentak dalam 1 kandang bahkan hingga 1 wilayah di banjar bukit sakti, desa lokapaksa. Dari sisi perlakuan kesehatan sapi-sapi yang ada dikandang koloni dari awal sudah mendapatkan perlakuan lebih dibandingkan sapi-sapi milik warga yang tidak berkelompok, seperti : Perlakuan Vaksinasi, pemberian Multivitamin, penyemprotan kandang dengan disinfektan serta pembersihan kandang secara rutin setiap hari. Namun masih juga ada permasalahan kesehatan ternak. Sepanjang pengamatan memang diakui dari sisi daya tahan tubuh sapi dengan perlakuan khusus ini lebih tahan dibandingkan yang tidak mendapatkan perlakuan sama sekali, itu point plus pertama yakni : daya tahan tubuh.

Disaat seperti ini peternak mesti lebih kreatif dalam hal menyiasati segala permasalahan yang ada dalam upaya peningkatan daya tahan tubuh ternak sapi peliharaannya, serta langkah awal pencegahan dan penanggulangan penyakit pada ternak sapi mereka.
Dalam hal penanggulangan pertama, petani ternak sebanarnya telah berpengalaman dalam meracik loloh/jamu tradisional ternak mereka, hal ini terbukti disaat kumpul disore hari memberipakan pada sapi dikandang koloni para petani ternak sharing dan berbagi cerita menganai loloh/jamu tradisional pada ternak, misalnya resep untuk ternak sapi mencret, saya dengarkan banyak sekali resep yang petani ketahui dalam pencegahannya.
Untuk itu melalui media ini kami berbagi sebuah cerita dan pengalaman dari petaninya langsung yang telah mengaplikasikan resep-resep ini pada ternak mereka, Namun hal ini perlu pengkajian lebih lanjut oleh pihak yang berwenang guna pendekatan dari sisi ilmiah.

1. Membuat Jamu Ternak
Jamu Ternak dibuat dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ternak sapi itu sendiri agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca yang akhir-akhir ini extrime sekali, serta mampu memperbaiki kondisi fisiologis ternak sapi itu sendiri. nah bagaimana caranya membuat jamu ternak...?, seperti yang sering dipraktekkan oleh petani di Kelompok Tani Ternak Pucak Manik adalah sebagai berikut :


Bahan-bahan : ( diatur sesuai kebutuhan )
- Kunyit/Kunir
- Kunyit Putih
- Isen/Lengkuas/Laos
- Temu Lawak
- Cekuh/Kencur
- Bawang Putih
- Sereh
- EM4 Aktif
- Gula Bali/Gula Jawa/Gula Merah/Molase
- Air Putih bersih (bebas pestisida/racun/tidak berkaporit)

Cara Pengolahan :
Semua bahan dasar tersebut diatas ditumbuk sampai  halus, kemudian masukkan kedalam ember campur dengan air, masukkan gula merah/molase dan EM4 aktif, aduk hingga merata dan tutup campuran ramuan tersebut hingga rapat. Lakukan Fermentasi ini hingga 1 minggu, kemudian setelah 1 minggu ramuan siap diberikan kepada ternak dengan cara dituang kedalam botol dan berikan setiap pagi hari sebelum pemberian pakan.
Khasiat :
Sapi Tahan terhadap perubahan cuaca, makan kuat, sehat, dan tidak mudah sakit

2. Obat Mencret
Apabila Sapi Mencret ini biasanya disebabkan karena faktor makanan yang masih terlalu muda, atau karena bakteri karena lingkungan kandang yang tidak sehat. dapat diatasi dengan pemberian jamu diantaranya :
Bahan :
- Pucuk Daun Jambu Biji
- Kulit Kayu Santen
- Daun Waru
- Beras 1 Genggam
- Gula Merah/Molase
- Garam Secukupnya
Cara Pengolahan :
Semua bahan ditumbuk halus, Kemudian dicampur sedikit air, peras dan saring bahan tersebut, air perasan dimasukkan kedaalam botol kemudian berikan pada sapi yang mencret tersebut. Disamping pemberian jamu juga diberikan pakan kering.
Perhatian : JIKA SAKIT BERLANJUT HUBUNGI DOKTER...........!

Membuat Sendiri Stik Bolamp

Monday, March 12, 2012 / No Comments

"Hidup Harus Lebih Kreatif" itu adalah sebuah kunci bagi admin, ketika suatu hari admin pindah kontrakan rumah, dirumah kontrakan yang baru banyak Bolamp alias Bola Lampu yang mati, nah unuk bisa membuka dan mengganti Bolamp tersebut tentu memerlukan sebuah tangga agar bisa menjangkau bolamp yang menempel pada plafon rumah, namun setelah kesana kemari mencoba meminjam pada tetangga hasilnya nihil, sejenak berpikir andaikata beli alat berupa stik bolamp harganya diatas ratusan ribu, sedangkan uang di dompet tidak cukup karena habis bayar kontrakan rumah, bagi admin harga tersebut sangat mahal mengingat kondisi keuangan admin dan intensitas keperluan admin terhadap produk stik bolamp tersebut tidak begitu sering, kecuali pada saat-saat mengganti Bolamp saja.

Admin pun bingung harus bagaimana mengatas masalah ini, otak terus berputar sambil membayangkan cara kerja dari Stik Bolamp produksi pabrikan tersebut, akhirnya setelah beberapa menit berpikir timbullah sebuah ide dengan memanfaatkan botol plastik bekas minuman dibelakang rumah.
Botol plastik bekas tersebut admin potong pada bagian tengahnya, kemudian pada bagian ujung botol tersebut dipasangin Stiknya bisa manggunakan Kayu, bambu atau pipa plastik bekas sebagai stiknya, kebetulan sekali admin menemukan potongan pipa plastik dibelakang rumah, akhirnya admin gunakan sebagai stik bolam tersebut dan akhirnya jadi seperti ini.


Kini memasuki tahapan uji coba, bolamp yang masih menempel di plafon rumah dicoba untuk dibuka dan digantikan dengan yang baru, dan hasilnya sangat memuaskan, bolamp tersebut terlepas dari fitingan tanpa jatuh dan pecah, kemudian digantikan dengan yang bolamp yang baru dan bolamp yang baru pun terpasang dengan apik pada fitingan dan akhirnya menyala. 

Secara Ekonomis Stik Bolamp ini sangatlah murah sebab hanya dengan memanfaatkan limbah yang ada disekitar kita seperti limbah botol plastik, limbah pipa plastik  atau kayu dan atau Batang bambu.
Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat  Salam sukses untuk kita Semua.....!

Kompor BIOGAS dari Kompor Gas LPG

Wednesday, March 30, 2011 / No Comments
Hidup Harus Kreatif, Aktif dan Inovatif, apalagi bagi petani kecil didusun terpencil didesa khsusnya Desa Lokapksa dengan segenap permasalahan hidup yang ada, mulai dari himpitan perekonomian hingga krisis energi dan lain sebagainya. Tidak terkecuali bagi kami anggota Kelompok Ternak Pucak Manik yang ber ternak Sapi Bali, kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan Visi Bali Organik, Bali Clean, Bali Green dan Bali Mandara, harus mampu menyiasati hidup ini.

Melalui program SIMANTRI yang telah diluncurkan dengan adanya unit reaktor biogas sebagai energi alternatif di kelompok kami, dengan disertai asessories berupa kompor biogas 3 buah dan kantung biogas 5 buah, maka kami telah mencoba mengembangkan ide kreatif kami dengan mengolah ban bekas truck/mobil untuk dijadikan kantung biogas.
 

Kini petani semakin sadar akan manfaat penting pengolahan kotoran sapi menjadi biogas, beberapa petani telah memanfaatkan biogas di masing-masing rumah mereka dengan mencharge ban bekas untuk membawa biogas dari reaktor di kandang ke rumah mereka.
Permasalahan yang ada yakni pengembangan kompor biogas untuk semua anggota kelompok, jika kini hanya ada 3 kompor bantuan ditambah dengan 2 kompor swadaya kelompok berarti dibutuhkan sekitar 20 kompor biogas. jika 1 unit kompor biogas harganya Rp. 250.000/unit maka dibutuhkan uang sebanyak Rp. 5 juta, nah bayangkan betapa mahalnya biaya yang dibutuhkan. Untuk itu timbulah ide kreatif petani miskin dan tua dengan memanfaatkan kompor LPJ bantuan pemerintah untuk dimodifikasi menjadi kompor biogas.

Adapun Langkah-langkah untuk memodifikasi adalah sebagai berikut :
1. Siapkan Kompor LPG Bantuan Pemerintah

 
Inilah Wajah asli kompor LPG Conversi dari minyak tanah ke gas bantuan pemerintah dalam bentuk bantuan  gratis. Kwalitasnya Lumayan untuk model gratisan. heee...!, jika ini kita bedah maka komponen kompor akan terlihat seperti pada gambar disebelah kanan.

2. Lakukan pembongkaran, kemudian kita ambil bagian Dudukan Burner kompor tersebut, seperti pada gambar berikut :

Setelah itu atur bagian penutup /pengaturan pencampuran sirkulasi udara (Primary air opening) yang terletak pada bagian belakang dudukan burner kompor LPG tersebut.


3. Pada bagian Injector Jet atau Spuyer gas, Lakukan pengeboran dengan menggunakan bor besi dengan diameter 1,5 mm sampai dengan 2 mm. dengan ini akan selesai proses modifikasi kompor LPG, dan kompor tersebut tinggal dipasang kembali komponen yang dimodifikasi tersebut dan telah siap digunakan untuk kompor biogas.

4. Tinggal Pasang Selang Biogas, nyalakan kemudian buat air hangat untuk secangkir kopi bersama anggota kelompok.


Selamat Mencoba, Bagi kelompok yang telah ada reaktor biogasnya tetaplah kreatif,  Selalu berswadaya di kelompok, Kantong tebal, apa yang menjadi tujuan simantri tetap berjalan dari hulu hingga hilir, Jangan patah Semangat walaupun tidak dapat juara dalam lomba SIMANTRI, yang penting Tetaplah KREATIF, AKTIF dan INOVATIV dibandingkan dapet Juara tapi Kandang kotor, Bio urine  terbengkalai dan sampai bercampur TAI, Biogas Tidak dimanfaatkan/dimanfaatkan saat kunjungan pejabat akan datang, serta kelompoknya BODO xixixixi

Biogas Dalam Kantung Ban Dalam Mobil

Monday, November 29, 2010 / No Comments
Krisis energi yang melanda negri tercinta kita ini akhir-akhir ini mestinya kita siasati dengan berbagai cara, sebenarnya banyak cara mendapatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, artinya tidak merusak lingkungan seperti pemakaian kayu bakar untuk bahan bakar. Dari sederet alternatif yang ada, salah satunya yang diterapkan oleh Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yang berternak Sapi Bali sebagai proyek percontohan pertanian terpadu atau sistem pertanian terintegrasi yang mana di bali dikenal dengan istilah SIMANTRI dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara adalah Biogas merupakan salah satu energi alternatif terbarukan yang dapat kita jadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM. Nah Jika anda belum mengenal biogas bisa click disini.

Kelompok Tani Ternak Pucak Manik berternak Sapi Bali sebagai proyek percontohan pertanian terpadu atau sistem pertanian terintegrasi yang mana di bali dikenal dengan istilah SIMANTRI dalam rangka mewujudkan visi bali organik, bali Clean dan Bali Mandara Dari Reaktor Biogas/digester yang ada di peternakan biasanya gas disalurkan melalui pipa PVC menuju Kompor atau Lampu Petromax atau menuju Genset Biogas, Nah bila rumah kita jauh dari peternakan kita kita pake apa nyalurinya...? beli pipa...! boleh juga, tapi jika pipa kita tiba-tiba bocor akibat kena pacul/dicangkul orang, maka gas terbuang sia-sia, kasian kan rugi dah belepotan ngisi kotoran ternak ke reaktor biogas tiba gasnya terbuang sia-sia.
Sebenarnya produsen Biogas telah menyediakan kantong biogas yang bisa isi gas dan  gas dari biogas bisa kita dibawa pulang dan kompor dirumah pun bisa dinyalakan, tanpa khawatir pipa gas kita bocor akibat kena cangkul, akan tetapi harganya ya lumayan sih...!  biasanya penjualannya include sama pompa gasnya, namun kalo kita masih bisa membuat sendiri dengan kantong dengan memodifikasi ban dalam mobil atau ban dalam truck kenapa tidak...? kalo isi dompet lagi tipis pake aja ban dalam bekas, kemudian tambal bolong-bolongnya gitu..! oke langsung aja kita praktekkan caranya :
Sediakan :
  1. Ban dalam truk/mobil baik yang baru atau bekas boleh aja
  2. Alat pembuka Klep ventilasi ban dalam
  3. Selang Kecil
  4. Keran gas
Apabila bahan-bahan tersebut telah tersedia maka tinggal kita praktekkan pembuatannya, sebagai berikut :
  1. Buka ventilasi ban dalam dengan alat pembuka ventil ban
  2. Pasang Selang kecil pada ban dalam ingat jangan sampai ada yang bocor
  3. Pasang keran gas pada ujung selang tersebut diatas
Sekarang tinggal mengisi ban dalam tadi dengan biogas, jika sudah penuh silahkan gasnya dibawa pulang dan langsung dipasang pada kompor, langsung bisa dipake untuk memasak. SELAMAT MENCOBA