News Ticker

Menu

Search This Blog

Powered by Blogger.

About Me

My photo
Komunitas kreatif yang bergerak di bidang riset, jurnalisme, desain, dan komunikasi marketing. Integritas dan profesionalisme kami bisa dilihat pada topik dan cara penyajiannya pada situs-situs atau blog yang kami kelola. Sesimple itulah kami.

Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Organisai"

Pembangunan Banjar Bukit Sakti

Thursday, March 8, 2012 / No Comments
Banjar Bukit Sakti adalah salah satu bagian dari banjar dinas dan adat  Desa Lokapaksa, Banjar dinas Bukit Sakti dengan jumlah penduduk Laki-laki = 813 Jiwa, Perempuan = 810 Jiwa, dan jumlah keseluruhan penduduk mencapai 1.623 Jiwa, yang terdiri dari 428 Kepala Keluarga (KK), serta jumlah KK Miskin atau Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terbanyak di desa Lokapaksa mencapai 174 KK.

Dari Sisi Topografi wilayah Banjar dinas Bukit Sakti terdiri dari wilayah perbukitan dimana pada bagian wilayah bawah adalah zona perkampungan penduduk yang padat, serta wilayah persawahan dan wilayah bagian atas adalah zona perkebunan dan dengan sedikit persebaran rumah penduduk.

Dari sisi potensi wilayah yang tidak bisa terlepas dari topografi wilayah Banajar tersebut dimana pada wilayah bagian bawah banjar dinas bukit sakti memiliki potensi wilayah dibidang pertanian dan industri kecil, sedangkan pada wilayah bagian atas memiliki potensi dibidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

Banjar Bukit Sakti  saat ini dipimpin oleh seorang kelian banjar dinas yang bernama : I GUSTI BAGUS SUASCITA, beliau merupakan salah atu kelian banjar yang dipilih oleh warga banjar bukit sakti secara demokratis. Beliau adalah seorang peminpin yang memiliki visi jauh kedepan dalam membangun Banjar dengan mengangkat potensi lokal sebagai daya ungkit dalam pembangunan di wilayah banjar bukit sakti ini.

PROGRAM PEMBANGUNAN BANJAR
Program pembangunan di banjar bukit sakti secara fisik belum bisa maksimal, tentu jika kita merujuk dari potensi Penduduk yang sangat besar, dan dibarengi dengan potensi KK Miskin di banjar bukit Sakti yang besar pula sudah tentu sangat sulit jika hanya diandalkan dari swadaya masyarakat semata, dari sisi bantuan dana ADD yang digelontorkan pemerintah desa lokapaksa yang belum maksimal mampu mendukung pembangunan secara fisik di bukit sakti. Semenjak Beliau I Gusti Bagus Suascita menjadi kelian Banjar Bukit Sakti telah menerima ADD dari pemerintah desa lokapaksa, yang pertama di tahun 2010 sebesar Rp. 1,5 juta yang jumlahnya terkecil diantara ADD banjar Lainnya telah dipergunakan untuk pemadatan Jalan usaha teni di Wilayah Bendungan Sabha, dan dana ADD yang kedua sejumlah Rp. 5 juta akan dipergunakan untuk pembangunan Bale Banjar Bukit Sakti.
Dengan Dana ADD yang Kecil serta Potensi Swadaya Masyarakat pembangunan fisik terasa agak lamabat, Namun dengan dibarengi semangat pembangunan masyarakat, dukungan dan spirit pembangunan dari segenap masyarakat dan peran serta para tokoh masyarakat dalam membangun banjar hal ini akan mempermudah pembangunan banjar bukit sakti kedepan.

Pembangunan Bale banjar bukit sakti sebenarnya sudah direncanakan sebelum masa kepeminpinan beliau, namun sangat disayangkan hal ini gagal karena sesuatu dan lain hal, namun kini semangat pembangunan yang dulu sempat redup, kembali dibangkitkan oleh beliau dan rencana pembangunan akan dilaksanakan dengan merubah gambar awal yang dahulunya direncanakan pembangunan bale banjar ini bertingkat kini menjadi tidak bertingkat namun dengan penambahan luas bangunan yang tanpa merusak perencanaan awal pembangunan yang telah ada.

Pembangunan bale banjar bukit sakti akan dilakukan pada bulan April 2012 berikut dengan Tahapan-tahapannya yang nantinya dilakukan langsung oleh panitia pembangunan bale banjar bukit sakti yang telah di tunjuk oleh kelian banjar bukit sakti demi amannya proses pembangunan bale banjar tersebut. untuk itu kelian banjar bukit sakti mengharapkan peranserta masyarakat untuk membantu pelaksanaan pembangunan ini sehingga pembangunan ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan kita semua.

Kepada masyarakat Bukit Sakti dimanapun berada, Kelian banjar mengharapkan doa dan partisipasi aktif dalam pembangunan ini, mengenai pemberitahuan secara tertulis Kelian banjar akan mengirimkannya kepada seluruh masyarakat Bukit sakti dimanapun Berada.

PROGRAM PEMBANGUNAN SEKTOR EKONOMI PRODUKTIF
Dari Sisi pembangunan Sektor Perekonomian Produktif di Banjar bukit sakti akan lebih mengarah kepada keberadaan Kelompok-kelompok usaha produktif yang berbasis komoditi lokal diantara di sektor pertanian, sektor perkebunan, Sektor Peternakan, Sektor Usaha Kecil dan Menengah dan Sektor Perdagangan dengan spirit pembangunan Sosial Kooperatif dibawah naungan KOPTAN Werdhi Sadhana Sebagai Motivator dengan pola Binaan Bapak dan Anak Angkat.

I. Bukit Sakti Sebagai Sentra Pengembangan Bibit dan Bakalan Sapi Potong

Melalui Kelompok Simantri yang telah menunjukkan dedikasinya sebagai kelompok Mandiri yaitu Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, sebagai media pembelajaran bagi para petani ternak yang ada di Lokapaksa dan daerah sekitarnya dalam mengembangkan bibit sapi bali sebagai komoditi lokal yang bernilai tinggi, perkembangan kelompok ini kini telah menunjukkan hasil mulai dari anakan sapi SIMANTRI telah berjumlah 17 ekor, tahun depan kita telah memiliki F1 hasil IB (Inseminasi Buatan) alias Kawin Suntik dengan didukung Tenaga SDM Inseminator yang memadai dari kelompok tersebut, Produksi Pupuk baik Padat maupun Cair yang bernilai ekonomis kini semakin digenjot produksinya dan tahun depan kita rencanakan untuk uji lab dan lebelisasi produk.

Tidak Hanya Kelompok Tani Ternak Pucak Manik yang ada di Bukit sakti, Kini telah berkembang KTT Murdha Sadhana dengan unit usaha dibidang Pertanian dan Peternakan sapi bali, kedepan kita akan arahkan pengembangan Populasi Sapi di wilayah KTT. Murdha Sadhana. Kelompok Ternak Sisia Bakti adalah Kelompok RTM dengan Pengembangan Usaha dibidang Penggemukan Sapi Bali telah berhasil menggemukkan Sapi bali dilahan Kering.
Tidak Hanya Sapi yang akan dikembangkan di kelompok-kelompok ini, kedepan kita akan kembangkan Ternak Babi dan Ayam Buras mengingat Keberadaan KWT. Manik Amertha Sebagai ibu-ibu Petani Ternak yang ada di bukit sakti ini memiliki keahlian dibidang ini sebagai usaha sampingan selain bertani dan beternak sapi.

II. Bukit Sakti Sebagai Sentra Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah 
Bukit sakti memiliki SDM yang mumpuni dibidang usaha pertukangan dan dengan didukung oleh potensi lokal dibidang perkebunan baik kebun jati, gamelina, mahoni dan suar ini merupakan sebuah potensi lokal yang selama ini belum bisa digarap secara maksimal mengingat kekurangan permodalan yang mereka hadapi.

Sektor industri Kecil / industri rumah tangga juga memiliki potensi yang besar digarap oleh para ibu-ibu PKK dan ibu-ibu dalam KWT. Manik Amertha di bukit sakti diantaranya pembuatan kue kering, Kue Basah, Kripik Singkong, Telor Asin dan lain sebagainya, namun kendala permodalan dan pengemasan yang belum tergarap secara apik akan dikembangkan dengan pelatihan-pelatihan dari berbagai instansi terkait sampai dengan peralatan ayang memadaihingga proses pengemasan.

III. Bukit Sakti Dengan Lembaga Keuangan Koperasi
Di banjar Bukit Sakti kini telah berdiri koperasi KOPTAN WERDHI SADhANA, sebagai lembaga keuangan yang nantinya kedepan mampu menyediakan permodalan bagi sektor-sektor usaha yang akan dikembangkan nantinya baik sebagai anggota maupun sebagai anak angkat koperasi ini, kedepan bukit sakti akan menjadi salah satu banjar yang mandiri baik mandiri pangan, mandiri lembaga keuangan nya serta mandiri energy. 
Mari Kita bangun Bukit Sakti sebagai Banjar Usaha, Banjar Yang mandiri, Mulai sekarang kita tinggalkan pola premanisme menjadi pola intelektualisme. Sukseskan pembangunan Bukit Sakti bersama Masyarakat bukit Sakti dimanapun Berada.

Membangun Lembaga Keuangan Petani di Desa

Sunday, January 22, 2012 / No Comments
Desa Lokapaksa memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian, namum sangat disayangkan sekali potensi yang besar tersebut tidak dibarengi dengan kemajuan ekonomi penduduknya yakni petani itu sendiri, juga tidak dibarengi dengan penumbuhan lembaga keuangan yang tangguh di tingkat desa entah dimana asal muasal dan sebab LPD yang sudah sedari dulu dikembangkan tidak pernah menunjukkan perkembangannya, yang sudah sedari dulu kala mendapat banyak suntikan dana dari pemerintah tidak pula menunjukkan kemajuan, bahkan sebuah lembaga CBD yang diharapkan bisa menjadi Lembaga Ekonomi Mikro di pedesaan hingga kini keberadaanya entah dimana....!

Bagi masyarakat kecil seperti kami kaum tani, semua ini sangat mengherankan sekali, desa yang kaya potensi kalah telak dengan desa yang miskin potensi, lihat saja desa-desa kering di bali barat, adalah desa tetangga kami seperti desa Sanggah Langit, Desa Musi, Desa Pejarakan dan Desa Sumber Kima, LPD di desa-desa tersebut sangat berkembang dan bahkan maju pesat, padahal potensi desanya kalah dengan desa kami. 
Hal ini membuat kami jengah apa sebetulnya yang terjadi dan apa akar permasalahan hingga desa kami seperti ini, ternyata ada beberapa faktor diantaranya :
1. Ketidak Tegasan Pengelola Desa (Aparat Desa, BPD dan Desa Adat) dalam menjalankan kewajibanya. Sebuah Bukti nyata : Aparat Desa, BPD dan Desa Adat tidak berani menindak tegas para penunggak cicilan CBD dan LPD. Aturan yang ada hanya sebatas "GRETAK SAMBAL" Semata.
2. Kemiskinan dan Kemalasan serta Premanisasi tubuh subur sehingga masyarakat lebih mengutamakan otot dibandingkan otak dalam penyelesaian permasalahan.
3. Kesadaran bebrapa anggota Masyarakat dalam menjaga nama baik diri sendiri dan nama baik desa sangat rendah.

Dalam Hal ini kami bukan berarti mengungkap kebobrokan desa, tapi itulah sebuah kenyataan yang terjadi yang tidak harus kita tutup-tutupi sehingga kelihatan tampak indah dari luar namun begitu kasar didalamnya selayaknya "Tahi Kuda".
Sebagai wujud cinta kami pada desa, kami dari petani terpencil tidak hanya bisa mengkritisi saja, namun kami akan beri sebuah contoh suri tauladan bagaimana kami membangun diri sendiri, membangun kelompok kami, Membangun banjar dan membangun desa ini.
Nah Melalui sebuah perjalanan kami di KTT. Pucak Manik, akhirnya singkat cerita kami telah membentuk Koperasi Tani (KOPTAN) Werdhi Sadhana, Kini tepat sudah setahun koperasi ini kami ikrarkan dan telah berjalan pra koperasi, tinggal menunggu beberapa langkah saja menuju badan hukum (BH) seperti yang kami cita-citakan sebelumnya.
Dari awal berdirinya Koperasi ini sebenarnya hanya "bermodalkan dengkul" yakni Simpanan Pokok anggota pendiri sebesar Rp. 100.000,- X 24 Orang anggota Pendiri, Simpanan Wajib Rp. 10.000,- X 3 Bulan dibayar sekalian X 24 Orang anggota Pendiri dan Tabungan Para anggota pendiri rata-rata Rp. 370.000,-/anggota pendiri, ditambah dengan Pengelolaan Aset KTT. Pucak Manik dan hingga kini telah berhasil mengelola unit simpan pinjam hampir mencapai Rp. 100.000.000,-
Bagi kami pencapain tersebut adalah hal yang sangat lauar biasa, kami para petani yang sebagian besar anggota pendiri KOPTAN ini adalah anggota KTT. Pucak Manik, dan kini keanggotaan KOPTAN Werdhi Sadhana telah dibuka untuk umum sesuai dengan ketentuan AD/ART KOPTAN, anggota sebagian besar dari beberapa kelompok yang ada di desa kami diantaranya KTT. Murdha Sadhana, KWT. Manik Amertha, dan ada anggota dari luar desa kami yakni dari desa Ularan yakni KTT. Munduk Sari yang merupakan kelompok inti SIMANTRI 064 Gapoktan Sabha karya Winangun Desa Ularan yang juga merupakan Salah Satu Juara SIMANTRI Tahun 2011 ukut bergabung dalam koperasi kami.
Kami di kelompok dan di koperasi akan selalu merangkul kelompok-kelompok yang betul-betul mau maju, bukan kelompok yang model "pedati" dan "merpati" yang banyak keberadaannya. Kami memiliki keyakinan bahwa melalui koperasi ini kedepan akan menjadi lembaga keuangan yang kuat dan akan mampu memberi kesejahteraan bagi para anggotanya.
Kami memiliki keyakinan bahwa kedepan kelak ketiaka koperasi ini semakin dewasa maka kesejahteraan ekonomi masyarakat lokapaksa atas, khususnya Banjar Bukit Sakti dan Banjar Sorga Desa Lokapaksa akan jauh lebih maju dan mapan dibandingkan Banjar-banjar yang lainnya.

TUJUAN KOPTAN WERDHI SADHANA
Adapun Yang menjadi Tujuan Dari KOPTAN WERDHI SADHANA adalah : 
  1. KOPTAN WERDHI SADHANA Menjadi Lembaga Keuangan Agribisnis  sebagai wadah kegiatan ekonomi dan sosial yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa tidak hanya di desa loapaksa, tetapi mampu berjalan di Wilayah Kerja KOPERASI.
  2. Memberi Pengetahuan kepada para anggotanya untuk dapat lebih meningkatkan kegiatan usaha di sektor pertanian dari hulu hingga hilir menjadi lebih Mandiri.
  3. KOPTAN WERDHI SADHANA Dengan Semangat Visi dan Misi KOPTAN yakni meningkatkan rasa kekeluargaan dan sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat 
  4. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui sisa hasil usaha (SHU)
  5. Mensejahterakan Anggota dalam hal ini petani pada umumnya sesuai dengan Azas dan Tujuan Kebersamaan Koperasi yakni dari Anggota, Oleh Anggota dan Untuk Anggota Koperasi itu sendiri.
KEGIATAN USAHA KOPTAN WERDHI SADHANA
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka kegiatan Usaha KOPTAN WERDHI SADHANA meliputi kegiatan usaha di sektor pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir yakni :
  1. Melaksanakan kegiatan usaha Unit Simpan Pinjam yang dikelola secara terpisah dari unit usaha lainnya dengan menghimpun simpanan berjangka dan tabungan dari anggota dan calon anggotanya, Koperasi lain, Kelompok Tani (KOPTAN) dan atau anggotanya, memberikan pinjaman uang kepada anggota, calon anggotanya, Koperasi lain, Kelompok Tani (KOPTAN) dan atau anggotanya.
  2. Melaksanakan kegiatan usaha pemasaran / distribusi hasil-hasil pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir, seperti SAPROTAN, Penyaluran Bibit dan Pupuk, penyaluran hasil usaha dibidang pertanian.
  3. Melaksanakan kegiatan usaha jasa
  4. Mengadakan pendidikan dan latihan serta penyuluhan / penerangan untuk meningkatkan dan pengembangan usaha anggota.
  5. Sebagai mitra kerja dalam rangka pengadaan penyaluran barang dan jasa dengan Perusahaan, Koperasi,  Kelompok Tani (KOPTAN) dan lainnya.

APAKAH YANG TERJADI 10 TAHUN KEDEPAN DI WILAYAH LOKAPAKSA BAGAIAN ATAS VS WILAYAH BAGAIAN BAWAH.....?
I. WILAYAH BANJAR SORGA DAN SORGA MEKAR
Wilaayah banjar ini memiliki potensi yang sangat besar di sektor perkebunan dengan wilayah bajar yang luas dan SDM yang mendukung, kini sedang dikembangkan perkebunan pisang, kakao, Durian bangkok, kopi dan cengkih dengan potensi kedepan akan mampu menyaingi desa unggahan dalam produksi komoditi tersebut.
II. WILAYAH BAJAR BUKIT SAKTI ATAS
Wilayah banjar ini memiliki wilayah yang paling luas diantara banjar lainnya dan bahkan mengalahkan luas desa ularan dan desa umeanyar, menjadi kelian banjar di bukit sakti akan sama dengan menjadi kepala desa di desa ularan dan umeanyar...!, makanya kader yang paling pas meminpin desa lokapaksa adalah kader dari banjar bukit sakti kenapa...?
SDM banjar ini kini sudah sangat mapan, hampir 95% anak-anak bukit sakti tamat SMA, dan yang melanjutkan kuliah D1, D2, D3, dan S1 sangat banyak. Potensi Wilayah Adalah sebagai Sentra Pengembangan Peternakan yakni Sapi Bali oleh KTT. PUCAK MANIK dan KTT. Murdha Sadhana, Ayam buras dan Babi oleh KWT. Manik Amertha, Pusat pengembangan Lembaga Keuangan dan Perekonomian oleh KOPTAN Werdhi Sadhana, serta komoditi unggulan dari Perkebunan mangga, kelapa, rambutan, kayu jati, dan beberapa penghasil padi oleh Subak abian Bila Sari dan Subak Lebah Semawa sendiri, serta banyaknya industri pertukangan meubel kayu serta home industri yang mengolah hasil turunan pertanian seperti keripik yang semuanya itu berada dibawah nanungan KOPTAN Werdhi Sadhana 
III. WILAYAH BANJAR LAINNYA
Wilayah lainya yang berada di pusat keramaian desa sebagian besar tidak bisa di proyeksikan arah pengembangannya kedepan...!, lahan sempit, Penduduk nya padat kedepan ini potensial sebagai buruh tenaga kerja bukan penyedia kerja bagi yang lainnya. 

Dari Urain diatas dapat kami gambarkan bahwa yang menjadi tulang punggung perekonomian kedepan bagi desa lokapaksa adalah wilayah yang potensi pertaniannya sangat tinggi dan masyarakatnya maju pola pikirnya, yakni di wilayah atas nah untuk bisa menuju kearah tersebut maka dibentuklah sebuah lembaga keuangan bagi para petani di desa lokapaksa yakni KOPTAN WERDHI SADHANA

Membuat Proposal Permohonan

Monday, January 16, 2012 / No Comments

Ada sebuah pernyataan seorang Profesor Doktor yang kebetulan terbaca di media dunia maya ini, pernyataan itu kurang lebih "menganggap program Simantri hanya menguntungkan dan dapat dinikmati oleh para petani kaya yang pintar menyusun proposal bukan pada petani tradisional". Jujur saya merasa terketuk hati saya, saya menulis dalam media blog ini untuk teman-teman sesama petani, saya bantu mereka menyusunkan sebuah proposal permohonan bantuan SIMANTRI yang kemudian diajukan kepada gubernur. Suatu saat saya akan posting sebuah artikel profil petani miskin di dalam kelompok-kelompok Simantri, sebagai tanda bahwa Mereka Layak mendapatkan Simantri.
Pernyataan "Petani Kaya", menurut saya kata kaya itu relatif, apakah ukuran petani kaya itu...?, memiliki uang banyak, mobil, traktor, banyak sapi, ladang luas, pergaulan yang luas, atau apa...?, saya sulit mendifinisikan dengan benar.  
Menurut kami Simantri jauh lebih layak diberikan kepada GAPOKTAN mengingat Gapoktan adalah induk semua Poktan termasuk Subak, lalu kenapa mesti "ada friksi" antara subak dengan gapoktan...?, toh juga mereka ada didalam gapoktan, yang nantinya gapoktan menjadi sebuah lembaga bagi petani di desa, yang sejalan dengan penguatan kelembagaan petani. Mengenai pernyataan "Hanya petani pintar", Menurut saya petani Bali mesti pintar, petani tidak hanya berkutat dalam belepotan lumpur saja, melainkan petani wajib pintar di segala aspek, menguasai manajemen, mengauasai IT dan lain sebagainya, karena dunia pertanian adalah dunia kompleks dan dinamis, yang sarat akan tebaran ilmu pengetahuan real. Ilmu pengetahuan tidak mesti dibangku kuliah saja adanya, bahkan di dunia pertanian jauh lebih banyak, kalo seorang profesor berniat membantu petani begini caranya :
1. Bantu Uji Lab GRATIS Produk SIMANTRI diantaranya : Pupuk Kompos, Produk Bio Urine, Produk Bio Kultur, dan lain sebagainya agar petani bisa mendapat sertifikasi atas produk mereka.
2. Bantu didik Petani dengan bagikan ilmu manajement, Sentuhan IPTEK dalam mekanisasi pertanian, thesis dan hasil-hasil penelitian jangan ditaruh di perpustakaan saja, share dengan petani di kelompok atau subak, na itu kan ada yang namanya Tri Dharma Perguruan Tinggi, implementasi nyatakan itu.

Nah biar tidak berkutat seputar pernyataan beberapa pihak tadi, maka kali ini saya akan coba membagi sebuah teknik pembuatan proposal yang saya ketahui, dan tentu jauh dari sempurna, untuk itu mohon masukan yang membangun untuk kebaikan artikel ini dan kemajuan kita semua.

Dalam penulisan proposal sekurang kurangnya memuat 5W+1H dengan rincian sebagai berikut :
1. Apa (WHAT).
Apa yang akan dilakukan dalam kegiatan tersebut, dasar hukumnya apa, gambaran umum, alasan kegiatan dilaksanakan (kegiatan prioritas, tupoksi), berdasarkan rencana kerja Kelompok atau dasar lainnya, serta batasan kegiatan itu sendiri.
2. Mengapa (WHY)
Kenapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan, dan sasaran program yang hendak dicapai, sehingga maksud dan tujuannya jelas.
3. Indikator keluaran
Indikator keluaran kualitatif diukur dengan output apa yang akan dihasilkan, kualitas dan manfaatnya. Demikian juga dengan indikator kuantitatif diukur dengan jumlah atau volume output sasaran
4. Dimana (WHERE)
Tempat dilaksanakan kegiatan dimana, di kabupaten/Kecamatan.
5. Siapa (WHO)
Siapa pelaksana kegiatan (kepanitiaan, jumlah personel) Siapa penanggung jawab kegiatan untuk mencapai output yang ditargetkan. Siapa penerima manfaat (lembaga, masyarakat)

6. Kapan (WHEN)
Jangka waktu kegiatan dimulai dan selesainya, Kalo bisa disertakan matrik pelaksanaan kegiatan (time table)
7. Bagaimana (HOW)
Bagaimana cara kegiatan tersebut dilaksanakan, metoda pelaksanaan yang digunakan misalnya dengan tender, swakelola, atau bantuan sosial. Selain itu juga bagaimana tahapan pelaksanaan untuk mencapai indikator keluaran. misalnya melalui kerjasama dengan Organisasi masyarakat seikitarnya.
8. Berapa Biaya (HOW MUCH)
Jumlah biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan/kegiatan tersebut, berikut RAB (Rencana Anggaran Biaya) sesuai dengan RUA (Rencana Usaha Anggota) atau RUK (Rencana Usaha Kelompok).
 

Sistematika dalam penulisan proposal permohonan bantuan adalah sebagai berikut :
1. Cover Proposal
Merupakan Halaman pertama dari sebuah proposal, yang memuat judul proposal, Penulis, Istansi Pembuat Proposal dan tahun pembuatan proposal.
2. Kata Pengantar
Pengantar sebuah proposal, biasanya berisi ucapan terimakasi, permohonan maaf jika ada kesalahan serta harapan dari penulis.
3. Daftar Isi
Merupakan serangkaian isi dari setiap bab dalam pembahasan proposal dengan menyertakan halamannya.
4. Daftar Gambar (Kalo Ada)
5. Daftar Tabel (Kalo Ada)
6. BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Berisi beberapa hal yang melatar belakangi penyusunan proposal yang biasanya disertai dengan serangkaian masalah yang ada.
Rumusan Masalah
Merumuskan masalah yang telah dibahas dalam latar belakang diatas, biasanya dimuat dalam bentuk kalimat tanya tanpa ada tanda tanya di akhirnya.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai oleh penulis, yang mana tujuan tersebut berkaitan dengan pembahasan diatasnya
7. BAB II GAMBARAN UMUM DAN POTENSI
berisi Gambaran umum dan potensi yang dimiliki oleh desa atau gapoktan atau kelompok yang berkaitan dengan proposal yang diajukan, dengan disertai data baik dalam bentuk gambar, tabel, maupun flowchat.
8. BAB III RENCANA KERJA DAN SASARAN PENCAPAIAN
berisi rencana kerja yang berkaitan dengan ajuan proposal, baik berupa diagram waktu pelaksanaan, RAB, RUA, RUK, CP/CL secara detail dan sasaran pencapiannya.
9. BAB IV PENUTUP
Biasanya berisi Simpulan dan saran-saran
10. LAMPIRAN
Lampiran-lampiran dari proposal tersebut biasanya dilampirkan diagram kegiatan, Flowchart, AD/ART, Susunan pengurus, CP/CL, Piagam Pengukuhan Kelompok, Prestasi kelompok dan lain sebagainya.

Untuk Lebih Jelasnya saya sertakan contoh-contah proposal yang bisa di download langsung
NO
FILE DOWNLOAD
DOWNLOAD
1.
Contoh Proposal Permohonan Pengembangan Usaha Melalui Mekanisasi Pertanian (Mesin Pengayak, Mesin Pril dan Motor Roda Tiga)
Download
2.
Contoh Proposal Permohonan Alat Pengolah Pupuk (APPO)
Download
3.
Contoh Proposal Kelompok Ternak Pucakmanik
4.
Contoh Proposal Permohonan Bantuan Program SIMANTRI
5.
Contoh Proposal Bansos Subak
Download
6.
Contoh Proposal Jalan Usaha Tani / Jalan Produksi
Download
7.
Contoh Proposal SPP PNPM Mandiri
Download
Semoga melalui artikel ini bisa bermanfaat demi kemajuan pertanian kita, teruslah berkarya dan semangat membara menuju petani berdasi yang cerdas....! Sukses untuk petani indonesia

Bangga Sebagai Bagian SIMANTRI

Friday, July 29, 2011 / No Comments
Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) yang telah diluncurkan Pemerintah Propinsi Bali Sejak Tahun 2009 bagi kami Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, Melalui Lembaga GAPOKTAN Tri Loka Amertha (SIMANTRI 022) Desa Lokapaksa memberikan Apresiasi Positif atas kebijakan pembangunan di sektor pertanian dalam arti luas kepada petani dan peternak, serta masyarakat bali pada umumnya.
Sebagai Wujud Terimakasih kami atas kepercayaan yang diberikan kepada kami anggota Kelompok Ternak Pucak Manik serta anggota Gapoktan Tri Loka Amertha Desa Lokapaksa.  Kami ucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Gubernur Daerah Propinsi Bali, bapak I Made Mangku Pastika
2. Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Propinsi Bali
3. Dinas Peternakan Propinsi Bali 
4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng
5. POKJA SEKRETARIAT SIMANTRI
6. Bapak I NYOMAN ARSA, Selaku Pendamping
7. Bapak I MADE SANTYASA, SP. Selaku PPL WILBIN Desa Lokapaksa
8. Semua Pihak yang telah membantu suksesnya SIMANTRI-022 Desa Lokapasa yang tidak bisa kami Sebutkan Satu persatu.

Kami Atas nama Kelompok Ternak Pucak Manik dan Anggota Gapoktan Tri Loka Amertha Desa Lokapaksa dengan Segenap Kekurangan dan kelebihan, kami Merasa Bangga menjadi bagian dari program SIMANTRI, banyak hal positif yang menjadi kebanggan bagi kami selaku pelaksana program SIMANTRI 022 ini, Walau kami bukan sebagai jawara. Melalui media blogg ini kami akan uraikan kebanggan-kebanggan kami.
Sebelum artikel ini kami muat, diawal kami telah membuat bebrapa artikel yang menyangkut kebanggan kami diantaranya : 1. Keuntungan Dalam Membangun Usaha Berkelompok
Dengan berpijak dari semangat VISI & MISI Serta TUJUAN dari Kelompok Tani Ternak Pucak Manik, kami akan tetap bertahan dan terus mengembangkan diri walau rintangan menghadang kami akan tetap melangkah berbuat yang lebih baik untuk kepantingan orang banyak. di lain sisi teman-teman kami ada yang begitu cepat melasat akhirnya berhenti, namun kami berjalan selangkah demi selangkah menyonsong hari-hari kami kedepan yang sudah sedikit jelas tergambar kesejahteraan anggota kami 2-3-4-5 tahun kedepan hingga seterusnya, dengan didorong semangat kebijaan-kebijakan pemerintah yang lebih memihak kapada kami di desa.

Dari sisi infrastruktur pambangunan dikelompok, tahun ini semakin dilengkapi dengan adanya bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Buleleng berupa sarana air bersih dengan sistem pompanisasi, yang mana sumber mata airnya bersumber dari sumber resapan air sungai sabha dengan jarak kurang lebih 1,5 Km dari kandang koloni. Kedepan kami tidak akan lagi mengalami kesulitan akan air bersih untuk aktifitas di kelompok kami. Dengan adanya air bersih ini kami akan pergunakan untuk Minum dan mandikan Sapi, Menyiram tanaman HMT di lahan yang telah kami persiapkan, mengembangkan usaha kolam ikan air tawar dan lain sebagainya.

Dari sisi pengembangan usaha, kami telah meningkatkan produksi pupuk organik/kompos maupun pupuk organik cair (Bio urine) dengan kapasitas produksi kami rata-rata mencapai 10 ton perbulan pupuk kompos, dan 800 liter bio urine perbulan. Untuk mendapatkan bahan baku ini tentu kami tidak mungkin bisa denan hanya menghandalkan produksi dari kandang SIMANTRI saja, namun kami mengambil dari lingkungan sekitar kandang koloni, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagi pekerja. Sebagai hasil kerja keras kami bersama kami sisihkan untuk anggota kami untuk dibelikan baju seragam, kelengkapan keselamatan kerja bagi anggota berupa Sepatu Boot, sarung tangan, masker dan kotak obat PPPK. di sektor ini dalam rangka memperkenalkan produk kami, kami telah mengikutsertakan produk kami dalam pameran pembangunan di buleleng beberapa waktu yang lalu. Untuk meningkatkan nilai jual produk kami, kami akan meningkatkan kwalitas kemasan produk kami yang akan kami launching di awal tahun 2012 nanti dengan kemasan yang lebih kompetitif.

Di akhir tahun ini sejalan dengan difungsikannya bantuan air bersih ini, kami di awal akan membangun 3 unit kolam permanent untuk usaha ikan air tawar dengan sumber dana SWADAYA, mengingat kami tidak memperoleh Paket bantuan kolam air tawar sebagaimana layaknya SIMANTRI yang lainnya. Sebagai rasa jengah kami, jika mereka yang hanya mengandalkan bantuan saja untuk membangun kolam terpal, tapi kami akan membangun KOLAM PERMANET secara SWADAYA. pembangunan ini kami awali di bulan desember 2011 ini dan selesai di bulan Maret 2012 nanti. 
Tidak hanya kolam permanent saja usaha kami akan kami kembangkan dengan budidaya ayam buras disamping kolam tersebut, dengan dana SAWDAYA akan kami bangun di awal bulan April 2012 nanti.
mengingat begitu banyaknya program SWADAYA, sumber dananya kami peroleh dari penjualan Pupuk Organik ditambah dari dana kerjasama dengan KOPERASI milik kami, yaitu KOPERASI TANI WERDHI SADHANA.

Melalui media ini  Kami sampaikan bahwa Kami atas nama seluruh anggota Kelompok Tani Ternak Pucak Manik merasa Bangga Sebagai Bagian dari SIMANTRI.

Dari Pucak Manik Berkembang KOPTAN "WERDHI SADHANA"

Tuesday, July 12, 2011 / No Comments
Sebelumnya Kami Admin Blogger Kelompok Ternak Pucak Manik Mohon Maaf, Karena Baru Bisa Posting, setelah Berbulan-bulan Kami disibukkan dengan Kegiatan Pengembangan Usaha Kelompok. Kini akhirnya bisa juga Posting sebuah artikel, mudah-mudahan berguna bagi kita semua.
Dari Judul diatas : Dari Pucak Manik  Berkembang KOPTAN "WERDHI SADHANA", akhirnya setelah begitu lama gagasan, ide dan berbagai pertimbangan mengenai pendirian Koperasi Tani (KOPTAN) kini telah terwujud, tepatnya pada tanggal 15 Januari 2011 Kami Seluruh Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Sepakat Untuk Membentuk Sebuah Koperasi Tani yang bernama Koperasi Tani (KOPTAN) WERDHI SADHANA. Nah Apa yang menjadi Latar Belakang, Tujuan dan Rencana Kedepan serta manfaat KOPTAN WERDHI SADHANA dalam meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Petani di Desa Lokapaksa.

LATAR BELAKANG
Keberadaan Koperasi Tani (KOPTAN)  WERDHI SADHANA yang baru terbentuk tidak bisa terlepas dari peranan anggota kelompok ternak pucak manik, yang merupakan kelompok inti sektor peternakan GAPOKTAN Tri Loka Amertha, dalam SIMANTRI 022. Dimana Seluruh Anggota Kelompok ternak Pucak Manik yang beranggotakan 24 orang ini berembug baik secara formal maupun informal merencanakan program kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
Anggota kelompok ternak pucak manik sebagian besar merupakan petani dengan tingkat penghasilan yang rendah, namun mereka memiliki semangat yang besar dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka, hal ini terbukti dari awal pendirian kelompok, sebelum mendapat perhatian dari pemerintah Gotong royong dalam membangun Balai kelompok, Setelah mendapat perhatian pemerintah berupa mesin APPO, mereka semakin semangat dengan mengikuti pelatihan SL pengolahan pupuk organik yang di selenggarakan oleh PPL, terus berjalan di awal tahun 2010 melalui Program SIMANTRI, kelompok siap mengamankan kegiatan SIMANTRI sektor Peternakan terbukti dengan kegiatan GOTONG-ROYONG membangun paket demi paket dalam SIMANTRI seperti Membangun KANDANG KOLONI, UNIT GUDANG PAKAN, UNIT GUDANG KOMPOS, UNIT BIOURINE, dan menggali lubang DIGESTER BIOGAS. Kegiatan ini semua dilakukan dengan GOTONG-ROYONG penuh TANPA UPAH kepada anggota, Kegiatan Pembangunan ini berlangsung selama 3 BULAN mereka tiap hari GOTONG-ROYONG tanpa UPAH KERJA, Semangat yang Luar Biasa.....! 
Dalam Perjalanan ini Melalui SIMANTRI Kelompok dalam jangka Menengah 2 Tahun Kedepan sudah tentu bakal mengelola Aset kelompok yang besar kemudian tahun demi tahun akan semakin membesar nilai asetnya, hal ini jika kelompok mengelola sendiri aset yang begitu besar tentu akan mengalami kesulitan, mengingat pepatah semakin besar pohon tumbuh maka semakin besar pula angin yang menerpa.
Aset yang besar kedepan mesti dikelola dengan profesionalisme, penuh tanggung jawab dibawah naungan badan hukum, mampu meningkatkan pengembangan usaha pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir.
Pengurus Kelompok Menyadari Untuk bisa mengelola pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir tidak bisa dilakukan secara terpisah hanya menggunakan lembaga kelompok saja, mengingat pasti akan ada bentururan dengan lembaga-lembaga lainnya, mengingat masih banyak lembaga kelompok tani dan subak yang tidak mungkin dikondisikan oleh KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK, mengingat Pucak Manik Bukan GAPOKTAN, melainkan hanya kelompok yang berada dibawah naungan GAPOKTAN TRI LOKA AMERTHA......!
Sebenarnya peluang ini diambil dan di motori oleh GAPOKTAN, namun Apa daya GAPOKTAN Masih belum Siap Sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di desa, mengingat GAPOKTAN Masih baru Belajar Berjalan, entah mengapa...?
Anggota kelompok Ternak Pucak Manik bukan berarti menyaingi GAPOKTAN, Mengingat Gapaktan Belum Mampu Sebagai LKM Saat ini, Mudah-mudahan Melalui Program PUAP nanti Gapoktan Bisa Sama-sama Sebagai LKM di desa.

TUJUAN
Adapun Yang menjadi Tujuan Dari KOPTAN WERDHI SADHANA adalah : 
  1. KOPTAN WERDHI SADHANA Menjadi Lembaga Keuangan Agribisnis  sebagai wadah kegiatan ekonomi dan sosial yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa tidak hanya di desa loapaksa, tetapi mampu berjalan di Wilayah Kerja KOPERASI.
  2. Memberi Pengetahuan kepada para anggotanya untuk dapat lebih meningkatkan kegiatan usaha di sektor pertanian dari hulu hingga hilir menjadi lebih Mandiri.
  3. KOPTAN WERDHI SADHANA Dengan Semangat Visi dan Misi KOPTAN yakni meningkatkan rasa kekeluargaan dan sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat 
  4. Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat melalui sisa hasil usaha (SHU)
  5. Mensejahterakan Anggota dalam hal ini petani pada umumnya sesuai dengan Azas dan Tujuan Kebersamaan Koperasi yakni dari Anggota, Oleh Anggota dan Untuk Anggota Koperasi itu sendiri.
KEGIATAN USAHA
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka kegiatan Usaha KOPTAN WERDHI SADHANA meliputi kegiatan usaha di sektor pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir yakni :
  1. Melaksanakan kegiatan usaha Unit Simpan Pinjam yang dikelola secara terpisah dari unit usaha lainnya dengan menghimpun simpanan berjangka dan tabungan dari anggota dan calon anggotanya, Koperasi lain, Kelompok Tani (KOPTAN) dan atau anggotanya, memberikan pinjaman uang kepada anggota, calon anggotanya, Koperasi lain, Kelompok Tani (KOPTAN) dan atau anggotanya.
  2. Melaksanakan kegiatan usaha pemasaran / distribusi hasil-hasil pertanian dalam arti luas dari hulu hingga hilir, seperti SAPROTAN, Penyaluran Bibit dan Pupuk, penyaluran hasil usaha dibidang pertanian.
  3. Melaksanakan kegiatan usaha jasa
  4. Mengadakan pendidikan dan latihan serta penyuluhan / penerangan untuk meningkatkan dan pengembangan usaha anggota.
  5. Sebagai mitra kerja dalam rangka pengadaan penyaluran barang dan jasa dengan Perusahaan, Koperasi,  Kelompok Tani (KOPTAN) dan lainnya.
KEANGGOTAAN KOPTAN WERDHI SADHANA
Keanggotaan KOPTAN WERDHI SADHANA terbuka untuk umum yang berada di wilayah kerja koperasi, yang mana syarat-syarat teknisnya diatur dalam AD/ART secara garis besar dapat disampaikan sebagai berikut :
Anggota Pendiri koperasi yakni orang-orang yang mendirikan koperasi tani werdhi sadhana itu sendiri, yang tertuang dalam berita acara pembentukan koperasi. sedangkan bagi masyarakat yang berkeinginan menjadi anggota dengan Syarat secara UMUM :
  1. WNI yang berada di wilayah kerja koperasi yang memiliki usaha dibidang pertanian secara luas (Usaha Agribisnis).
  2. Menyetor Simpanan POKOK dan Wajib, Untuk Simpanan Pokok Sebesar Rp. 100.000,- dan simpanan Wajib sebesar Rp. 10.000,00 setiap bulannya.
  3. lebih jauh akan diatur dalam AD/ART KOPTAN WERDHI SADHANA
Hingga Saat ini KOPTAN WERDHI SADHANA memiliki anggota dari para petani peternak yang  Tergabung dalam kelompok tani ternak yang ada di Lokapaksa dan Desa Ularan, salah satunya : Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik, Anggota Kelompok Tani Ternak Murdha Sadhana, Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Manik Amertha, bebrapa Anggota dari Subak Sawah dan Subak Abian di Lokapaksa, bebrapa Anggota Kelompok Tani Ternak Munduk Sari Desa ULARAN

KEPENGURUSAN
Kepengurusan KOPTAN WERDHI SADHANA terdiri dari :
  1. Dewan Pengawas : IGUSTI BAGUS SUASA, IGUSTI NY. SUDIRA, IGUSTI  PT. YASA
  2. Ketua : IGUSTI KOMPYANG PARTHA
  3. Wakil ketua : IGUSTI BAGUS SUASCITA
  4. Sekretaris : IGUSTI AGUNG NGURAH ANDRIANA
  5. Bendahara : IGUSTI BAGUS MAHENDRA
PENGAJUAN BADAN HUKUM
Dalam Perkoprasian Keberadaan Badan Hukum KOPTAN WERDHI SADHANA sangat diperlukan sekali, kini Masih Dalam Proses Pengajuan dengan melengkapi Laporan Keuangan Triwulanan,  Neraca Triwulanan, Awal Januari 2012 Segala kelengkapan administrasi pengajuan harus rampung, sehingga RAT Perdana pada bulan Maret tahun 2012 sudah bisa berbadan Hukum.

Setahun Pra dan Pasca SIMANTRI 2010

Monday, July 11, 2011 / No Comments
SIMANTRI (Sistem Manajement Pertanian Terintegrasi) Merupakan Salah satu program pemerintah provinsi bali di bidang pertanian dalam arti luas dalam rangka mempercepat adopsi teknologi pertanian yang merupakan pengembangan model percontohan dalam rangka alih teknologi kepada masyarakat pedesaan, Khusunya Gapoktan Tri Loka Amertha, Desa Lokapaksa,  Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, SIMANTRI 022 yang di mulai dari awal tahun 2010 ini kini masih berjalan dengan baik, walaupun dengan segenap hambatan, tantangan dan rintangan yang ada akan tetap berjalan sejalan dengan tujuan pemerintah, dengan dukungan kelompok ternak pucak manik sebagai kelompok inti sektor peternakan dalam gapoktan.
Melalui Kesempatan ini kami sampaikan berbagai kemajuan yang mulai nampak secara nyata  dalam perjalanan SIMANTRI-022 sebelum adanya SIMANTRI (Pra SIMANTRI) Hingga kini hampir setahun berjalan SIMANTRI.

KONDISI PRA-SIMANTRI
Sebelum adanya program SIMANTRI masuk ke desa lokapaksa kondisi real yang terjadi secara kelembagaan petani di dalam kelompok tani, kelompok ternak, dan subak yang ada di desa memang sudah ada namun hanya beberapa kelompok yang aktif diantaranya : Subak-subak yang ada di lokapaksa, dan satu-satunya kelompok ternak yakni : Kelompok Ternak Pucak Manik, sisanya kelompok lain sebagian besar tidak aktif, Bahkan GAPOKTAN itu sendiri belum mampu sebagai lembaga aktif yang mampu mewadahi kelompok tani di desa lokapaksa selayak fungsinya. Ditinjau dari Sikap Mental Anggota masyarakat cenderung Apatis, terhadap hal-hal yang baru sehingga tidak jarang setiap bantuan yang masuk ke lokapaksa bermasalah, lihat saja contohnya : Program CBD, Program SPP melalui PNPM mandiri, kasus penjualan aspal bantuan oleh oknum ......, serta dengan melihat sederet masalah yang ada dari kasus kekerasan hingga pelenyapan Bantuan membuat hati kami jengah selaku masyarakat lokapaksa, ini akan kami buktikan melalui KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK sebagai pelaksana SIMANTRI 022 SEKTOR PETERNAKAN untuk jengah mengamankan Nama Baik Desa LOKAPAKSA yang kami cinta.

Dari Sisi Pertanian di Lokapaksa tergolong memiliki luas wilayah yang luas diantara desa di kecamatan seririt. Petani PRA-SIMANTRI, cenderung menggunakan pupuk kimia/UNORGANIC baik di lahan kering/tegalan, mapun di sawah. biasanya limbah pertanian tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tidak jarang di saat panen raya tiba banyak terdapat limbah jerami yang dibakar begitu saja, kepulan asap di tengah sawah menyebar ke angkasa.

Di sisi Peternakan sebagian besar dikelola secara tradisional/tanpa pengetahuan, Limbah ternak berceceran terkadang mengotori tubuh sapi itu sendiri sampai begitu tebal, Sapi-sapi peternak sebagian besar tidak dikandangkan, ditambatkan di tegalan/dibawah pohon, yang ketika musim hujan dari ujung kaki hingga lutut terbenam diantara kotoran-kotoran mereka, bau menyengat, dengan buyung berterbangan kondisi ini sangat menjijikkan.
Sapi-sapi para Peternak  merupakan sapi GADUHAN di bali dengan istilah KADAS-MENGADAS, dengan berbagai pola pembagian hasil yang TIDAK ADIL bagi peternak, terkadang yang membuat hati miris adalah ditengah kesusahan, para peternak telah mencairkan/menguangkan/Mengontrakkan Kandungan Sapi mereka kepada orang yang lebih mampu, dengan harga yang tidak sepadan, misalnya jika usia kandungan mencapai 6-8 bulan dikontrakkan dengan kisaran harga Rp. 500.000,00 Sampai dengan Rp. 700.000,00. Padahal tinggal menunggu beberapa bulan saja petani dikalahkan berlomba dengan kebutuhan hidup  standar mereka, LENGKAP SUDAH CERITA SENGSARA PETANI..............!
Pola pemberian pakan sapi sebagian besar pakan seadanya, saat-saat musim pacekelik/musim kemarau merupakan musim sulit pakan, ditambah dengan kecenderungan Kebutuhan biaya sekolah di tahun ajaran baru, ditambah lagi dengan Menurunnya HARGA SAPI...! INILAH KENYATAANNYA.......!
PRA-SIMANTRI Peternak memang mampu mejual PUPUK Kandang, namun Pupuk kandang mereka belum di fermentasi, harganya kisaran Rp.2.000,00 per Kampil dengan taksiran berat 20 KG, petani tidak mengenal istilah BIO-GAS, BIO-URINE, BIO-KULTUR apalagi PESTISIDA NABATI....! sangat jauh bayangan mereka terdap teknologi.


SETAHUN PASCA-SIMANTRI 

Setelah Program SIMANTRI ini berjalan selanjutnya kami sebut dengan PASCA-SIMANTRI, yang mana konsep integrasi yang kami rencanakan dari awal yakni Integrasi Tani Ternak baik di lahan Kering dengan melibatkan Subak Tegalan dengan potensi Tanaman Perkebunan, Tanaman kehutanan dan Tanaman Pertanian Palawija, sedangkan di Lahan Sawah dengan melibatkan Subak yang ada dengan potensi : Padi dan Palawija, sedangkan di sektor peternakan dengan Menunjuk KELOMPOK TERNAK PUCAK MANIK sebagai pelaksananya. 
Perjalanan SIMANTRI-022 Desa lokapaksa kini sudah berjalan hampir setahun, banyak hal positif yang perlu kita apresiasi, terus terang kami bukan butuh REWARD berupa uang atau tambahan Sapi dari pihak manapun, kami hanya ingin nama baik desa lokapaksa di mata orang-orang, bahwa kami ORANG KERAS dalam hal-hal yang positif, bahwa kami desa USAHA...! oke kita bahas satu persatu perkembangan SIMANTRI-022 DESA LOKAPAKSA.
Secara Kelembagaan Petani Baik di KELOMPOK TANI maupun di GAPOKTAN kini sudah mulai merasakan manfaat penting dari kebersamaan membangun usaha kelompok, Kelompok kelompok mulai tumbuh lagi dan mau menata diri untuk menatap masa depan, Adapun IMBAS dari pembelajaran SIMANTRI-022 desa lokapaksa adalah dengan Bangkitnya kembali Kelompok Tani Ternak Murdha Sadhana, Berdirinya Kelompok Wanita Tani (KWT) MANIK AMERTHA, yang merupakan gabungan dari istri anggota Kelompok Ternak Pucak Manik dan Kelompok Tani ternak Murdha Sadhana, yang MEMBANGGAKAN adalah pada tanggal 15-Januari 2011 Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Sepakat mendirikan KOPERASI TANI (KOPTAN) WERDHI SADHANA, yang kini anggotanya sudah semakin bertambah dari anggota KTT. Murdha Sadhana, Anggota KWT. Manik Amertha, dan baru bebrapa dari anggota subak di lokapaksa. kini sedang dalam tahap pengajuan Badan Hukum. Kelompok Ternak PUCAK MANIK telah mampu MENGIMBAS kan tidak hanya kepada kelompok di desa lokapaksa, tetapi juga KELOMPOK di LUAR DESA salah satunya adalah Kelompok Tani Ternak MUNDUK SARI DESA ULARAN, yang mana kini menjadi pelaksana inti sektor peternakan SIMANTRI-064 GAPOKTAN SABHA KARYA WINANGUN Desa Ularan.
Masih Banyak Lagi pertumbuhan kelompok akibat imbas SIMANTRI-022 Desa Lokapaksa, namun kini tinggal Bagaimana GAPOKTAN bisa Mengakomodasi POKTAN-POKTAN yang ada sehingga mampu menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) didesa selain KOPERASI TANI (KOPTAN) WERDHI SADHANA hasil bentukan Kelompok Ternak Pucak Manik.

Di Sektor Pertanian yang dikelola oleh Subak Sawah dan Tegalan kini petani setiap panen raya sudah tidak lagi membakar jerani mereka, jerami sebagian besar telah di manfaatka oleh petarnak baik yang tergabung dalam POKTAN maupun yang Tidak. semua limbah ditabung dan dikeringkan untuk persediaan pakan ternak mereka, walaupun belum sebagian petani mau mengolah dalam bentuk fermentasi pakan. Penggunaan pupuk organik telah digunakan oleh petani berkat sosialisasi PPL melalui SL di setiap subak, dengan bantuan pupuk organik pabrik dari pemerintah, kedepan harapan kami subak mau 100% menggunakan pupuk produk SIMANTRI tentu dengan bantuan dari pihak pemerintah dalam kebijakan mereka membangun pertanian organik. 
 Penggunaan Pupuk Produk SIMANTRI yang berupa KOMPOS kini lebih banyak dimanfaatkan oleh Petani HOLTIKULTUR untuk tanaman Keras Seperti Mangga, Rambutan, Durian dan Cengkeh. sedangkan dalam bentuk BIO-URINE belum begitu populer dan baru digunakan oleh Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik dan beberapa dari subak Lebah Semawa untuk diaplikasikan ke PADI, dengan hasil Buliran padi yang besar dan lebih Berat tutur pengguna.
Di sektor peternakan itu sendiri peternak telah menyadari pentingnya kesehatan ternak mereka jika dibandingkan dengan sapi tanpa kandang jelas pertumbuhan dan kesehatanya lebih terganggu. Anggota kelompok inti sektor peternakan kini sudah mengenal Manajement Peternakan sapi, Pengolahan Limbah, Pengolahan pakan dan Jamu Sapi. Setiap 3 bulan sapi di suntik dengan Vitamin Bcomplex, DiVAKSIN tergantung persediaan VAKSIN dinas, serta pemberian pakan Tambahan berupa MINERAL dan Probiotik.

Dalam rangka perbaikan mutu genetik sapi, pemerintah telah melatih anggota kami mejadi PETUGAS INSEMINATOR (IB), dengan berbagai tantangan dalam menyadarkan petani untuk mau IB dilakukan, Lihat artikel kami DISINI, Setelah melihat contoh hasil IB mereka baru mau melaksanakan IB. 
Kegiatan Pengolahan Pupuk Kandang Baik padat Maupun Cair tetep berlangsung, seiring dengan pesanan dari petani cengkeh dan durian di desa UNGGAHAN, "kemarin sebelum galungan dapet ngirim 1 ton, kini pesanan 2 ton untuk diambil setelah hari raya kuningan" begitu penuturan seksi produksi KT. Pucak Manik, kini sepanjang setahun telah berhasil menjual 6 Ton keluar anggota kelompok, sisanya kedalam anggota kelompok dengan membayar 30% dari harga dasar pupuk. pupuk kompos produksi SIMANTRI 022 dijual dengan harga Rp. 500,00/KG untuk pembelian diatas 1/2 Ton, sedangkan dalam jumlah sedikit dijual dengan harga Rp. 700,00/KG. Pupuk Cair BIO-URINE dijual dengan Harga Rp.500,00/Liter curah/Tanpa Kemasan.
Pemanfaatan Limbah ternak untuk biogas tetap berlangsung, namun mengalami kendala air, mengingat air desa putus pasca diterjang banjir bandang awal tahun 2011 ini, namun kami pakai air URINE sapi yang belum di fermentasi untuk menghindari Pemadatan di DIGESTER biogas akibat kekeringan.
Pasca simantri banyak mendapatkan ilmu pengelolaan peternakan, mengingat anggota kami/ketua kelompok ternak Pucak manik mendapat kesempatan Pelatihan EM4 di IPPSA, hasil pelatihan tersebut akan terus di sosialisasikan kepada anggota Subak, anggota gapoktan serta demi kemajuan PUCAK MANIK, KOPTAN WERDHI SADHANA, dan akhirnya Gapoktan.

KENDALA/HAMBATAN
Kendala yang dihadapi kini : 
- Kelompok Membutuhkan Jalan Produksi menuju ke lokasi SIMANTRI KTT. Pucak Manik
- Kelompok Membutuhkan Air untuk dilokasi peternakan, mengingat air desa yang dulu kelompok pergunakan kini putus akibat banjir bandang tukad sabha awal tahun 2011
- Kelompok membutuhkan UJI LAB terhadap Kandungan Pupuk KOMPOS dan BIO-URINE
- Kelompok membutukhan mesin pencacah pakan ternak, mesih Hummermill, dan mesin pelet pakan.

Awig Simpan Pinjam Kelompok

Saturday, December 18, 2010 / No Comments
Didalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali pada umumnya tidak terlepas dari konsep "Tri Hita Karana", Pengertian Tri Hita Karana adalah tiga hal pokok yang menyebabkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Konsep ini muncul berkaitan erat dengan keberadaan hidup bermasyarakat di Bali yang mana keharmonisan hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan antar sesama manusia itu sendiri. Perpaduan tiga unsur itu secara harmonis sebagai landasan untuk terciptanya rasa hidup yang nyaman, tenteram dan damai secara lahiriah maupun bathiniah. Seperti inilah gambaran kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali yang berpolakan Tri Hita Karana.

Didalam  kelompok keberadaan Awig sangatlah diperlukan sebagai salah satu landasan hukum tertulis yang ada di dalam sebuah kelompok.  dalam penyusunan awig hendaknya mengacu pada aturan dasar dalam sebuah negara dan tidak bertentangan dengan hirarki aturan perundang-undangan dasar yang telah ada, falsafah negara, nilai-nilai agama, norma dan AD/ART kelompok yang telah ada.
Dengan mengacu kepada amanat visi dan misi kelompok yakni :
VISI :
“Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Ternak Pucak Manik Dengan Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana”
MISI :
Meningkatkan Seradha Bhakti Kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, dengan dilandasi oleh semangat rasa persaudaraan antar anggota kelompok, didalam menggali segenap potensi diri dan alam sekitar kita dengan konsep berwawasan lingkungan, dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Maka yang menjadi salah satu program pembangunan kesejahteraan bersama kelompok adalah pembangunan ekonomi kelompok dan anggota kelompok sangatlah penting tercapai, untuk itu Kami Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang kini merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI atau Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka mewujudkan Visi Bali Organik, Bali Clean dan Bali Mandara, telah berhasil menelorkan Awig Tentang Simpan Pinjam.
Keberadaan awig ini sesuai dengan amanat Visi dan Misi Kelompok, nantinya akan menjadi cikal bakal pembangunan ekonomi kerakyataan yang berbasis pertanian di Desa Lokapaksa dalam bentuk Koperasi Tani kedepan.

Administrasi Kelompok Tani / Gapoktan

Saturday, October 9, 2010 / No Comments
Bagi Kami pada awal-awal pendirian Kelompok Ternak Pucak Manik sebagai Kelompok Tani Ternak Sapi Bali, yang merupakan salah satu proyek percontohan Pemerintah Provinsi Bali dalam sistem pertanian terpadu / Sistem Pertanian Terintegrasi yang di bali lebih dikenal dengan istilah SIMANTRI yakni Sistem Management Pertanian Terintegrasi dalam rangka menuju visi bali organik, bali clean dan bali mandara, ini kami banyak di bimbing oleh seorang PPL yang sangat baik diterima dihati Anggota kelompok kami, Beliau adalah : Bapak I Made Santiyasa, SP. beliau banyak memberi arahan dan bimbingan  agar kelompok kami maju dan berkembang, untuk itu salah satunya kami harus memulai dengan tertib Administrasi dalam kelompok, tersedianya kelengkapan administrasi pembukuan yang baik.  adapun buku-buku yang mesti dilengkapi Baik buku keuangan maupun buku  non keuangan.

Dengan ini kami ingin berbagi kepada para petani yang baru membentuk kelompok tani (POKTAN) maupun GAPOKTAN, beberapa contoh Admisitrasi Kelompok Tani/Ternak (POKTAN) dan atau GAPOKTAN.
BUKU- BUKU KEUANGAN terdiri dari : Buku Kas, Buku Kas Pembantu
BUKU- BUKU NON KEUANGAN terdiri dari :Buku Tamu, Buku Inventaris, Buku Anggota, Buku Susunan Pengurus, Buku Notulen Rapat, Buku Agenda Surat, Buku Anjuran Instansi Lain
Berikut contoh pembukuan dalam POKTAN / GAPOKTAN, dapat di Download disini

BUKU TAMU
NO.
HARI TANGGAL
NAMA
INSTANSI / ALAMAT
JABATAN
MAKSUD TUJUAN
KESAN / PESAN
TANDA TANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BUKU DAFTAR ANGGOTA
NO.
NAMA
TGL LAHIR / UMUR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
TGL. MASUK ANGGOTA
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


BUKU SUSUNAN PENGURUS
PERIODE TAHUN ....... SAMPAI DENGAN .........
NO.
NAMA
TGL LAHIR
L/P
PEKERJAAN
ALAMAT
JABATAN
TGL DIANGKAT
BERHENTI
TGL
ALASAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BUKU NOTULEN RAPAT
NO.
 
HARI
/ TGL
TEMPAT
POKOK BAHASAN / AGENDA RAPAT
PESERTA
JML PESERTA
HASIL KESEPAKATAN
1
2
3
4
5
6
7
 
 
 
           

BUKU SARAN-SARAN ANGGOTA
NO.
TGL
NAMA ANGGOTA
ALAMAT
PEKERJAAN
SARAN-SARAN
TTD ANGGOTA
PENGURUS
TANGGAPAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7
8
9
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BUKU DAFTAR HADIR
( ........JENIS KEGIATAN...........)

HARI :.............., TANGGAL : .................
NO.
NAMA
ALAMAT
JABATAN
DI POKTAN
TANDA
TANGAN
1
2
3
4
5
 
 
 
       

BUKU AGENDA SURAT
S U R A T M A S U K
S U R A T K E L U A R
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT
PENGIRIM
PRIHAL
NO.
HARI / TANGGAL
ALAMAT/TUJUAN
PRIHAL
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BUKU EKSPEDISI
NO.
TGL PENGIRIMAN
NO SURAT
ALAMAT
PRIHAL
T. TANGAN
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7
 
 
 
 
 
 
 
 

BUKU KEGIATAN
NO.
HARI TANGGAL
RENCANA KEGIATAN
HASIL PELAKSANAAN
1
2
3
4
 
 
 
     

BUKU KAS

BULAN : ............ TAHUN : ................
NO. HARI
/ TANGGAL
 
URAIAN
KETERANGAN
PENERIMAANPENGELUARANSISA
 
 
 
         

BUKU INVENTARIS
NO.NAMA BARANG JUMLAH (UNIT) PERKIRAAN NILAI
(HARGA RP.)
KEADAANKETERANGAN
BAIK
RUSAK
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BUKU ANJURAN INSTANSI LAIN
NO.
TGL
NAMA
JABATAN
INSTANSI/
ALAMAT
ANJURAN
TTD
1
2
3
4
5
6
7